Ternak Belut Media Jerami, Panduan Praktis Budidaya di Rumah Sampai Panen

2 days ago 5

Sebelum memulai ternak belut media jerami, Anda harus memahami bahwa media adalah kunci keberhasilan 80% dari proses budidaya. Media yang "matang" dicirikan dengan tidak adanya bau gas amonia yang menyengat dan tumbuhnya tanaman indikator di atasnya dengan subur.

Menurut panduan teknis dari Dinas Perikanan Kabupaten Badung, komposisi yang disarankan meliputi campuran lumpur sawah, jerami, dan bahan pendukung lainnya untuk menciptakan ekosistem yang seimbang.

 1. Lumpur Sawah (Komposisi 50%)

Lumpur sawah bertindak sebagai fondasi utama atau "rumah" bagi belut. Secara insting, belut memerlukan media yang lembut untuk bersembunyi dan bergerak tanpa melukai kulitnya yang licin dan sensitif.

Fungsi Utama: Memberikan tekanan fisik yang alami bagi tubuh belut sehingga mereka merasa seperti di habitat aslinya. Lumpur juga berfungsi menyimpan kelembapan lebih lama dibandingkan tanah biasa.

Catatan Penting: Anda harus memastikan lumpur benar-benar bersih dari kerikil, pecahan kaca, atau benda tajam lainnya. Luka kecil pada kulit belut akibat gesekan benda tajam dapat menyebabkan infeksi jamur yang berujung pada kematian massal.

2. Jerami Padi atau Damen (Komposisi 10%)

Jerami merupakan komponen kunci dalam teknik ternak belut media jerami. Tanpa jerami, lumpur sawah cenderung akan memadat seiring berjalannya waktu, yang dapat menjepit pergerakan belut.

Fungsi Utama: Sebagai agen "aerasi" atau penggembur. Serat jerami menciptakan rongga-rongga kecil di dalam lumpur sehingga oksigen bisa masuk ke lapisan bawah. Selain itu, saat membusuk, jerami berubah menjadi humus yang kaya akan nutrisi organik.

Manfaat Tambahan: Jerami yang melapuk akan mengundang berbagai mikroorganisme bermanfaat yang menjaga keseimbangan ekosistem kolam.

3. Gedebog Pisang (Komposisi 15%)

Batang pisang atau gedebog yang dicacah berfungsi sebagai pendingin alami (AC) di dalam media lumpur.

Fungsi Utama: Gedebog pisang memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan bersifat dingin. Ini sangat krusial untuk menjaga suhu media tetap stabil di angka 25-28 derajat Celsius, terutama jika Anda menggunakan wadah dari plastik atau drum yang mudah menyerap panas matahari.

Manfaat Tambahan: Cairan dari batang pisang mengandung zat yang dapat membantu menetralkan tingkat keasaman (pH) lumpur agar tetap ideal bagi pertumbuhan belut.

4. Pupuk Kandang/Kohe Sapi (Komposisi 15%)

Penggunaan kotoran hewan (kohe) sapi yang sudah kering bertujuan untuk menghidupkan rantai makanan alami di dalam kolam.

Fungsi Utama: Menjadi sumber nutrisi utama bagi tumbuhnya plankton, kutu air, dan cacing sutra. Dengan adanya pakan alami ini, belut kecil bisa makan kapan saja tanpa harus menunggu jadwal pemberian pakan dari peternak.

Catatan Penting: Pastikan kohe sapi sudah benar-benar kering dan matang (tidak panas/berbau menyengat). Kohe yang masih baru dapat menyebabkan suhu kolam meningkat drastis dan membunuh belut.

5. Mikroba Dekomposer (EM4)

EM4 (Effective Microorganisms 4) adalah larutan berisi bakteri menguntungkan yang bertugas sebagai "mesin pengolah" limbah organik.

Fungsi Utama: Mempercepat proses dekomposisi atau pembusukan jerami, gedebog, dan pupuk kandang. Tanpa EM4, proses pembusukan alami akan menghasilkan gas amonia dan metana yang bersifat racun bagi belut.

Manfaat Tambahan: Bakteri dalam EM4 akan menekan pertumbuhan bakteri patogen (jahat) di dalam kolam, sehingga belut memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap serangan penyakit.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|