Pakan Sapi Tanpa Ngarit: Praktis, Hemat Biaya dan Efisien untuk Peternak Modern

6 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Metode pemeliharaan ternak saat ini telah mengalami transformasi besar, di mana pakan sapi tanpa ngarit menjadi solusi paling dicari oleh peternak yang ingin efisiensi waktu dan tenaga. Fenomena "ngarit" atau mencari rumput segar setiap hari sering kali menjadi penghambat utama bagi peternak yang memiliki pekerjaan sampingan atau ingin memelihara sapi dalam skala besar. Dengan memanfaatkan inovasi teknologi pakan, Anda kini bisa mencukupi kebutuhan gizi ternak tanpa harus turun ke sawah setiap sore.

Mengapa harus beralih ke pakan sapi tanpa ngarit? Banyak peternak modern mulai menyadari bahwa ketergantungan pada rumput segar memiliki risiko, terutama saat musim kemarau panjang. Metode ini memberikan stabilitas ketersediaan pakan sepanjang tahun tanpa terpengaruh cuaca. Selain itu, pakan olahan biasanya memiliki nutrisi yang lebih terkontrol dibandingkan rumput liar yang jenis dan gizinya tidak menentu.

Sistem ini memberikan efisiensi waktu dengan memangkas durasi mencari pakan, sekaligus mempercepat peningkatan bobot ternak melalui pakan olahan ber-TDN tinggi. Selain itu, aspek skalabilitasnya memungkinkan satu peternak mengelola puluhan ekor sapi secara mandiri dan produktif.

Jenis-Jenis Pakan Sapi Tanpa Ngarit yang Efektif

Ada berbagai pilihan bahan baku yang bisa digunakan untuk menyusun formula pakan tanpa hijauan segar. Kuncinya terletak pada keseimbangan antara serat kasar untuk sistem pencernaan ruminansia dan protein untuk pertumbuhan daging.

1. Pakan Konsentrat Pabrikan

Konsentrat adalah pakan penguat yang terdiri dari campuran berbagai bahan seperti dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, dan mineral. Penggunaan konsentrat murni sebagai pakan utama biasanya diterapkan pada sistem penggemukan intensif karena kandungan energinya yang sangat tinggi.

2. Pakan Lengkap (Complete Feed)

Ini adalah inovasi pakan yang sudah mencampur hijauan kering (seperti jerami atau klobot jagung) dengan konsentrat dalam satu kemasan. Complete feed dirancang agar sapi mendapatkan nutrisi seimbang tanpa perlu tambahan pakan lainnya, sehingga sangat praktis.

3. Limbah Pertanian Terolah

Limbah seperti jerami padi, kulit kopi, ampas tahu, hingga gedebog pisang bisa diubah menjadi pakan berkualitas melalui proses pengolahan tertentu. Limbah ini biasanya melimpah dan murah, sehingga sangat menekan biaya produksi peternakan.

Lanjut baca

Meskipun tidak menggunakan rumput segar, sapi tetap membutuhkan sumber serat kasar yang cukup untuk menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Beberapa alternatif hijauan kering yang umum digunakan dalam sistem pakan sapi tanpa ngarit antara lain jerami padi, klobot jagung, dan pucuk tebu. Bahan-bahan ini biasanya tersedia melimpah di daerah pertanian setelah panen. Pemanfaatan Jerami Padi Jerami padi adalah salah satu limbah pertanian yang paling sering dimanfaatkan sebagai pakan sapi. Meskipun kandungan nutrisinya rendah, jerami menyediakan serat kasar yang penting untuk fungsi rumen sapi. Agar jerami lebih mudah dicerna dan disukai sapi, dapat dilakukan proses pencacahan atau perendaman sebelum diberikan. Pemanfaatan Klobot Jagung Klobot jagung atau daun pembungkus tongkol jagung juga merupakan sumber serat kasar yang baik. Sama seperti jerami padi, klobot jagung perlu diolah terlebih dahulu, misalnya dengan dicacah, agar lebih mudah dikonsumsi oleh sapi. Pemanfaatan Pucuk Tebu Pucuk tebu adalah bagian atas tanaman tebu yang biasanya tidak digunakan dalam proses pembuatan gula. Bagian ini mengandung cukup serat dan gula, sehingga bisa menjadi sumber pakan alternatif yang disukai sapi, terutama di daerah perkebunan tebu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|