Liputan6.com, Jakarta - Tanaman buah membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang agar mampu tumbuh subur, berbunga optimal, serta menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas. Tanpa pemupukan yang tepat, tanaman buah sering mengalami masalah seperti pertumbuhan lambat, bunga rontok, hingga buah kecil dan rasanya kurang manis. Oleh karena itu, pemilihan pupuk yang sesuai menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya tanaman buah.
Setiap jenis tanaman buah memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, tergantung pada fase pertumbuhan dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Pada fase vegetatif, tanaman membutuhkan unsur hara untuk pertumbuhan daun dan batang, sedangkan pada fase generatif, unsur hara tertentu sangat berperan dalam pembentukan bunga dan buah. Kesalahan dalam memilih jenis pupuk dapat membuat tanaman terlihat hijau, tetapi minim hasil panen.
Selain jenis pupuk, waktu dan cara pemberian pupuk juga sangat memengaruhi efektivitas penyerapan nutrisi oleh tanaman. Pupuk yang diberikan secara berlebihan justru dapat merusak akar dan mengganggu keseimbangan unsur hara di dalam tanah. Oleh sebab itu, pemahaman dasar mengenai fungsi masing-masing pupuk sangat diperlukan, baik untuk pekebun rumahan maupun petani skala besar.
Berikut beberapa pilihan pupuk terbaik untuk tanaman buah-buahan yang terbukti membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih subur dan produktif yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1). Setiap jenis pupuk dijelaskan secara mendalam, mulai dari manfaat, kandungan nutrisi, hingga cara penggunaannya.
1. Pupuk Kandang sebagai Sumber Nutrisi Alami yang Lengkap
Pupuk kandang merupakan salah satu jenis pupuk organik yang paling umum digunakan untuk tanaman buah-buahan. Pupuk ini berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kambing, atau ayam yang telah melalui proses fermentasi. Kandungan unsur hara makro dan mikro di dalam pupuk kandang membantu memperbaiki kesuburan tanah secara alami.
Selain menyediakan nutrisi, pupuk kandang juga berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah. Tanah menjadi lebih gembur, memiliki daya simpan air yang baik, serta mendukung pertumbuhan mikroorganisme bermanfaat. Kondisi tanah yang sehat membuat akar tanaman buah dapat berkembang lebih optimal dan menyerap nutrisi dengan lebih efektif.
Penggunaan pupuk kandang sangat cocok diaplikasikan pada tahap awal penanaman maupun sebagai pupuk dasar. Pemberian secara rutin dengan dosis yang tepat membantu tanaman buah tumbuh stabil dan tahan terhadap stres lingkungan. Pupuk ini juga relatif aman digunakan dalam jangka panjang tanpa merusak keseimbangan tanah.
2. Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah
Pupuk kompos dihasilkan dari proses penguraian bahan organik seperti sisa tanaman, daun kering, dan limbah dapur. Pupuk ini kaya akan bahan organik yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Kompos membantu menyediakan nutrisi secara bertahap sehingga tanaman tidak mengalami kelebihan unsur hara.
Keunggulan pupuk kompos terletak pada kemampuannya memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah. Tanah yang diberi kompos menjadi lebih hidup karena aktivitas mikroorganisme meningkat. Mikroorganisme ini berperan dalam menguraikan unsur hara sehingga lebih mudah diserap oleh akar tanaman buah.
Pupuk kompos dapat digunakan secara mandiri atau dikombinasikan dengan pupuk lain. Aplikasinya bisa dilakukan dengan cara ditabur di sekitar perakaran atau dicampur ke dalam tanah. Penggunaan kompos secara rutin membantu tanaman buah tumbuh lebih sehat dan berbuah lebih konsisten.
3. Pupuk NPK untuk Mendukung Pertumbuhan dan Pembuahan
Pupuk NPK merupakan pupuk anorganik yang mengandung tiga unsur hara utama, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Nitrogen berperan dalam pertumbuhan daun dan batang, fosfor mendukung pembentukan akar dan bunga, sedangkan kalium membantu meningkatkan kualitas buah. Kombinasi ketiganya membuat pupuk NPK sangat efektif untuk tanaman buah.
Penggunaan pupuk NPK perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pada fase vegetatif, kandungan nitrogen lebih dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan. Sementara itu, pada fase pembungaan dan pembuahan, fosfor dan kalium berperan lebih dominan untuk mendukung pembentukan buah.
Pemberian pupuk NPK sebaiknya dilakukan dengan dosis yang tepat agar tidak merusak tanaman. Aplikasi yang berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi keras dan menurunkan kesuburan jangka panjang. Dengan penggunaan yang bijak, pupuk NPK mampu meningkatkan produktivitas tanaman buah secara signifikan.
4. Pupuk Kalium untuk Memperbaiki Kualitas Buah
Kalium merupakan unsur hara penting yang sangat berpengaruh terhadap kualitas buah. Tanaman buah yang mendapatkan asupan kalium cukup cenderung menghasilkan buah dengan ukuran lebih besar, rasa lebih manis, dan warna lebih menarik. Selain itu, kalium juga membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Pupuk kalium biasanya diberikan saat tanaman mulai memasuki fase pembungaan hingga pembuahan. Pada tahap ini, tanaman membutuhkan energi besar untuk membentuk buah secara optimal. Kekurangan kalium sering menyebabkan buah mudah rontok dan kualitas panen menurun.
Penggunaan pupuk kalium dapat dilakukan dalam bentuk pupuk tunggal atau sebagai bagian dari pupuk majemuk. Aplikasinya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan asupan kalium yang cukup, hasil panen buah menjadi lebih maksimal dan bernilai jual tinggi.
5. Pupuk Fosfor untuk Merangsang Pembungaan
Fosfor memiliki peran penting dalam pembentukan bunga dan perkembangan akar tanaman buah. Unsur ini membantu proses fotosintesis dan transfer energi di dalam tanaman. Tanaman yang mendapatkan fosfor cukup akan memiliki sistem perakaran yang kuat dan mampu menopang pertumbuhan buah dengan baik.
Kekurangan fosfor sering ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang lambat dan minim bunga. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada hasil panen buah. Oleh karena itu, pupuk fosfor sangat penting diberikan terutama sebelum dan selama masa pembungaan.
Pupuk fosfor dapat diaplikasikan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan. Penggunaannya yang tepat membantu meningkatkan jumlah bunga dan memperbesar peluang terbentuknya buah. Dengan manajemen fosfor yang baik, tanaman buah dapat tumbuh lebih produktif.
6. Pupuk Organik Cair untuk Penyerapan Nutrisi Cepat
Pupuk organik cair memiliki keunggulan dalam hal kecepatan penyerapan oleh tanaman. Nutrisi yang terkandung di dalamnya lebih mudah diserap melalui daun maupun akar. Hal ini menjadikan pupuk organik cair sangat efektif sebagai pupuk tambahan untuk tanaman buah.
Selain menyediakan unsur hara, pupuk organik cair juga mengandung hormon pertumbuhan alami. Kandungan ini membantu merangsang pembentukan bunga dan buah. Penggunaan secara rutin dapat meningkatkan vitalitas tanaman dan mempercepat proses pembuahan.
Aplikasi pupuk organik cair dapat dilakukan dengan cara disemprotkan ke daun atau disiram ke tanah. Dosis dan frekuensi penggunaan perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Dengan pemakaian yang tepat, pupuk ini membantu tanaman buah tumbuh lebih sehat dan produktif.
7. Pupuk Hayati untuk Menunjang Kesuburan Tanah Jangka Panjang
Pupuk hayati mengandung mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi tanaman dan tanah. Mikroorganisme ini membantu mengikat unsur hara, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman buah. Pupuk hayati sangat cocok digunakan untuk budidaya berkelanjutan.
Keunggulan pupuk hayati terletak pada kemampuannya meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang. Tanah menjadi lebih subur dan tidak cepat rusak meski digunakan terus-menerus. Kondisi ini sangat penting untuk tanaman buah yang umumnya ditanam dalam waktu lama.
Penggunaan pupuk hayati sebaiknya dikombinasikan dengan pupuk organik atau anorganik lainnya. Kombinasi ini membantu menciptakan keseimbangan nutrisi yang optimal. Dengan dukungan pupuk hayati, tanaman buah dapat tumbuh stabil dan menghasilkan panen yang konsisten.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Kapan waktu terbaik memberi pupuk pada tanaman buah?
Waktu terbaik adalah pagi atau sore hari agar nutrisi terserap maksimal.
2. Apakah pupuk organik lebih baik daripada pupuk kimia?
Keduanya baik jika digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang tepat.
3. Berapa sering tanaman buah perlu dipupuk?
Umumnya setiap 1–2 bulan tergantung jenis pupuk dan kondisi tanaman.
4. Apakah pupuk bisa membuat buah lebih manis?
Ya, terutama pupuk yang mengandung kalium dan fosfor.

4 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)