Cara Pembibitan Ikan Lele Paling Mudah untuk Pemula, Lengkap dari A-Z

5 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha pembibitan ikan lele kini menjadi pilihan menarik karena prosesnya yang relatif sederhana dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Metode pemijahan alami seringkali dianggap sebagai cara paling praktis bagi siapa pun yang ingin mencoba peruntungan di bidang perikanan. Kunci keberhasilan dalam tahap awal ini terletak pada pemilihan indukan yang berkualitas serta menjaga kebersihan media penetasan telur. 

Dengan pemahaman dasar yang tepat, produksi benih yang sehat dan melimpah dapat dicapai tanpa perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar. Artikel Liputan.com di bawah ini telah merangkum penjelasan mengenai alasan bisnis ternak lele sangat menguntungkan dan langkah-langkah melakukan pembibitan ikan lele yang benar dan paling mudah.  Berikut penjelasan lengkapnya!

Cara Pembibitan Ikan Lele yang Mudah dan Paling Praktis

1. Persiapan Kolam dan Media Penempel Telur 

Langkah awal pembibitan ikan lele dimulai dengan menyiapkan kolam kecil, seperti kolam terpal atau bak plastik yang telah dibersihkan. Isi kolam dengan air bersih setinggi 10–20 cm dan letakkan kakaban di dasar kolam. Kakaban ini bisa terbuat dari ijuk atau jaring paranet dan memiliki fungsi yang penting sebagai tempat bagi telur-telur lele untuk menempel agar tidak berserakan dan lebih mudah dipantau. 

2. Pemilihan Indukan yang Siap Kawin 

Keberhasilan pembibitan sangat ditentukan oleh kualitas induk jantan dan betina yang sudah matang secara reproduksi. Pilihlah induk jantan dengan ciri tubuh ramping dan alat kelamin yang meruncing, sedangkan induk betina dipilih yang perutnya terasa lembek atau buncit sebagai tanda sudah terisi telur. Pastikan kedua indukan dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan memiliki gerakan yang lincah. 

3. Proses Pemijahan Alami 

Proses perkawinan atau pemijahan sebaiknya dilakukan pada sore hari dengan memasukkan indukan ke dalam kolam yang telah disiapkan. Biasanya, proses pelepasan telur akan terjadi secara alami pada tengah malam hingga menjelang pagi hari. Supaya hasilnya maksimal, sebaiknya suasana di sekitar kolam harus tenang dan gelap agar indukan tidak merasa terganggu saat proses berlangsung. 

4. Pemisahan Induk dari Telur 

Setelah matahari terbit, segera cek kondisi kolam untuk melihat apakah sudah ada telur yang menempel pada kakaban. Jika sudah ada, indukan harus segera diangkat dan dipindahkan ke kolam lain agar tidak memakan telur-telurnya sendiri. Biarkan telur-telur tersebut tetap di dalam kolam pemijahan dengan kondisi air yang terjaga kebersihannya hingga menetas. 

5. Perawatan Larva Setelah Menetas 

Telur biasanya akan menetas menjadi larva dalam waktu 24 - 48 jam. Pada tiga hari pertama, larva tidak perlu diberi makan karena masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur di dalam tubuhnya. Setelah cadangan tersebut habis, berikan pakan alami yang halus seperti cacing sutra agar pertumbuhan benih berjalan cepat dan angka kematian dapat ditekan seminimal mungkin. 

6. Pengaturan Kualitas Air dan Sortir Berkala 

Jaga kebersihan air dengan cara membuang sisa kotoran secara perlahan tanpa mengganggu benih yang masih sangat kecil. Seiring bertambahnya usia, lakukan penyortiran berdasarkan ukuran tubuh untuk mencegah ikan yang berukuran lebih besar memangsa temannya yang lebih kecil. Hal ini sangat penting untuk menjaga populasi benih agar tetap stabil hingga siap dipindahkan ke kolam pembesaran.

Mengapa Bisnis Ternak Ikan Lele Sangat Menguntungkan?

Permintaan Pasar yang Luas dan Stabil

Ikan lele merupakan salah satu sumber protein paling populer yang dikonsumsi masyarakat secara luas, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner seperti warung pecel lele dan katering. Tingginya kebutuhan harian ini membuat pasar selalu siap menyerap hasil panen, sehingga risiko stok yang mengendap atau tidak laku dapat diminimalisir dengan sangat baik.

Siklus Perputaran Modal yang Cepat

Masa pertumbuhan ikan lele tergolong sangat singkat dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, di mana benih biasanya sudah mencapai ukuran konsumsi hanya dalam waktu dua hingga tiga bulan. Kecepatan panen ini memungkinkan proses perputaran modal terjadi lebih sering dalam setahun, sehingga frekuensi keuntungan yang didapat pun menjadi lebih maksimal.

Daya Tahan Tubuh Ikan yang Kuat

Ikan lele dikenal memiliki ketahanan fisik yang tinggi terhadap perubahan cuaca maupun kualitas air yang kurang ideal, termasuk kondisi air dengan kadar oksigen rendah. Sifat ini sangat menguntungkan karena dapat menekan angka kematian ikan secara signifikan, yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas jumlah produksi hingga masa panen tiba.

Pemanfaatan Lahan yang Efisien

Budidaya lele tidak memerlukan lahan yang luas karena ikan ini tetap dapat tumbuh dengan baik meski dipelihara dalam kepadatan tinggi. Penggunaan media praktis seperti kolam terpal atau bak plastik memungkinkan pemanfaatan sudut halaman rumah yang terbatas sebagai lokasi produksi yang sangat produktif tanpa memerlukan biaya konstruksi yang mahal.

Kemudahan dalam perawatan dan Operasional

Teknik pemeliharaan lele relatif sederhana dan mudah dipelajari karena ketersediaan bibit, pakan, serta obat-obatan yang melimpah di pasaran. Kemudahan akses terhadap kebutuhan operasional ini membuat siapa saja dapat menjalankan bisnis ini dengan lancar tanpa harus memiliki keahlian teknis yang sangat rumit atau peralatan yang terlalu canggih.

Pertanyaan Umum tentang Pembibitan Ikan Lele

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bibit lele mencapai ukuran 5-7 cm? 

Untuk mencapai ukuran 5-7 cm, bibit lele biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 - 60 hari sejak telur menetas. Durasi ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan, suhu air, dan kepadatan ikan di dalam kolam. Pada fase ini, pertumbuhan ikan sangat cepat sehingga pengamatan rutin perlu dilakukan. 

2. Mengapa benih lele harus sering disortir berdasarkan ukurannya? 

Penyortiran sangat penting dilakukan untuk menghindari sifat kanibalisme, di mana ikan yang tumbuh lebih cepat akan memangsa teman-temannya yang berukuran lebih kecil. Selain itu, sortir dilakukan agar pemberian pakan lebih merata dan pertumbuhan ikan dalam satu kolam menjadi seragam, sehingga memudahkan saat proses penjualan nantinya. 

3. Apa jenis pakan yang paling tepat untuk bibit lele? 

Pemberian pakan disesuaikan dengan tahapan umur bibit. Larva yang baru menetas hingga usia 2 minggu sangat baik diberikan pakan alami seperti cacing sutra atau kutu air karena ukurannya yang sesuai dengan bukaan mulut ikan. Setelah bibit semakin besar, pakan bisa beralih ke pelet serbuk atau pelet butiran halus yang mengandung protein tinggi untuk mempercepat perkembangan tubuhnya. 

4. Kapan waktu yang tepat untuk memberikan pakan kepada bibit lele? 

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara teratur sebanyak 3 - 4 kali sehari, yaitu pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Ikan lele bersifat nokturnal atau lebih aktif di waktu gelap, sehingga pemberian pakan pada malam hari sering kali memberikan respon makan yang lebih baik dibandingkan pada siang hari saat matahari sedang terik.

5. Berapa lama total waktu pembibitan hingga lele siap dipanen untuk dikonsumsi? 

Jika dihitung dari tahap benih hingga mencapai ukuran konsumsi (isi 6-10 ekor per kilogram), waktu yang diperlukan berkisar antara 2,5 - 3 bulan. Namun, jika yang dimaksud adalah panen bibit untuk dijual kembali kepada peternak pembesaran, maka waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 1,5 - 2 bulan saja. 

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|