Liputan6.com, Jakarta - Di tengah padatnya permukiman kota Yogyakarta, konsep memiliki kebun sayur pribadi seringkali terasa mustahil karena keterbatasan lahan. Namun, Kampung Suryatmajan telah membuktikan sebaliknya. Wilayah yang juga dikenal sebagai Desa Wisata ini sukses menyulap gang-gang sempit dan sudut-sudut tak terpakai menjadi sebuah oase hijau yang subur dan produktif, bahkan menarik perhatian sebagai "Kampung Hijau" yang asri.
Upaya kolektif warga ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjawab tantangan ketersediaan pangan di skala rumah tangga, menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat kebersamaan adalah kunci utama dalam menciptakan kemandirian pangan di kawasan perkotaan. Semangat inilah yang membuat kisah sukses berkebun ala Kampung Sayur Suryatmajan sangat inspiratif untuk ditiru.
Dengan memanfaatkan beragam media tanam, mulai dari pot hingga teknik hidroponik sederhana, warga berhasil menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, sawi, terong, dan cabai, yang hasilnya bahkan mampu dipasok untuk kebutuhan warga setempat dan kegiatan sosial. Berikut kisah dan tips berkebun skala rumah tangga ala Kampung Sayur Suryatmajan bersama Widadi (52), selaku Ketua Kampung Wisata Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta yang diwawancarai oleh Liputan6 pada Kamis (29/01/2026).
Awal Mula Kampung Sayur Suryatmajan Yogyakarta
Kampung Suryatmajan, yang berlokasi strategis di timur kawasan Malioboro, menghadapi tantangan umum permukiman padat di perkotaan, yaitu keterbatasan lahan. Di tengah lorong-lorong sempit perumahan, ide untuk memaksimalkan potensi wilayah pun muncul pada tahun 2019 saat COVID-19 pertama kali merebak. Kondisi pandemi inilah yang secara tidak terduga menjadi pemicu utama lahirnya inisiatif berkebun secara masif.
Kebutuhan akan ketahanan pangan mandiri di tingkat rumah tangga mendorong komunitas masyarakat untuk mencari solusi kreatif dan memberdayakan sumber daya lokal. Inisiatif tersebut kemudian diwujudkan melalui program Pelatihan dan Budidaya Lorong Sayur yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Suryatmajan.
"Yang terpilih adalah lorong sayur ini, karena dulu di sini tu untuk tempat pembuangan sampah, kotor, gak ada lampu. Jadi dari pihak kelurahan serta pengurus kampung yang ada memilih tempat ini untuk dijadikan lorong sayur dan diberi nama SuryaTani tahun 2019," jelas Widadi.
"Program ini karena adanya COVID itu. Untuk meningkatkan stamina warga biar tidak takut dengan COVID. Biar tetap semangat. Dan dari hasil panen itu kan itu juga untuk kepentingan warga," tambahnya.
Urban Farming di Lorong Gang
Dengan semangat gotong royong, gang-gang yang tadinya hanya lorong biasa mulai dipenuhi pot, polybag, dan instalasi hidroponik. Dari gerakan menanam di lorong-lorong tersebut, kawasan ini kemudian berkembang pesat dan dikenal sebagai "Kampung Hijau" yang asri.
"Kita berjumlah 30 orang dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak muda. Karena waktu itu kan aktivitas untuk bekerja itu juga enggak ada. Makanya kegiatan ini dilakukan untuk membantu mengisi keseharian warga juga." pungkasnya.
Keberhasilan warga dalam mengelola kebun sayur skala rumah tangga ini menarik perhatian banyak pihak, mengukuhkan citra Suryatmajan sebagai contoh sukses implementasi urban farming di lahan terbatas. Pada akhirnya, semangat kemandirian pangan ini menyatu dengan rencana pengembangan pariwisata.
Setelah pandemi mereda, inisiatif Kampung Wisata Suryatmajan diresmikan pada Maret 2023, di mana konsep berkebun sayur, bersama dengan pengembangan UMKM kuliner jamur oleh kelompok Surya Tani menjadi salah satu daya tarik utama dan bukti nyata dari potensi pemberdayaan masyarakat yang berawal dari kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
Tips Berkebun Skala Rumah Tangga ala Kampung Sayur Suryatmajan
Setelah mengetahui kisah inspiratif di balik terciptanya Kampung Sayur Suryatmajan, kini saatnya Anda mempraktikkan rahasia sukses mereka di rumah. Warga Suryatmajan telah membuktikan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukanlah halangan untuk menanam sayuran sendiri.
Kunci utamanya terletak pada kreativitas dalam memanfaatkan ruang dan memilih teknik berkebun yang tepat. Berikut adalah serangkaian tips praktis yang bisa Anda tiru untuk memulai atau mengembangkan kebun sayur rumah tangga Anda agar hasilnya maksimal.
1. Memaksimalkan Ruang dengan Teknik Vertikal dan Wadah Daur Ulang
Prinsip utama berkebun di lahan terbatas perkotaan adalah tidak ada lahan yang terlalu sempit untuk ditanami. Untuk menyiasati keterbatasan ruang di lorong-lorong padat perkotaan, Anda bisa mengadopsi metode vertikultur atau kebun vertikal. Teknik ini memungkinkan penanaman secara bertingkat dengan memanfaatkan dinding, pagar, atau rak susun, sehingga memaksimalkan ruang secara horizontal dan vertikal.
Anda bisa menggunakan berbagai media untuk berkebun vertikal, seperti rak bertingkat, panel modular, atau bahkan struktur terracing di lahan berundak. Penerapan teknik ini sangat efisien, bahkan diklaim mampu menghemat lahan hingga 70%, menjadikannya solusi ideal bagi Anda yang hanya memiliki balkon, teras sempit, atau sepetak dinding kosong.
2. Pilih Jenis Tanaman yang Cepat Panen dan "Tahan Banting"
Untuk mempertahankan semangat berkebun di lahan terbatas, penting untuk memulai dengan jenis sayuran yang mudah tumbuh dan cepat panen. Tanaman seperti bayam dan kangkung merupakan pilihan unggulan karena dapat dipanen dalam waktu singkat, sekitar 20 hingga 25 hari. Keberhasilan panen yang cepat ini akan memberikan motivasi dan feedback positif, membuat proses berkebun terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi pemula.
"Kayak sawi, terong, cabe, tomat, iya semua segala macem ada di sini. Ini kemarin abis panen terongnya, udah 3 kali. Ada juga cabe, sawi, ya lumayan." jelas Widadi.
Pastikan Anda memilih sayuran yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan cuaca atau penyakit umum. Sayuran seperti cabai dan tomat, meskipun membutuhkan pot lebih besar terbukti mampu tumbuh baik dalam wadah dan perawatannya relatif tidak rumit. Memulai dengan tanaman yang "tahan banting" akan meminimalkan risiko kegagalan, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi sedikit kekurangan pada sinar matahari atau kondisi tanah.
3. Prioritaskan Media Tanam Organik dan Pembuatan Kompos Mandiri
Kualitas media tanam adalah fondasi utama bagi kebun sayur yang subur, terutama saat menggunakan pot atau wadah. Kampung Sayur Suryatmajan menekankan penggunaan media tanam organik yang kaya nutrisi untuk memberikan lingkungan terbaik bagi akar tanaman. Media yang telah diperkaya ini tidak hanya subur, tetapi juga memiliki drainase dan aerasi yang baik, mencegah akar busuk yang sering terjadi pada pot.
"Kita pakai kohe (kotoran hewan), kemudian tanah, sekam padi kita campur untuk menanam itu. Alhamdulillah bisa subur, bisa berkembang," ujar Widadi.
Untuk memastikan pasokan nutrisi yang berkelanjutan dan hemat biaya, warga juga giat dalam praktik pembuatan kompos secara mandiri. Kompos dibuat dari sisa-sisa bahan organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, atau daun kering. Selain menjadi sumber nutrisi gratis yang sangat baik, praktik ini juga merupakan bagian dari manajemen sampah rumah tangga.
"Kita kadang-kadang ada bikin pupuk cair dari organik sampah organik. Eco enzyme," jelasnya.
4. Terapkan Rotasi Tanaman dan Pengendalian Hama Nabati
Untuk menjaga kesehatan kebun dalam jangka panjang dan menghindari penumpukan penyakit, rotasi tanaman adalah praktik yang tidak boleh dilewatkan. Rotasi dilakukan dengan cara mengubah jenis tanaman yang ditanam pada lokasi atau pot yang sama di setiap musim tanam.
Praktik sederhana ini bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit yang spesifik pada satu jenis tanaman, serta menjaga keseimbangan ekosistem mikroba di dalam tanah atau media tanam. Dengan demikian, risiko serangan hama berulang dapat ditekan, dan kebun Anda dapat terus berproduksi secara maksimal.
Dalam hal pengendalian hama, Kampung Sayur Suryatmajan mengikuti instruksi dari Dinas Pertanian untuk menggunakan pestisida dari campuran sabun cuci piring dan jeruk nipis.
"Yaa kita cuma pake dari instruksi dari Dinas Pertanian, pake sabun cuci piring dikasih jeruk nipis disemprot-semprot gitu. Kita kan sering istilahnya belajar atau sosialisasi." ungkap Widadi.
5. Perhatikan Kebutuhan Sinar Matahari
Faktor paling krusial untuk keberhasilan hampir semua tanaman sayur adalah kecukupan sinar matahari. Di lingkungan perkotaan yang padat, memilih lokasi yang menerima paparan sinar matahari minimal 6 jam sehari adalah keharusan mutlak. Sinar matahari pagi sangat ideal karena memaksimalkan hormon pertumbuhan tanaman, sedangkan kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal dan daun tampak pucat. Selain itu, perawatan yang rutin dan intensif juga diperlukan.
"Yang pasti dipupuk, tanahnya diulak-alik terus. Seminggu sekali juga kerja bakti untuk membersihkan rumput-rumput liar." kata Widadi.
Selain itu, lakukan penyiraman secara teratur namun secukupnya, dan hindari menyiram secara berlebihan. Menyiram pada pagi hari juga disarankan agar daun tanaman sempat mengering sebelum malam tiba, yang dapat membantu mencegah penyakit jamur.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa teknik berkebun utama yang diterapkan di lahan sempit?
A: Teknik utama yang bisa diterapkan adalah vertikultur (kebun vertikal) dan penggunaan wadah daur ulang untuk memaksimalkan setiap sudut dan dinding yang tersedia di lorong-lorong sempit.
2. Jenis sayuran apa yang paling direkomendasikan untuk pemula?
A: Disarankan untuk memulai dengan sayuran yang cepat panen dan mudah tumbuh, seperti kangkung, bayam, pakcoy, dan selada.
3. Apakah Kampung Sayur Suryatmajan menggunakan pupuk kimia?
A: Kampung Sayur Suryatmajan sangat memprioritaskan pupuk organik dan kompos mandiri dari sampah rumah tangga, serta menggunakan pestisida nabati untuk pengendalian hama yang lebih alami.
4. Berapa minimal sinar matahari yang dibutuhkan agar tanaman di pot bisa tumbuh subur?
A: Tanaman sayur membutuhkan minimal 6 jam paparan sinar matahari langsung per hari. Penting untuk memosisikan pot di tempat yang menerima sinar matahari optimal.

2 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)