Cara Menanam Kelengkeng di Pot, 10 Langkah Cepat Berbuah Lebat Sepanjang Tahun

6 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Buah kelengkeng sangat digemari banyak orang karena rasanya yang manis dan aromanya yang khas. Kelengkeng dapat dinikmati langsung, diolah menjadi manisan, atau sebagai campuran es buah yang menyegarkan. Namun, harga kelengkeng, terutama varietas unggulan seperti kelengkeng diamond atau pingpong, masih tergolong tinggi di pasaran.

Tingginya harga ini mendorong banyak orang untuk mencoba menanam pohon kelengkeng sendiri di rumah. Bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan, solusi terbaik adalah menanamnya di dalam pot atau dikenal dengan istilah tabulampot. Metode ini memungkinkan Anda menikmati panen kelengkeng segar tanpa harus memiliki kebun luas.

Menanam kelengkeng di pot tentu memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan menanam di tanah langsung. Dibutuhkan trik khusus agar tanaman dapat tumbuh subur, produktif, dan berbuah lebat meski dengan media tanam dan nutrisi yang terbatas.

Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif mengenai cara menanam kelengkeng di pot agar cepat berbuah dan lebat sepanjang tahun. Jadi simak langkah-langkah berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (26/1/2026).

1. Pilih Bibit Unggul, Kunci Utama Keberhasilan

Keberhasilan budidaya kelengkeng di pot sangat ditentukan oleh pemilihan bibit yang tepat. Terdapat dua jenis bibit, yaitu hasil perbanyakan generatif dari biji dan vegetatif melalui cangkok, okulasi, atau penyambungan. Untuk tabulampot, sangat disarankan menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif.

Bibit dari biji tidak direkomendasikan karena memerlukan waktu sangat lama untuk berbuah, bahkan bisa lebih dari tujuh tahun. Selain itu, sifat buah yang dihasilkan dari biji tidak selalu sama dengan induknya, sehingga kualitasnya tidak dapat dipastikan. Berbeda dengan bibit vegetatif yang sifat tanamannya dapat dipastikan sama dengan induknya.

Kelebihan utama bibit vegetatif adalah kemampuannya untuk berbuah lebih cepat. Dengan perawatan intensif, bibit cangkok atau okulasi berkualitas dapat mulai belajar berbuah dalam waktu 8 hingga 18 bulan setelah penanaman. Pilihlah bibit yang sehat, bebas hama penyakit, dan memiliki sertifikat dari lembaga terpercaya untuk menjamin kualitasnya.

Ada beragam varietas kelengkeng unggulan yang cocok untuk tabulampot, seperti kelengkeng pingpong, new kristal, merah, Diamond River, dan Mata Lada. Memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan preferensi Anda akan meningkatkan peluang keberhasilan panen. Pastikan bibit memiliki perakaran yang kuat dan batang yang kokoh saat dibeli.

Lanjut baca

Pemilihan pot sebagai wadah tanam kelengkeng memerlukan perencanaan jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan optimal. Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot seperti drum, plastik, planter bag, atau bahkan semen cor. Ukuran pot harus disesuaikan dengan tinggi bibit yang akan ditanam. Sebagai contoh, untuk bibit kelengkeng dengan tinggi 30 hingga 40 cm, gunakan pot berdiameter 40 hingga 50 cm. Semakin tinggi bibit, semakin besar pula diameter dan tinggi pot yang dibutuhkan. Hal ini penting untuk memberikan ruang yang cukup bagi perkembangan akar tanaman kelengkeng. Aspek krusial dalam pemilihan pot adalah memastikan adanya lubang drainase di dasar pot. Lubang ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air setelah penyiraman, mencegah akar terendam dan membusuk. Drainase yang baik adalah kunci untuk menjaga kesehatan akar tanaman. Wadah tabulampot kelengkeng yang ideal juga sebaiknya memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Jika pot tidak berkaki, gunakan batu-batu atau penyangga lain untuk menciptakan celah. Ini penting untuk aliran drainase yang lancar dan mencegah akar menembus tanah di bawahnya.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|