Cara Mengolah Kulit Pepaya Jadi Pakan Ternak, Solusi Murah dan Bernutrisi

3 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kulit pepaya sering dianggap limbah, padahal masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Dengan pengolahan yang tepat, cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak dapat membantu mengurangi limbah sekaligus menekan biaya pakan.

Pemanfaatan kulit pepaya sebagai pakan alternatif mendukung sistem peternakan yang lebih efisien. Melalui proses tertentu, cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak membuat bahan ini lebih aman dan mudah dicerna oleh ternak.

Selain ekonomis, penggunaan kulit pepaya juga ramah lingkungan dan mudah diterapkan. Dengan memahami cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak, peternak dapat memanfaatkan bahan sederhana menjadi pakan bernilai guna.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak, Kamis (29/1/2026).

Cara Mengolah Kulit Pepaya Jadi Pakan Ternak

1. Metode Pengolahan Kulit Pepaya

Kulit pepaya dapat diolah menjadi pakan ternak melalui dua metode utama, yaitu pengeringan dan fermentasi. Pengeringan dilakukan untuk menghasilkan tepung kulit pepaya yang tahan lama, sedangkan fermentasi bertujuan meningkatkan nilai gizi, mengurangi rasa pahit, serta melunakkan tekstur agar lebih mudah dicerna ternak. Dari kedua metode tersebut, fermentasi dinilai lebih efektif dan ekonomis untuk skala rumahan.

2. Persiapan Awal Kulit Pepaya

Langkah awal dalam cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak adalah menyiapkan bahan baku dengan benar. Kulit pepaya segar dipisahkan dari daging buah, kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan getah.

Setelah itu, kulit dipotong kecil berukuran sekitar 3–5 cm agar proses pengeringan atau fermentasi berjalan lebih merata dan efisien.

3. Pengeringan Menjadi Tepung Kulit Pepaya

Untuk membuat tepung, kulit pepaya diiris lebih tipis sekitar 2 mm agar cepat kering. Irisan dapat direndam larutan garam selama beberapa menit sebagai langkah tambahan, lalu ditiriskan.

Proses pengeringan bisa dilakukan menggunakan oven bersuhu rendah atau dijemur hingga kadar air sangat minim. Setelah benar-benar kering, kulit pepaya digiling hingga halus dan siap digunakan sebagai campuran pakan.

4. Fermentasi Kulit Pepaya

Fermentasi merupakan cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak yang paling dianjurkan karena meningkatkan kecernaan dan kualitas nutrisi.

Bahan yang dibutuhkan meliputi kulit pepaya, molase atau gula merah, probiotik peternakan, air bersih, serta dedak padi sebagai penambah protein. Semua bahan dicampur hingga lembap dan merata, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat.

5. Proses dan Penyimpanan Pakan Fermentasi

Campuran kulit pepaya difermentasi selama 3–7 hari dalam kondisi anaerob. Fermentasi yang berhasil ditandai dengan aroma asam segar dan tekstur yang lebih lunak.

Setelah proses selesai, pakan dapat diangin-anginkan sebentar sebelum diberikan ke ternak atau disimpan dalam wadah tertutup untuk penggunaan selanjutnya.

Manfaat Kulit Pepaya dalam Ransum Ternak

1. Meningkatkan Kualitas Telur Ayam Petelur

Pemanfaatan kulit pepaya dalam ransum ternak terbukti mampu meningkatkan kualitas telur ayam petelur. Penggunaan tepung kulit pepaya hingga sekitar 16 persen dalam pakan dapat membantu memperbaiki mutu telur tanpa mengganggu produktivitas ayam.

2. Sumber Protein Alternatif yang Efektif

Kulit pepaya dapat dijadikan sumber protein alternatif dengan kandungan serat kasar yang relatif rendah. Tepung kulit pepaya mampu menggantikan sebagian pakan protein konvensional tanpa menimbulkan efek negatif pada produksi ternak, termasuk pada performa dan komponen karkas kelinci.

3. Mendukung Kesehatan dan Daya Tahan Ternak

Kandungan nutrisi pada pepaya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ternak secara umum. Pemanfaatan bagian pepaya dalam pakan diketahui dapat membuat ternak, khususnya ayam kampung, menjadi lebih sehat dan menurunkan tingkat kematian.

4. Membantu Mengendalikan Parasit Pencernaan

Pepaya memiliki potensi sebagai bahan alami anti-parasit. Kandungan alaminya mampu membantu menghambat perkembangan cacing pada ternak seperti kambing, sehingga mendukung kesehatan sistem pencernaan secara alami.

Dengan memahami cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak, peternak dapat memperoleh sumber pakan bergizi yang murah dan mudah didapat. Hal ini tidak hanya menekan biaya pakan, tetapi juga membantu menjaga produktivitas ternak secara berkelanjutan.

Kandungan Nutrisi Kulit Pepaya yang Menjanjikan

Kulit buah pepaya menyimpan kandungan nutrisi yang cukup tinggi sehingga berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kulit pepaya memiliki kadar protein mencapai 25,85 persen dengan kandungan serat kasar yang relatif rendah. Kombinasi ini menjadikan kulit pepaya sebagai sumber protein alternatif yang layak untuk mendukung kebutuhan nutrisi ternak.

Selain kulitnya, daun pepaya juga memiliki kandungan gizi yang relevan dan menunjukkan bahwa tanaman pepaya secara keseluruhan kaya nutrisi.

Daun pepaya mengandung protein kasar sekitar 13,5 persen, lemak kasar 12,80 persen, serat kasar 14,68 persen, serta abu 14,4 persen. Data ini memperkuat potensi pepaya sebagai tanaman yang bermanfaat dalam formulasi pakan ternak.

Tingginya kandungan protein dan rendahnya serat kasar pada kulit pepaya membuat bahan ini menarik untuk digunakan dalam ransum ternak.

Dengan pengolahan yang tepat, cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan gizi hewan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang berbiaya lebih tinggi.

Peringatan dan Pertimbangan

1. Kandungan Alkaloid yang Menyebabkan Rasa Pahit

Kulit pepaya, seperti halnya daun pepaya, berpotensi mengandung alkaloid carpain yang dapat menimbulkan rasa pahit jika diberikan secara berlebihan. Kondisi ini bisa menurunkan nafsu makan ternak. Oleh karena itu, fermentasi sangat dianjurkan karena terbukti efektif menurunkan kadar alkaloid tersebut.

2. Penggunaan sebagai Pakan Tambahan

Kulit pepaya sebaiknya tidak dijadikan pakan utama. Bahan ini lebih tepat digunakan sebagai pakan tambahan atau pengganti sebagian ransum agar keseimbangan nutrisi ternak tetap terjaga dan kebutuhan gizi lainnya tetap terpenuhi.

3. Menjaga Keseimbangan Nutrisi Ransum

Ransum ternak harus tetap disusun secara seimbang antara sumber energi, protein, serat, vitamin, dan mineral. Penggunaan kulit pepaya perlu disesuaikan dengan jenis ternak, umur, serta tujuan pemeliharaan agar hasilnya optimal.

4. Uji Coba Bertahap Sebelum Penggunaan Penuh

Sebelum diberikan secara rutin, lakukan uji coba dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk memastikan ternak dapat menerima pakan dengan baik dan tidak mengalami gangguan kesehatan atau penurunan performa.

5. Pengolahan yang Tepat dan Higienis

Agar manfaatnya maksimal dan aman, cara mengolah kulit pepaya jadi pakan ternak harus dilakukan dengan benar. Pastikan proses pengolahan bersih, bahan tidak busuk, serta pakan disimpan dengan baik untuk mencegah kontaminasi.

Q & A Seputar Topik

Apa saja kandungan nutrisi utama dalam kulit pepaya yang bermanfaat untuk pakan ternak?

Kulit pepaya mengandung kadar protein tinggi hingga 25,85% dan serat kasar yang cukup rendah, menjadikannya sumber protein alternatif yang baik untuk pakan ternak.

Bagaimana cara mengolah kulit pepaya menjadi pakan ternak yang paling efektif?

Metode pengolahan yang efektif adalah pengeringan untuk dijadikan tepung atau fermentasi. Fermentasi sangat direkomendasikan karena dapat mengurangi rasa pahit, melunakkan tekstur, dan meningkatkan nilai gizi kulit pepaya.

Apa manfaat pemberian kulit pepaya olahan pada ternak?

Pemberian kulit pepaya olahan dapat meningkatkan kualitas telur pada ayam, menjadi sumber protein alternatif, meningkatkan kesehatan ternak, dan berpotensi sebagai anti-parasit alami.

Apakah ada hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan kulit pepaya sebagai pakan ternak?

Ya, perlu diperhatikan kandungan alkaloid carpain yang dapat menyebabkan rasa pahit jika berlebihan; fermentasi dapat menurunkannya. Kulit pepaya sebaiknya digunakan sebagai pakan tambahan, bukan pakan tunggal, dan lakukan uji coba skala kecil terlebih dahulu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|