Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang ingin memulai usaha budidaya ikan namun terhalang oleh keterbatasan lahan dan modal. Namun, kini ada solusi inovatif yang memungkinkan siapa saja untuk membudidayakan ikan, bahkan di rumah, menggunakan barang bekas yang mudah ditemukan. Galon bekas, yang seringkali dianggap sampah, ternyata bisa disulap menjadi media budidaya ikan yang efektif dan ekonomis.
Metode beternak ikan di galon bekas ini menawarkan biaya awal yang hampir nol, menjadikannya pilihan menarik bagi pemula atau mereka yang ingin mencoba usaha sampingan. Selain hemat biaya, galon mudah didapat dan tidak memakan banyak tempat, cocok untuk rumah, kos, maupun pekarangan sempit. Ini adalah jawaban cerdas untuk keterbatasan lahan dan modal.
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai jenis ikan kecil yang bisa diternak di galon bekas, lengkap dengan tips suksesnya. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa mengubah barang bekas menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (27/1):
1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
Ikan Guppy adalah salah satu ikan hias air tawar paling populer yang dikenal karena ukurannya yang kecil, warna cerah, dan sifatnya yang mudah beradaptasi. Ikan ini sangat cocok untuk pemula dan dapat dipelihara di galon bekas, bahkan sering dimanfaatkan sebagai tempat budidaya.
Guppy dikenal sebagai "raja produktivitas" karena satu indukan betina dapat melahirkan puluhan burayak setiap 25 hingga 30 hari sekali. Mereka termasuk ikan livebearer, yang berarti betina akan melahirkan anak langsung. Masa kehamilan guppy umumnya berlangsung sekitar 21–30 hari, tergantung suhu air dan kualitas pakan. Rasio ideal untuk perkawinan dalam satu galon adalah satu jantan untuk dua atau tiga betina. Saat mendekati waktu melahirkan, sebaiknya betina dipisahkan atau disiapkan ruang aman agar burayak tidak dimakan induknya sendiri.
Untuk kualitas air, ikan guppy akan tumbuh baik pada pH air antara 6,8 hingga 7,8. Penting menjaga kadar amonia dan nitrit tetap rendah karena dapat meracuni ikan. Berikan pakan khusus ikan guppy yang mengandung nutrisi lengkap, seperti pelet atau makanan hidup seperti cacing sutra. Pakan harus secukupnya, tidak lebih dari yang bisa dimakan dalam 2-3 menit, untuk menghindari pencemaran air. Galon harus dicuci bersih dan diisi air yang sudah diendapkan 12–24 jam agar klorin menguap. Menambahkan tanaman air atau dekorasi dapat menciptakan lingkungan yang nyaman.
2. Ikan Molly (Poecilia sphenops)
Ikan Molly berukuran kecil dan sangat cocok untuk dipelihara dalam sistem akuaponik menggunakan galon bekas. Ikan molly dikenal mudah melahirkan di galon bekas, menjadikannya pilihan yang baik untuk budidaya rumahan. Molly termasuk ikan yang mudah beranak dan dapat dipelihara di galon.
3. Ikan Cupang (Betta splendens)
Ikan Cupang merupakan salah satu ikan hias paling populer di dunia karena kecantikan warna dan ekornya, serta cukup mudah dipelihara. Galon bekas dapat digunakan untuk budidaya ikan cupang. Air galon dapat digunakan dengan menambahkan daun ketapang dan garam ikan secukupnya untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perhatikan suhu dan kualitas air saat budidaya ikan cupang.
4. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus)
Ikan Platy adalah ikan hias kecil yang dikenal karena daya tahannya dan kemampuannya untuk hidup di dalam volume air yang terbatas. Mereka cocok untuk akuarium komunitas dengan Guppy dan Molly. Ikan platy mudah dipelihara dan tidak pemilih dalam hal pakan.
5. Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi)
Ikan Neon Tetra adalah spesies ikan air tawar populer yang terkenal karena warnanya yang cerah dan sifatnya yang damai. Meskipun beberapa sumber menyarankan akuarium 10 galon untuk kelompok kecil, ikan ini sering disebut sebagai ikan hias kecil yang cocok untuk akuarium mini. Ikan neon tetra dapat diternak dan lebih suka air yang lembut dan sedikit asam. Parameter air yang disarankan adalah suhu 22°C hingga 26°C, pH 6,0 hingga 7,5, dan kekerasan air 1 hingga 10 dGH.
6. Ikan Zebra Danio (Danio rerio)
Ikan Zebra Danio adalah ikan kelompok yang cocok untuk akuarium kecil. Mereka dikenal karena gerakannya yang lincah dan pola garis-garis yang menarik.
Tips Sukses Beternak Ikan di Galon
Meskipun beternak ikan di galon bekas terkesan mudah, ada beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan untuk memastikan keberhasilan dan kesehatan ikan. Volume galon air mineral sekitar 19 liter, yang merupakan kapasitas terbatas, sehingga pemilihan jenis ikan harus didasarkan pada ketahanan mereka terhadap fluktuasi kualitas air dan kebutuhan ruang gerak.
Kualitas air adalah faktor kunci dalam memelihara ikan di galon. Lakukan penggantian air setiap minggu untuk menjaga kebersihannya. Gunakan air yang sudah diendapkan selama 24 jam agar klorin dan bahan kimia berbahaya hilang, serta lakukan pengecekan pH air secara berkala. Untuk sirkulasi udara, buat lubang kecil di bagian atas galon atau potong leher galon agar memudahkan perawatan dan memastikan oksigen cukup.
Tambahkan tanaman air atau dekorasi lain untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan memberikan tempat bersembunyi bagi ikan. Ini juga membantu menjaga kualitas air dan memberikan rasa aman bagi ikan. Berikan pakan secukupnya, tidak berlebihan, untuk menghindari pencemaran air yang bisa membahayakan ikan.
Pilihlah indukan yang bagus dan berkualitas tinggi agar keturunan yang dihasilkan juga berkualitas dan tidak cacat. Indukan yang sehat dan lincah akan lebih siap untuk bereproduksi. Setelah melahirkan, induk sebaiknya diangkat agar anakan ikan tidak dimakan oleh induknya sendiri, karena burayak membutuhkan perhatian khusus dan rentan terhadap perubahan air serta kekurangan pakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ikan Dibudidayakan di Galon
1. Jenis ikan kecil apa saja yang cocok diternak di galon bekas?
Beberapa jenis ikan kecil yang cocok diternak di galon bekas antara lain Ikan Guppy, Ikan Molly, Ikan Cupang, Ikan Platy, Ikan Neon Tetra, dan Ikan Zebra Danio.
2. Mengapa galon bekas cocok untuk budidaya ikan?
Galon bekas cocok karena ukurannya yang mungil, mudah didapat, hemat biaya, dan tidak memakan banyak tempat, menjadikannya solusi cerdas untuk budidaya skala mikro.
3. Bagaimana cara menjaga kualitas air saat beternak ikan di galon?
Jaga kualitas air dengan penggantian air mingguan, gunakan air yang sudah diendapkan 24 jam, dan pantau pH air secara berkala.
4. Apakah ikan Guppy mudah diternak di galon?
Ya, ikan Guppy sangat mudah diternak di galon karena dikenal sebagai "raja produktivitas" yang melahirkan puluhan anak setiap 25-30 hari, serta mudah beradaptasi.
5. Apa saja tips penting untuk sukses beternak ikan di galon?
Tips penting meliputi pemilihan indukan berkualitas, pemberian pakan secukupnya, pemisahan induk setelah melahirkan, dan memastikan sirkulasi udara yang baik.

5 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)