Cara Mengatasi Pohon Buah Tidak Berbuah, Panduan Lengkap untuk Panen Melimpah

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi pohon buah tidak berbuah seringkali menjadi dilema bagi para pekebun, baik skala rumahan maupun profesional. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan, tetapi juga mengindikasikan adanya faktor-faktor tertentu yang menghambat proses generatif tanaman. 

Fenomena ini dapat terjadi pada berbagai jenis tanaman buah, mulai dari mangga, rambutan, hingga pisang, meskipun perawatan rutin telah diberikan. Seringkali, pohon terlihat subur dengan daun lebat, namun energi tanaman justru terfokus pada pertumbuhan vegetatif tanpa beralih ke fase pembungaan dan pembuahan. Oleh karena itu, identifikasi akar masalah menjadi kunci untuk mengembalikan produktivitas pohon buah Anda.

Artikel ini akan memaparkan penyebab umum serta cara mengatasi pohon buah tidak berbuah secara efektif. Dengan menerapkan panduan ini, diharapkan pohon-pohon buah Anda dapat segera menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas, sesuai dengan harapan para pemiliknya. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (30/1).

1. Usia Pohon dan Kualitas Bibit Unggul

Pohon buah memiliki siklus hidup yang berbeda-beda untuk mencapai kematangan generatif, di mana ia siap untuk berbunga dan berbuah. Sebagai contoh, pohon mangga yang ditanam dari biji memerlukan waktu 5-6 tahun, sementara varietas cangkok bisa berbuah lebih cepat sekitar 4 tahun. Jambu biji hasil cangkok bahkan dapat berbuah dalam 6 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan yang ditanam dari biji yang butuh 2-3 tahun. Kesabaran adalah kunci, namun pemilihan bibit juga memegang peranan penting.

Kualitas bibit menjadi faktor fundamental dalam menentukan kapan dan seberapa produktif sebuah pohon akan berbuah. Bibit yang mandul atau berasal dari perbanyakan generatif (biji) cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dan hasilnya mungkin tidak konsisten. Sebaliknya, bibit unggul yang berasal dari perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi, umumnya lebih cepat berbuah dan mewarisi sifat-sifat baik dari induknya.

Untuk cara mengatasi pohon buah tidak berbuah yang disebabkan oleh faktor usia dan bibit, pastikan Anda memilih bibit dari varietas unggul yang terbukti produktif. Selain itu, pahami karakteristik usia berbuah dari jenis pohon yang Anda tanam agar ekspektasi sesuai dengan siklus alaminya. Investasi pada bibit berkualitas sejak awal akan sangat menentukan keberhasilan panen di masa mendatang.

2. Optimalisasi Penyerbukan untuk Hasil Maksimal

Masalah penyerbukan seringkali menjadi penyebab utama kegagalan pohon buah untuk berbuah, meskipun bunga telah mekar dengan indah. Minimnya kehadiran serangga penyerbuk alami seperti lebah, kupu-kupu, atau angin yang tidak memadai, dapat menghambat transfer serbuk sari antar bunga. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, atau suhu dingin saat periode pembungaan juga dapat mengganggu proses krusial ini.

Beberapa jenis pohon memiliki bunga jantan dan betina yang belum masak pada waktu yang bersamaan, atau membutuhkan bunga jantan dari pohon lain di dekatnya untuk penyerbukan. Kondisi ini menuntut perhatian lebih dari pekebun untuk memastikan proses penyerbukan berjalan optimal. Tanpa penyerbukan yang sukses, bunga-bunga akan gugur tanpa membentuk bakal buah.

Untuk meningkatkan keberhasilan penyerbukan sebagai cara mengatasi pohon buah tidak berbuah, Anda dapat menanam tanaman penarik serangga di sekitar kebun. Jika diperlukan, penyerbukan manual dapat dilakukan pada bunga untuk memastikan keberhasilan pembentukan buah, terutama jika penyerbuk alami minim atau cuaca tidak mendukung. Membangun pelindung sederhana di sekitar pohon juga bisa membantu melindungi serangga penyerbuk dari cuaca buruk, memastikan mereka dapat bekerja secara efektif.

3. Manajemen Nutrisi dan Kondisi Tanah Ideal

Kesehatan tanah dan ketersediaan nutrisi adalah fondasi utama bagi pertumbuhan dan produktivitas pohon buah. Tanah yang kurang subur atau media tanam yang miskin unsur hara esensial akan menyebabkan pohon mengalami defisiensi nutrisi, yang pada akhirnya menghambat pembungaan dan pembuahan. Ketidakseimbangan rasio karbon (C) dan nitrogen (N) juga dapat mengganggu fase vegetatif dan generatif tanaman.

Pemberian pupuk yang tidak tepat, terutama pupuk dengan kadar nitrogen (N) yang terlalu tinggi, seringkali menjadi jebakan bagi pekebun. Nitrogen memang mendorong pertumbuhan vegetatif seperti daun yang lebat, namun dapat menghambat pembentukan bunga dan buah. Pohon akan terlihat subur dan rimbun, tetapi tidak menghasilkan buah, sebuah fenomena yang sering terjadi pada mangga, pisang, dan rambutan.

Sebagai cara mengatasi pohon buah tidak berbuah terkait nutrisi, penting untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang berkualitas untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Berikan pupuk yang tepat, terutama pupuk NPK dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi daripada nitrogen (N) untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Contoh pupuk perangsang buah antara lain Gandasil B, HX MKP, atau NPK Booster DGW, yang diformulasikan khusus untuk fase generatif tanaman.

4. Pentingnya Cahaya Matahari dan Pola Penyiraman Tepat

Cahaya matahari merupakan sumber energi vital bagi pohon buah untuk melakukan fotosintesis, proses yang esensial untuk pertumbuhan dan pembentukan buah. Pohon buah membutuhkan paparan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam per hari. Kekurangan cahaya matahari dapat menyebabkan pertumbuhan tidak optimal, daun menguning, dan secara signifikan menghambat kemampuan pohon untuk berbunga dan berbuah.

Selain cahaya, pola penyiraman yang tidak sesuai juga dapat menjadi pemicu stres lingkungan yang menghambat pembuahan. Kekurangan air dalam tanah akan membuat pohon mengalami kekeringan dan stres, sementara penyiraman berlebihan justru menyebabkan media tanam tergenang air. Kondisi genangan air ini dapat merusak akar dan menghambat penyerapan nutrisi, yang pada akhirnya berdampak negatif pada produktivitas buah.

Untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan sebagai cara mengatasi pohon buah tidak berbuah, pastikan lokasi penanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang hari. Lakukan penyiraman secara teratur dan benar, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi iklim setempat. Hindari genangan air dan pastikan drainase tanah berfungsi dengan baik, karena beberapa pohon seperti mangga dewasa membutuhkan periode kering untuk merangsang pembungaan.

5. Pengendalian Hama Penyakit dan Pemangkasan Efektif

Serangan hama dan penyakit dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan produktivitas pohon buah. Pohon yang terserang akan mengalami stres, yang pada gilirannya menurunkan vitalitasnya dan menghambat kemampuan untuk berbunga serta berbuah. Infeksi jamur, penyakit bakteri, atau serangan serangga perusak bunga dan daun dapat menyebabkan kegagalan panen yang signifikan.

Selain itu, pemangkasan yang tidak tepat juga dapat berkontribusi pada masalah pohon yang tidak berbuah. Pemangkasan yang salah dapat memicu pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, menghasilkan daun lebat dan rimbun tanpa disertai pembungaan. Tanaman yang terlalu subur dengan tajuk yang padat akan mengalihkan energi dari proses generatif ke pertumbuhan cabang dan daun.

Sebagai cara mengatasi pohon buah tidak berbuah, lakukan pemantauan rutin untuk mendeteksi dini serangan hama dan penyakit, lalu terapkan pengelolaan yang tepat. Terapkan pemangkasan yang benar (pruning) untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan bertujuan membuang cabang tidak produktif, membentuk tajuk agar cahaya merata, dan meningkatkan sirkulasi udara, sehingga mengurangi kelembaban dan risiko penyakit.

6. Teknik Stresing untuk Memacu Pembungaan

Bagi pohon buah yang sudah dewasa namun enggan berbuah, teknik stresing dapat menjadi solusi efektif untuk merangsang pembungaan. Metode ini bekerja dengan menciptakan kondisi "stres" pada tanaman yang memicu mekanisme pertahanan diri untuk menghasilkan keturunan, yaitu melalui pembentukan bunga dan buah. Teknik ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak pohon secara permanen.

Salah satu teknik stresing adalah pelukaan atau pengerokan batang, di mana sebagian kulit batang dilukai untuk mengganggu aliran hasil fotosintesis dari daun ke akar. Penumpukan zat makanan di bagian atas pohon ini akan merangsang pembentukan bunga. Teknik lain adalah pelilitan atau penjeratan batang dengan kawat, yang juga menghambat aliran nutrisi sementara waktu, memicu respons generatif.

Selain itu, stres air juga dapat diterapkan dengan mengurangi penyiraman secara drastis saat tanaman dalam kondisi dorman. Ini akan memicu pohon untuk berbunga sebagai upaya mempertahankan spesiesnya. Pemberian hormon ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) juga bisa digunakan untuk merangsang pembungaan. Penting untuk memahami bahwa teknik stresing adalah cara mengatasi pohon buah tidak berbuah yang bersifat intervensi dan harus disesuaikan dengan jenis tanaman serta kondisi spesifiknya.

7. Penjarangan Buah dan Perawatan Pasca-Pembuahan

Setelah pohon berhasil berbunga dan membentuk bakal buah, masalah lain yang mungkin muncul adalah buah yang terlalu lebat namun ukurannya kecil atau kualitasnya kurang baik. Kondisi ini disebabkan oleh kompetisi nutrisi antar buah. Penjarangan buah menjadi langkah penting untuk memastikan buah yang tersisa dapat tumbuh maksimal, memiliki bobot yang baik, dan kualitas yang optimal.

Penjarangan buah tidak hanya meningkatkan ukuran dan kualitas buah, tetapi juga membantu menjaga kesehatan pohon secara keseluruhan. Dengan mengurangi beban buah, energi pohon dapat dialokasikan lebih efisien, mencegah kelelahan pohon yang dapat berdampak pada produktivitas di musim berikutnya. Selain itu, buah yang sakit atau cacat sebaiknya dibuang untuk mencegah penyebaran penyakit.

Perawatan pasca-pembuahan juga mencakup perlindungan buah dari hama dan penyakit, misalnya dengan pembungkusan. Pembungkusan buah menggunakan kertas atau plastik berlubang, seperti pada mangga atau jambu, dapat melindungi buah dari serangan serangga dan penyakit sekaligus menjaga sirkulasi udara. Dengan demikian, cara mengatasi pohon buah tidak berbuah tidak hanya berhenti pada stimulasi pembungaan, tetapi juga berlanjut pada manajemen panen untuk hasil terbaik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar

1. Mengapa pohon buah yang subur daunnya tidak berbuah?

Pohon yang subur daunnya namun tidak berbuah seringkali disebabkan oleh pemberian pupuk nitrogen berlebihan, yang memicu pertumbuhan vegetatif (daun) dan menghambat pembungaan. Ini juga bisa terjadi karena energi tanaman terfokus pada pembentukan tajuk dan cabang daripada bunga dan buah.

2. Berapa lama rata-rata pohon buah mulai berbuah setelah ditanam?

Waktu berbuah bervariasi tergantung jenis pohon dan metode penanaman. Mangga dari biji butuh 5-6 tahun, cangkok 4 tahun. Jambu biji cangkok bisa 6 bulan, dari biji 2-3 tahun. Nangka 3-5 tahun, varietas mini 1,5-2 tahun.

3. Pupuk apa yang efektif untuk merangsang pembungaan dan pembuahan pohon buah?

Pupuk NPK dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi daripada nitrogen (N) sangat efektif. Contohnya adalah Gandasil B, HX MKP, HX MROPH, HX DAP, DGW TSP, KNO3 PRILL, KNO3 CRYSTAL, NPK COCKHEAD 13-8-27-4+TE, NK COCKHEAD 9-34, dan NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE.

4. Apa itu teknik stresing dan bagaimana cara melakukannya?

Teknik stresing adalah metode memicu pembungaan pada pohon dewasa yang enggan berbuah dengan menciptakan kondisi "stres". Cara melakukannya bisa dengan pelukaan atau pengerokan batang, pelilitan batang dengan kawat, atau stres air (mengurangi penyiraman drastis) saat tanaman dorman.

5. Apa peran usia dan kualitas bibit dalam produksi buah?

Pohon buah membutuhkan waktu tertentu untuk berbuah, dan bibit dari perbanyakan vegetatif (cangkok/okulasi) umumnya lebih cepat dan konsisten berbuah dibanding bibit dari biji.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|