Ternak Ikan Guppy dalam Galon Bekas, Modal Kecil Untung Besar untuk Pemula

6 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Ternak ikan hias kini menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang semakin diminati karena tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dijalankan siapa saja, termasuk pemula yang belum punya pengalaman. Salah satu jenis ikan yang paling populer untuk diternakkan adalah ikan guppy karena perawatannya relatif mudah, cepat berkembang biak, dan memiliki banyak varian warna yang menarik minat pasar. Dengan kreativitas, media sederhana seperti galon bekas pun bisa disulap menjadi wadah ternak yang fungsional dan ekonomis.

Penggunaan galon bekas sebagai tempat ternak guppy menjadi solusi cerdas bagi orang yang ingin memulai usaha dengan modal kecil namun tetap berpeluang menghasilkan keuntungan. Selain hemat biaya, galon mudah didapat, tidak memakan tempat, serta cocok digunakan di rumah, kos, maupun pekarangan sempit. Jika dikelola dengan benar, ternak guppy di galon bekas bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga bisa berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Mengenal Ikan Guppy dan Potensi Bisnisnya

Ikan guppy dikenal sebagai ikan hias air tawar yang memiliki ukuran kecil, warna cerah, serta sifat yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Keunggulan utama guppy adalah kemampuannya berkembang biak dengan cepat, di mana satu indukan betina bisa melahirkan puluhan anakan dalam satu kali masa kehamilan. Hal inilah yang membuat guppy sangat cocok untuk dijadikan komoditas ternak, terutama bagi pemula yang ingin belajar dari proses sederhana namun produktif.

Dari sisi pasar, ikan guppy memiliki peminat yang luas mulai dari penghobi rumahan hingga kolektor ikan hias. Varian seperti guppy full red, blue dragon, cobra, hingga albino sering diburu karena coraknya unik dan warnanya mencolok. Harga jualnya pun cukup bervariasi, mulai dari ribuan rupiah per ekor untuk kualitas standar hingga puluhan ribu bahkan lebih untuk kelas kontes, sehingga peluang keuntungannya cukup fleksibel sesuai kualitas hasil ternak.

Potensi bisnis guppy juga terbilang stabil karena permintaannya tidak musiman dan relatif terus ada. Selain bisa dijual secara langsung ke pasar ikan atau toko akuarium, guppy juga laku keras di platform online dan media sosial. Dengan manajemen ternak yang baik, modal kecil yang dikeluarkan bisa berkembang secara bertahap menjadi usaha skala rumahan yang konsisten menghasilkan.

Kelebihan Ternak Guppy Menggunakan Galon Bekas

Sebelum memulai, penting memahami mengapa galon bekas menjadi pilihan tepat untuk media ternak guppy. Selain murah, galon juga praktis dan mudah diatur sesuai kebutuhan pemula. Berikut beberapa kelebihannya:

  • Hemat biaya awal, karena galon bekas mudah didapat tanpa harus membeli akuarium mahal.
  • Tidak memakan banyak tempat, sehingga cocok ditempatkan di teras, dapur, halaman, atau kos.
  • Mudah dikontrol, baik dari segi jumlah ikan, kualitas air, maupun kebersihannya.
  • Praktis untuk pemula, karena ukuran galon tidak terlalu besar sehingga perawatan lebih ringan.
  • Fleksibel dikembangkan, jika berhasil, jumlah galon bisa ditambah tanpa perlu renovasi besar.

Persiapan Alat dan Bahan

Agar ternak berjalan lancar, ada beberapa alat dan bahan penting yang perlu disiapkan sejak awal. Persiapan yang baik akan mengurangi risiko kematian ikan dan membuat proses lebih efisien. Berikut daftar yang perlu kamu siapkan:

  • Galon bekas yang bersih dan aman, sebaiknya dari bahan plastik tebal dan tidak bocor.
  • Air bersih yang sudah diendapkan, agar bebas kaporit dan lebih aman bagi guppy.
  • Indukan jantan dan betina berkualitas, sehat, aktif, dan warnanya cerah.
  • Pakan guppy, baik pakan kering, remah, maupun pakan alami seperti kutu air.
  • Selang kecil atau gayung, untuk memudahkan penggantian air tanpa mengganggu ikan.

Cara Menyiapkan Galon Bekas untuk Kolam Guppy

Galon tidak bisa langsung dipakai begitu saja, tetapi perlu disiapkan agar aman bagi ikan. Tahapan ini penting supaya guppy tidak stres atau mudah sakit. Berikut cara menyiapkannya:

  • Cuci galon hingga bersih, pastikan tidak ada sisa bahan kimia, bau, atau kotoran yang menempel.
  • Isi air yang sudah diendapkan 12–24 jam, agar kandungan klorin menguap dan air lebih stabil.
  • Atur volume air secukupnya, jangan terlalu penuh supaya ikan punya ruang bergerak dan mudah dirawat.
  • Letakkan galon di tempat teduh, tidak terkena matahari langsung agar suhu air tetap stabil.
  • Tambahkan aerasi ringan jika perlu, terutama jika populasi ikan mulai padat.

Teknik Memilih Indukan Guppy yang Bagus

Memilih indukan merupakan kunci utama keberhasilan ternak guppy karena kualitas anakan sangat dipengaruhi oleh kondisi induknya. Indukan jantan yang baik biasanya memiliki warna cerah, sirip terbuka sempurna, gerakan lincah, serta tidak menunjukkan tanda penyakit seperti jamur atau sirip rusak. Jantan yang aktif akan lebih mudah membuahi betina dan menghasilkan keturunan berkualitas.

Untuk indukan betina, pilih yang tubuhnya agak besar, perut membulat, serta tidak terlihat kurus atau lemas. Betina yang sehat biasanya berenang stabil dan tidak sering diam di dasar galon. Hindari memilih betina yang terlalu kecil karena biasanya belum siap kawin dan berisiko melahirkan anakan yang lemah atau sedikit.

Rasio ideal dalam satu galon adalah satu jantan untuk dua atau tiga betina agar proses perkawinan berjalan efektif tanpa membuat betina stres. Jika terlalu banyak jantan, betina bisa terus dikejar dan akhirnya kelelahan. Sebaliknya, jika terlalu sedikit jantan, proses pembuahan bisa kurang optimal.

Selain itu, sebaiknya indukan berasal dari sumber terpercaya atau hasil seleksi sendiri, bukan ikan yang sudah terlalu lama di pasar. Indukan yang terbiasa hidup di lingkungan bersih akan lebih mudah beradaptasi di galon dan menghasilkan burayak yang sehat serta cepat tumbuh.

Proses Perkawinan dan Pemijahan Guppy

Setelah indukan dimasukkan ke dalam galon, proses perkawinan biasanya berlangsung secara alami tanpa perlakuan khusus. Guppy termasuk ikan livebearer, artinya betina akan melahirkan anak langsung, bukan bertelur. Dalam kondisi nyaman, jantan akan aktif mendekati betina dan melakukan pembuahan secara perlahan.

Betina yang telah dibuahi akan menunjukkan tanda-tanda hamil seperti perut semakin membesar dan muncul bercak hitam di bagian belakang perut. Masa kehamilan guppy umumnya berlangsung sekitar 21–30 hari tergantung suhu air dan kualitas pakan. Selama masa ini, betina perlu diberi pakan cukup agar stamina tetap terjaga.

Saat mendekati waktu melahirkan, sebaiknya betina dipisahkan atau disiapkan ruang aman agar burayak tidak dimakan induknya sendiri. Setelah melahirkan, induk bisa segera diangkat agar anakan guppy bisa tumbuh dengan aman di dalam galon.

Cara Merawat Burayak Guppy di Galon

Burayak guppy membutuhkan perhatian khusus karena masih sangat rentan terhadap perubahan air dan kekurangan pakan. Setelah lahir, anakan sebaiknya dibiarkan di galon yang airnya bersih dan stabil agar tidak stres. Pastikan tidak ada induk dewasa yang bisa memangsa burayak.

Untuk pakan awal, burayak bisa diberi pakan halus seperti remahan pelet yang ditumbuk, kuning telur rebus yang sangat sedikit, atau kutu air ukuran kecil. Pemberian pakan dilakukan sedikit tapi sering agar anakan mendapatkan nutrisi tanpa membuat air cepat keruh.

Penggantian air dilakukan secara bertahap, misalnya 10–20 persen setiap dua atau tiga hari, agar kualitas air tetap baik tanpa mengganggu pertumbuhan burayak. Dengan perawatan konsisten, burayak akan tumbuh cepat dan siap diseleksi dalam beberapa minggu.

Manajemen Pakan agar Cepat Besar dan Warna Cerah

Pakan sangat menentukan kecepatan tumbuh dan kualitas warna guppy. Untuk indukan maupun anakan, kombinasi pakan buatan dan pakan alami sangat dianjurkan karena bisa memenuhi kebutuhan protein sekaligus memperindah warna tubuh ikan. Pakan alami seperti kutu air atau cacing sutra mampu merangsang pertumbuhan lebih cepat.

Frekuensi pemberian pakan idealnya dua hingga tiga kali sehari dengan porsi secukupnya. Jangan memberi pakan berlebihan karena sisa makanan bisa mengendap dan membuat air cepat kotor, yang akhirnya memicu penyakit. Lebih baik memberi sedikit tapi rutin daripada banyak sekaligus.

Selain jumlah, perhatikan juga kualitas pakan. Gunakan pakan yang masih segar dan tidak berbau. Untuk meningkatkan warna, kamu bisa memilih pakan yang mengandung spirulina atau karotenoid agar warna guppy lebih tajam dan menarik saat dijual.

Manajemen pakan yang baik juga berarti menyesuaikan jenis pakan dengan usia ikan. Burayak membutuhkan tekstur halus, sedangkan guppy remaja dan dewasa bisa diberi pelet lebih besar. Dengan pola makan teratur, guppy akan tumbuh sehat, aktif, dan bernilai jual tinggi.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah galon aman untuk ternak guppy?

Aman, asalkan dibersihkan dengan baik dan airnya diendapkan sebelum digunakan.

2. Berapa jumlah guppy ideal dalam satu galon?

Sekitar 5–10 ekor dewasa agar tidak terlalu padat dan mudah dirawat.

3. Seberapa sering mengganti air galon?

Cukup 10–20 persen setiap 2–3 hari agar kualitas air tetap stabil.

4. Kapan guppy bisa dijual?

Biasanya setelah umur 1–2 bulan saat warna mulai keluar dan tubuh cukup besar.

5. Apakah ternak guppy cocok untuk pemula?

Sangat cocok karena perawatannya mudah dan modal awalnya kecil.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|