Cara Mengolah Kulit Rambutan Jadi Pupuk, Resep Praktis untuk Nutrisi Tanaman

6 days ago 7

Kulit rambutan dapat diolah menjadi dua jenis pupuk utama: bokashi dan pupuk organik cair (POC).  Berikut bahan dan cara membuat pupuk kompos/bokashi:

Bahan:

·       Kulit rambutan bekas (dengan jumlah sesuai kebutuhan)

·       Serbuk gergaji atau jerami (sebagai bahan karbon tambahan)

·       EM4 atau ragi tape (sebagai inokulan mikroba)

·       Air bersih

·       Gula merah atau molase (sebagai sumber makanan mikroba)

Alat:

·       Tempat kompos (bak kompos, ember besar, atau lubang tanah)

·       Pisau atau gunting untuk memotong kulit rambutan

·       Sarung tangan dan masker (untuk menjaga kebersihan)

·       Penutup kompos (plastik atau daun pisang)

Langkah-langkah Pengolahan:

A. Pengumpulan dan Pemilahan Kulit Rambutan

Kumpulkan kulit rambutan yang sudah bersih dari sisa daging buah. Pisahkan kulit yang sudah busuk atau terkontaminasi kotoran. Kulit yang bagus akan menghasilkan kompos yang lebih baik dan tidak menimbulkan bau.

B. Pencacahan Kulit Rambutan

Potong kulit rambutan menjadi potongan kecil menggunakan pisau atau gunting. Ukuran kecil akan mempercepat proses penguraian oleh mikroba.

C. Pencampuran dengan Bahan Lain

Agar kompos lebih seimbang, campurkan kulit rambutan dengan bahan karbon seperti serbuk gergaji atau jerami. Perbandingan yang ideal adalah 3 bagian bahan hijau (kulit rambutan) : 1 bagian bahan coklat (serbuk gergaji/jerami).

D. Penambahan Mikroba Pengurai

Untuk mempercepat proses pengomposan, tambahkan EM4 atau ragi tape yang sudah dilarutkan dalam air. Larutan ini akan membantu mikroba bekerja lebih cepat dalam menguraikan kulit rambutan.

E. Pengaturan Kelembapan

Kelembapan kompos harus dijaga sekitar 40–60%. Pastikan media kompos terasa lembap seperti spons, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Jika terlalu kering, tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika terlalu basah, tambahkan bahan kering seperti jerami.

F. Penutupan dan Pengomposan

Tutup tumpukan kompos dengan plastik atau daun pisang untuk menjaga suhu dan kelembapan. Biarkan proses pengomposan berjalan selama 4–8 minggu. Selama proses, aduk tumpukan kompos setiap 1–2 minggu agar udara masuk dan penguraian berjalan merata.

G. Pemantauan Proses

Perhatikan perubahan suhu, bau, dan tekstur kompos. Kompos yang baik akan berbau tanah segar dan berubah menjadi warna gelap. Jika bau menyengat muncul, berarti kompos terlalu basah atau kurang aerasi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|