Ternak Ikan Lele vs Ikan Gabus, Mana yang Lebih Menguntungkan di Tahun 2026?

5 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Memulai bisnis budidaya ikan air tawar sering kali mendatangkan dilema antara memilih ikan lele atau ikan gabus. Keduanya dikenal sebagai komoditas unggulan yang memiliki pangsa pasar luas di Indonesia, namun masing-masing menawarkan karakteristik bisnis yang sangat berbeda. Ikan lele sering menjadi primadona bagi pemula karena perputaran modalnya yang sangat cepat, sementara ikan gabus mulai banyak dilirik karena nilai jualnya yang tinggi di sektor kesehatan dan kuliner premium. 

Di tengah fluktuasi harga pakan dan dinamika pasar tahun 2026, menentukan pilihan yang tepat memerlukan analisis mendalam terkait durasi panen, besaran modal, hingga potensi profit bersih per kilogramnya. Simak perbandingan antara ternak ikan lele dan ikan gabus  agar membantu dalam menentukan jenis ikan mana yang paling sesuai dengan target keuntungan dan kondisi sumber daya yang dimiliki.

Apa Perbedaan Ikan Lele dan Ikan Gabus?

Secara fisik dan karakteristik, ikan lele dan ikan gabus memiliki perbedaan yang sangat mencolok meskipun keduanya merupakan predator air tawar yang tangguh. Ikan lele mudah dikenali dari tubuhnya yang licin tanpa sisik, memiliki kumis panjang di sekitar mulut sebagai alat sensor, serta bentuk kepala yang agak pipih dengan senjata perlindungan berupa patil. 

Sementara itu, ikan gabus memiliki tubuh yang lebih bulat memanjang, tertutup oleh sisik yang kasar, dan bentuk kepala yang menyerupai ular sehingga sering dijuluki sebagai snakehead. Dari segi kebiasaan hidup, ikan lele lebih fleksibel di air yang keruh atau rendah oksigen, sedangkan ikan gabus cenderung menyukai perairan yang lebih jernih atau bervegetasi.

Perbedaan Keuntungan Ternak Ikan Lele vs Ikan Gabus

1. Kecepatan Perputaran Modal

Ikan lele sangat unggul dalam hal kecepatan. Dengan masa panen hanya sekitar 2-3 bulan, peternak bisa mendapatkan uang kembali dan profitnya dalam waktu singkat. Jenis ikan ini sangat cocok untuk pebisnis yang mengandalkan perputaran modal harian atau bulanan untuk operasional.

Sedangkan Ikan gabus membutuhkan kesabaran ekstra karena masa pertumbuhannya lebih lambat, yakni sekitar 5-7 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Hal ini berarti modal akan mengendap lebih lama di dalam kolam sebelum akhirnya bisa dipanen.

Lanjut baca

2. Nilai Jual dan Margin Keuntungan per Kilogram Harga jual ikan lele cenderung stabil namun kompetitif yaitu berada di kisaran Rp31.000 - Rp45.000 per kg. Harga ikan lele yang terjangkau inilah yang dapat membuat margin keuntungan per ekor tidak terlalu besar, sehingga peternak harus bermain dalam kuantitas/volume besar untuk meraup untung melimpah. Dibandingkan ikan lele, ikan gabus lebih menawarkan profit margin yang jauh lebih tinggi. Harga jualnya bisa mencapai Rp60.000 - Rp90.000 per kg. Dengan biaya pakan yang tidak jauh berbeda dari lele, keuntungan bersih yang didapatkan per kilogram ikan gabus jauh lebih besar. 3. Target Pasar dan Kemudahan Penjualan Ikan lele memiliki target pasar yang sangat luas. Hampir setiap warung makan, pasar tradisional, hingga katering membutuhkan pasokan lele setiap hari. Mencari pembeli lele jauh lebih mudah karena permintaannya yang masif. Ikan gabus memiliki target pasar yang lebih spesifik atau niche market. Selain untuk konsumsi restoran spesialis, ikan gabus sangat dicari oleh industri farmasi sebagai bahan ekstrak albumin. Pangsa pasarnya lebih eksklusif dan sering kali membutuhkan jaringan pemasaran yang lebih terarah dibandingkan lele. 4. Ketahanan dan Kemudahan Budidaya Ikan lele dikenal sebagai ikan yang sangat tangguh. Lele bisa hidup di lingkungan air yang minim oksigen dan padat tebar tinggi. Hal ini memungkinkan peternak menghemat lahan dengan menggunakan sistem seperti Bioflok. Lain halnya dengan ikan leles, jenis ikan gabus relatif lebih menantang dalam hal perawatan air. Ikan gabus memerlukan kualitas air yang lebih bersih agar pertumbuhannya optimal. Namun, ikan gabus memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit jika lingkungan kolam terjaga dengan baik. 5. Risiko Kematian dan Kanibalisme Kedua ikan ini sama-sama memiliki sifat kanibal yaitu suka memakan sesama jika lapar atau beda ukuran. Namun, pengendalian kanibalisme pada ikan lele lebih mudah dilakukan dengan penyortiran rutin setiap 2 minggu. Pada ikan gabus, sifat liarnya sedikit lebih tinggi sehingga manajemen pemberian pakan harus sangat disiplin agar tingkat kematian tetap rendah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|