Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam jahe, lengkuas dan kunyit dalam satu lahan bisa menjadi langkah menarik untuk memaksimalkan lahan agar dapat menghasilkan komoditas yang beragam. Menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan merupakan strategi cerdas untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang serta sumber daya yang tersedia. Ketiga rimpang ini, yang dikenal sebagai tanaman obat keluarga (TOGA), memiliki segudang manfaat, mulai dari bumbu dapur, obat tradisional, hingga bahan baku industri herbal.
Sistem tumpang sari, atau penanaman beberapa jenis tanaman dalam satu lahan, menjadi pilihan ideal untuk budidaya jahe, lengkuas, dan kunyit. Selain itu, perbedaan tinggi dan rimbunnya tanaman memungkinkan pemanfaatan ruang vertikal secara optimal, sehingga tidak ada tanaman yang saling menaungi secara berlebihan.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari persiapan lahan hingga panen, untuk berhasil menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan. Dengan mengikuti panduan komprehensif ini, Anda dapat mencapai hasil panen yang maksimal dan berkualitas, bahkan di pekarangan rumah yang terbatas. Jadi simak panduan selengkapnya sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber termasuk dari INNOFARM: Jurnal Inovasi Pertanian Volume 9, Kamis (29/1/2026).
1. Persiapan Lahan yang Tepat
Langkah awal yang krusial dalam cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan adalah persiapan tanah yang optimal. Gemburkan lahan sedalam 30 cm dan bersihkan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Pengolahan tanah ini bertujuan untuk menciptakan kondisi tanah yang remah dan gembur, mendukung pertumbuhan perakaran dan rimpang yang lebih baik.
Setelah penggemburan, buatlah bedengan dengan tinggi 20-30 cm. [cite: user prompt] Bedengan ini sangat penting untuk memastikan drainase yang baik, mencegah genangan air yang dapat menyebabkan rimpang membusuk dan terserang penyakit. Pada tanah yang berat dan mudah tergenang, bedengan bisa dibuat lebih tinggi, sekitar 50 cm, sementara pada tanah ringan cukup 25-40 cm.
Sebagai pemupukan dasar, campurkan pupuk kandang atau kompos dengan tanah. Pemberian pupuk organik ini sangat dianjurkan, dengan dosis sekitar 1000 kg/ha atau 1-2 kg per lubang tanam. Pupuk kandang yang kaya fosfor, seperti kotoran ayam, kambing, atau sapi, sangat baik untuk pertumbuhan rimpang.
2. Pemilihan dan Penyiapan Bibit Unggul
Keberhasilan budidaya cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan sangat bergantung pada kualitas bibit yang digunakan. Pilihlah bibit dari rimpang yang sehat, tua (berumur 9-10 bulan), dan sudah bertunas dengan panjang tunas sekitar 1-2 cm. Rimpang yang baik memiliki ciri kulit mulus, tidak busuk, tidak cacat, dan bebas dari hama penyakit.
Potong rimpang menjadi beberapa bagian, di mana setiap potongan sebaiknya memiliki 2-3 mata tunas dengan berat sekitar 20-30 gram untuk kunyit atau 40-60 gram untuk jahe. Untuk jahe, potongan bibit dapat terdiri dari 3-5 mata tunas.
Sebagai langkah pencegahan terhadap jamur dan penyakit, bibit dapat direndam dalam larutan fungisida atau air hangat selama satu malam. Setelah dipotong, bekas potongan rimpang kunyit bisa ditaburi abu dapur atau diolesi vaselin agar luka mengering dan tidak ditumbuhi jamur. Untuk jahe, bibit dapat dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam, lalu dijemur 2-4 jam sebelum ditanam.
3. Penataan & Jarak Tanam Strategis
Penataan tanam yang cerdas adalah kunci dalam cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan agar tidak terjadi perebutan nutrisi dan cahaya matahari. Buat lubang tanam dengan jarak yang bervariasi, mulai dari 40x40 cm, 50x50 cm, hingga 50x60 cm. Untuk jahe, jarak tanam ideal berkisar antara 25-30 cm antar tanaman dan 40-50 cm antar baris.
Letakkan lengkuas di bagian belakang atau sisi bedengan yang tidak menghalangi sinar matahari pagi. Hal ini karena lengkuas cenderung tumbuh lebih tinggi dan rimbun, sehingga penempatan yang tepat akan mencegahnya menaungi jahe dan kunyit yang lebih rendah.
Jahe dan kunyit, yang memiliki tinggi relatif serupa dan lebih pendek dari lengkuas, bisa ditanam berselang-seling di bagian depan bedengan. Tanam bibit dengan posisi rebah dan mata tunas menghadap ke atas agar tidak terbalik, lalu tutup dengan tanah setebal 5-10 cm.
4. Perawatan Intensif Masa Pertumbuhan
Perawatan yang rutin dan intensif sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan.
- Penyiraman: Jaga kelembaban tanah, terutama pada awal masa pertumbuhan dan selama musim kemarau. Namun, hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan genangan air dan pembusukan rimpang. Kunyit, misalnya, tidak tahan air tergenang.
- Penyiangan & Pembumbunan: Lakukan penyiangan gulma secara rutin untuk menghindari persaingan nutrisi. Penyiangan pertama jahe dapat dilakukan 2-4 minggu setelah tanam, lalu dilanjutkan setiap 3-6 minggu sekali. Bersamaan dengan penyiangan, lakukan pembumbunan, yaitu menimbun tanah kembali di sekitar pangkal batang. Pembumbunan ini perlu dilakukan setiap 2-3 bulan agar rimpang tetap tertutup tanah dan dapat tumbuh besar. Pembumbunan jahe umumnya dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman.
- Pemupukan Susulan: Berikan pupuk organik lanjutan setelah tanaman berumur 2-3 bulan. Untuk kunyit, pemupukan susulan dapat dilakukan pada umur 4 bulan (untuk bibit rimpang induk) atau 6-7 bulan (untuk rimpang cabang/anakan) dengan 1-2 kg kompos per rumpun. Jahe juga memerlukan pupuk sisipan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan dengan dosis 2-3 kg kompos per tanaman.
5. Pengendalian Hama & Penyakit Secara Organik
Pengendalian hama dan penyakit secara organik adalah pendekatan terbaik dalam cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan untuk menjaga kualitas produk. Pencegahan merupakan kunci utama. Jaga kebersihan area pertanaman dari gulma, pastikan drainase baik, dan lakukan rotasi tanaman untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit.
Jika serangan hama atau penyakit masih sedikit dan belum meluas, lakukan pengendalian secara manual, seperti membakar atau mengubur bagian tanaman yang terserang.
Untuk hama seperti ulat atau penyakit jamur misalnya Fusarium oxysporum pada jahe atau Sclerotium rolfsii pada kunyit, Anda dapat menggunakan pestisida nabati. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik antara lain tembakau, brotowali, piretrum, mimba, jeringau, dan tuba.
6. Masa Panen yang Tepat untuk Setiap Jenis
Mengetahui waktu panen yang tepat untuk setiap jenis rimpang adalah penting untuk mendapatkan hasil maksimal dari cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan.
Jahe & Kunyit: Umumnya dipanen pada umur 8-10 bulan. Tanda-tanda siap panen adalah daun mulai menguning dan mengering, serta batang semu mengering. Untuk jahe yang akan digunakan sebagai bumbu dapur, panen bisa dilakukan setelah 8 bulan, sedangkan untuk bibit atau obat, sebaiknya setelah 10 bulan atau lebih. Kunyit dapat dipanen setelah berumur setahun atau lebih, dengan hasil optimal pada umur 11-12 bulan.
Lengkuas: Dapat dipanen lebih lama atau diambil rimpangnya sesuai kebutuhan. Untuk konsumsi segar, lengkuas bisa dipanen pada umur kurang dari 4 bulan, namun untuk tujuan minyak atsiri, panen dilakukan setelah berumur lebih dari 7 bulan.
Panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Gunakan garpu atau cangkul secara hati-hati untuk membongkar rimpang agar tidak rusak.
7. Pasca Panen dan Peluang Agribisnis
Setelah panen cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan, langkah pasca panen yang tepat akan menjaga kualitas dan nilai jual rimpang. Bersihkan rimpang dari tanah dan kotoran yang menempel dengan air mengalir. Setelah dicuci, tiriskan dan simpan di gudang yang kering serta terlindung dari sinar matahari.
Untuk penyimpanan jangka panjang atau tujuan ekspor, rimpang dapat diolah menjadi simplisia kering. Caranya, rimpang dibersihkan, dikupas kulit luarnya, dan diiris dengan ketebalan 7-8 mm. Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau alat pengering pada suhu 50-55°C.
Budidaya jahe, lengkuas, dan kunyit memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Permintaan terhadap rimpang ini, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, terbilang tinggi. Jahe emprit, misalnya, menempati posisi teratas dengan kebutuhan industri mencapai 1.901 ton per tahun, diikuti jahe merah 864 ton. Kunyit dan lengkuas juga memiliki permintaan yang tinggi.
FAQ
Q: Kapan waktu terbaik memulai menanam jahe, lengkuas, dan kunyit?
A: Awal musim penghujan adalah waktu terbaik untuk memulai cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan karena pasokan air yang cukup untuk pertumbuhan awal.
Q: Apakah bisa menanamnya di pekarangan rumah yang sempit?
A: Ya, sangat bisa! Cara menanam jahe, lengkuas, dan kunyit dalam satu lahan dapat diterapkan di pekarangan rumah yang sempit menggunakan prinsip bedengan atau alternatif efektif seperti polybag atau karung besar.
Q: Pupuk apa yang paling direkomendasikan untuk hasil organik?
A: Untuk hasil organik, pupuk kandang (seperti kotoran kambing, sapi, atau ayam) dan kompos sangat direkomendasikan sebagai pupuk dasar dan susulan. Air cucian beras juga dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC) yang efektif.
Q: Mengapa lengkuas harus ditaruh di bagian belakang?
A: Lengkuas harus ditaruh di bagian belakang atau sisi bedengan yang tidak menghalangi sinar matahari pagi karena tanaman ini cenderung tumbuh lebih tinggi dan rimbun dibandingkan jahe dan kunyit. Penempatan ini memastikan semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup.
Q: Bagaimana jika ada tanaman yang terserang hama atau penyakit?
A: Jika ada tanaman yang terserang hama atau penyakit, segera pisahkan bagian yang sakit untuk mencegah penyebaran. Lakukan pengendalian manual jika serangan ringan, atau gunakan pestisida nabati seperti ekstrak mimba atau tembakau.

2 days ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)