Kunci Peternakan Skala Rumah yang Rapi, Kandang Anti Bau Tak Sedap

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Peternakan skala rumahan semakin diminati karena mampu menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan tambahan. Namun, tantangan terbesar dalam peternakan skala rumahan adalah menjaga kebersihan kandang tetap rapi dan tidak menimbulkan bau tak sedap. Selain soal bau, kerapian kandang juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan ternak pada peternakan skala rumahan. Kandang yang bersih membuat ternak lebih nyaman, nafsu makan meningkat, dan risiko penyakit dapat ditekan. Banyak peternak rumahan belum menyadari bahwa bau tak sedap biasanya muncul akibat manajemen kandang yang kurang tepat. Padahal, solusi untuk mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan cara sederhana dan biaya terjangkau. 

Salah satu manajemen kandang peternakan skala rumahan yang menarik ditelisik adalah GAYATRI (Gerakan Ayam Petelur Mandiri), salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui APBD 2025. Mengutip situs resmi Pemkab Bojonegoro, program ini dilakukan melalui pemberian bantuan berupa kandang, paket pakan, dan ayam petelur (54 ekor/KPM) kepada keluarga pra-sejahtera. Nursalim (36), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, salah satu penerima bantuan ini menceritakan pengalamannya terkait manajemen kandang ternak rumahan.

“Model kandangnya memang kandang bertingkat yang didesain kandang kering ya, soalnya memang tujuannya diberikan untuk rumah per rumah, jadi baik yang punya lahan luas atau sempit tetap bisa memelihara ayam (petelur, red),” tutur pria yang juga berprofesi sebagai petani itu saat ditemui Liputan6 di kediamannya pada Selasa (27/1/2026).  

1. Penataan Kandang yang Tepat Sejak Awal

Penataan kandang menjadi fondasi utama dalam peternakan skala rumahan yang rapi dan bebas bau. Kandang sebaiknya dibuat dengan jarak aman dari dapur atau ruang utama rumah agar sirkulasi udara tetap baik. Selain itu, arah kandang sebaiknya menghadap sumber cahaya matahari agar kelembapan dapat berkurang secara alami. 

Pemilihan bahan kandang juga memengaruhi kebersihan peternakan skala rumahan. Gunakan bahan yang mudah dibersihkan seperti bambu kering, kayu kuat, atau besi ringan. Hindari lantai tanah langsung karena mudah lembap dan menjadi sumber bau. Lantai kandang sebaiknya sedikit miring agar kotoran dan air mudah mengalir keluar.

2. Manajemen Kotoran yang Rutin dan Terjadwal

Kotoran ternak juga harus dibersihkan secara rutin setiap hari atau minimal dua kali sehari. Penumpukan kotoran akan memicu bau amonia yang menyengat dan berbahaya bagi ternak. 

“Kandang ayam dari pemerintah ini (Pemkab Bojonegoro, red) bahannya besi ringan dan didesain bertingkat. Jadi ayam kan bersih ya tidak langsung berkeliaran di tanah. Kalau kotorannya ya tetap jatuh ke tanah, nanti tinggal nyapu. Setiap hari saya nyapu kotorannya, kalau tidak gitu ya bau (tak sedap, red),” jelas pria yang akrab disapa Salim itu. 

Selain dibersihkan, kotoran dari peternakan skala rumahan bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Cara ini tidak hanya mengurangi bau, tetapi juga memberikan nilai tambah. Kotoran yang difermentasi dengan benar akan menghasilkan pupuk yang ramah lingkungan. Pengolahan ini membuat peternakan skala rumahan lebih berkelanjutan dan minim limbah.

3. Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Alami

Sirkulasi udara yang baik sangat penting dalam peternakan skala rumahan agar kandang tidak lembap dan bau. Kandang sebaiknya memiliki ventilasi cukup agar udara kotor bisa keluar dan udara segar masuk. Ventilasi alami lebih disarankan dibandingkan ruangan tertutup. Dengan aliran udara yang lancar, bau tak sedap bisa berkurang secara signifikan.

Pencahayaan alami dari sinar matahari juga membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Dalam peternakan skala rumahan, sinar matahari berfungsi sebagai disinfektan alami. Kandang yang terang cenderung lebih kering dan bersih. Kondisi ini membuat ternak lebih sehat dan kandang tampak rapi.

4. Pemilihan Pakan yang Tidak Menyebabkan Bau Menyengat

Jenis pakan sangat berpengaruh terhadap bau kotoran dalam peternakan skala rumahan. Pakan berkualitas baik akan menghasilkan kotoran yang tidak terlalu menyengat. Hindari pakan basi atau berkadar air tinggi karena dapat memperparah bau. Memberikan pakan sesuai kebutuhan ternak juga membantu pencernaan lebih optimal.

“Kalau soal pakan ini masih bantuan dari pemerintah ya, tapi berikutnya kalau paket pakan ini habis ya harus beli sendiri. Biasanya pakan-pakan ayam gini ya bahannya jagung, bekatul, entah apa lagi,” imbuh Salim. 

Selain itu, penambahan probiotik alami dalam pakan dapat membantu mengurangi bau kotoran. Probiotik membantu proses fermentasi dalam pencernaan ternak. Dalam peternakan skala rumahan, cara ini cukup efektif dan mudah diterapkan. Hasilnya, kandang tetap bersih dan bau bisa ditekan.

5. Kebersihan Peralatan dan Lingkungan Sekitar Kandang

Peralatan kandang seperti tempat pakan dan minum harus dibersihkan secara rutin dalam peternakan skala rumahan. Peralatan yang kotor bisa menjadi sumber bau dan penyakit. Membersihkan peralatan setidaknya sekali sehari akan menjaga kualitas lingkungan kandang. 

“Tempat minum ayam ini juga selalu saya bersihkan, memang dulu sosialisasinya juga begitu. Katanya biar ayam tetap sehat,” tandas pria bergelar sarjana itu.

Lingkungan sekitar kandang juga perlu diperhatikan agar peternakan skala rumahan tetap rapi. Pastikan tidak ada genangan air atau sampah di sekitar kandang. Lingkungan yang bersih akan mendukung sistem kandang anti bau. Dengan perawatan menyeluruh, kandang bisa tetap nyaman meski berada di area rumah.

Pertanyaan seputar Peternakan Skala Rumahan

1. Apa itu peternakan skala rumahan?

Peternakan skala rumahan adalah kegiatan beternak yang dilakukan di lingkungan rumah dengan jumlah ternak terbatas dan pengelolaan sederhana.

2. Bagaimana cara mengurangi bau kandang di rumah?

Bau kandang dapat dikurangi dengan pembersihan rutin, sirkulasi udara yang baik, serta pengelolaan kotoran yang tepat.

3. Apakah peternakan skala rumahan bisa dilakukan di lahan sempit?

Bisa, asalkan penataan kandang efisien dan jumlah ternak disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia.

4. Ternak apa yang cocok untuk peternakan skala rumahan?

Ayam, bebek, burung puyuh, dan kambing mini termasuk ternak yang cocok untuk peternakan skala rumahan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|