Trik Memeram Sawo Agar Cepat Lembut dan Tidak Pahit, Hasilnya Matang Sempurna

6 days ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Buah sawo kerap menjadi pilihan karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Namun, tak sedikit konsumen masih mendapati sawo yang dibeli dalam kondisi yang mentah, keras, bahkan terasa pahit. Kondisi ini membuat proses pemeraman di rumah menjadi langkah penting agar sawo bisa matang sempurna dan bercita nikmat disantap.

Pemeraman atau mematangkan sawo secara mandiri di rumah, bisa dilakukan dengan tahapan sederhana yang dimulai dari pemilihan buah yang tepat. Sawo yang sudah cukup tua memiliki peluang lebih besar untuk matang dengan cita rasa manis dan tekstur lembut. Karena itu, mengenali ciri sawo yang siap diperam menjadi kunci keberhasilan proses ini.

Anda bisa memulai kegiatan ini melalui persiapan yang benar sebelum pemeraman, kualitas sawo dapat meningkat secara signifikan. Selain memaksimalkan rasa buah, cara ini juga membantu mengurangi risiko sawo terbuang sia-sia. Simak langkah-langkah mudahnya berikut, dirangkum Liputan6 untuk anda, Senin (26/1).

Hindari Sawo dengan Warna Kulit yang Masih Hijau

Pemilihan sawo yang akan diperam sangat menentukan hasil akhir. Pilihlah sawo yang sudah tua dengan ukuran maksimal dan warna kulit yang tepat. Sawo yang siap panen biasanya memiliki warna cokelat muda agak kekuningan setelah digosok. Jika kulit masih hijau, sawo tersebut masih muda dan tidak akan menghasilkan rasa manis yang optimal.

Perhatikan juga cara memetik sawo. Sawo yang sudah tua akan mudah terlepas dari tangkainya. Kadar getah pada sawo tua juga lebih sedikit dibandingkan sawo muda. Memilih sawo dengan kriteria ini akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan buah yang matang sempurna tanpa rasa pahit.

Dengan memilih sawo yang tepat, proses pemeraman akan lebih efektif dan hasilnya akan lebih memuaskan. Pastikan untuk memeriksa setiap buah sebelum memutuskan untuk memperamnya.

Cuci dan Rendam Sawo Agar Tidak Meninggalan Sisa Getah

Setelah memilih sawo yang memenuhi kriteria, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan buah sebelum pemeraman. Proses ini penting untuk memastikan buah bersih dan siap untuk matang. Salah satu tahapan penting adalah membersihkan buah dari kotoran atau getah yang mungkin menempel.

Buah sawo dapat dicuci atau direndam dalam air. Setelah itu, gosok permukaan kulit buah menggunakan kain bersih atau sabut kelapa secara perlahan. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan kulit kasar atau sisa getah tanpa merusak kulit buah.

Selain membersihkan kulit, kelopak buah bekas tangkai juga perlu dibuang. Kelopak yang masih menempel dapat dicongkel sedikit menggunakan pisau. Setelah semua proses pembersihan selesai, buah perlu dikeringkan dan diangin-anginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Simpan di Wadah yang Kedap dan Tertutup

Pemeraman sawo dapat dilakukan dengan menyimpan buah dalam wadah tertutup. Metode ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pematangan buah. Wadah yang dapat digunakan meliputi ember, karung, kardus, atau gerabah.

Penggunaan wadah tertutup membantu menjaga suhu yang sesuai untuk pematangan buah. Suhu hangat mempercepat proses pematangan sawo. Oleh karena itu, menempatkan buah sawo di tempat yang hangat dan kering, seperti di atas meja atau dekat jendela, dapat membantu.

Menyimpan sawo dalam kantong plastik juga merupakan metode yang efektif. Kantong plastik membantu menjaga kelembaban dan mempercepat proses pematangan. Jika ingin lebih efektif, sawo dapat dimasukkan ke dalam wadah dan ditutup rapat dengan plastik untuk menjaga kehangatan.

Simpan Sawo Bersama Buah-Buahan Lain Agar Matangnya Menular

Beberapa bahan alami dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses pematangan sawo. Penggunaan bahan-bahan ini seringkali menjadi pilihan untuk pemeraman buah secara tradisional. Salah satu metode yang umum adalah dengan menyertakan buah lain yang menghasilkan gas etilen.

Buah-buahan seperti pisang atau apel menghasilkan gas etilen, yang merupakan hormon pematangan alami. Menempatkan sawo bersama buah-buahan ini dalam wadah tertutup dapat mempercepat proses kematangan sawo. Gas etilen yang terperangkap dalam wadah akan memicu sawo untuk matang lebih cepat.

Selain itu, ada juga metode yang melibatkan penggunaan daun tertentu atau beras. Beberapa orang menggunakan daun jambu biji atau daun nangka yang diletakkan bersama sawo dalam wadah tertutup. Lingkungan yang tercipta dari kombinasi ini dapat membantu mempercepat pematangan sawo secara alami.

Pastikan Buah yang Dibeli Sudah Agak Tua dan Sedikit Lunak saat Dipijat

Rasa pahit pada sawo yang belum matang sempurna dapat mengurangi kenikmatan saat mengonsumsi buah ini. Untuk menghindari rasa pahit, pemilihan buah yang sudah tua menjadi faktor utama. Sawo yang dipetik saat masih muda cenderung memiliki kadar getah yang tinggi, yang menyebabkan rasa sepat atau pahit.

Proses pembersihan buah sebelum pemeraman juga berperan dalam mengurangi potensi rasa pahit. Menggosok kulit sawo secara perlahan untuk menghilangkan getah yang menempel dapat membantu. Getah yang tertinggal pada kulit atau permukaan buah dapat mempengaruhi rasa saat buah matang.

Selain itu, memastikan buah matang sempurna adalah kunci untuk menghilangkan rasa pahit. Sawo yang matang akan memiliki rasa manis alami dan tekstur lembut. Jika buah masih terasa keras atau ada sedikit rasa sepat, biarkan buah diperam lebih lama hingga mencapai kematangan yang optimal.

Tanda Sawo Matang: Warna Cokelat Gelap Merata

Mengenali tanda-tanda sawo yang matang sempurna adalah hal penting untuk menikmati buah ini pada kondisi terbaiknya. Sawo yang sudah matang akan menunjukkan perubahan pada warna kulit dan tekstur. Kulit sawo matang biasanya memiliki warna cokelat tua yang merata. Jika warna kulit masih kehijauan atau bercampur cokelat muda, buah tersebut kemungkinan masih mentah.

Tekstur buah juga menjadi indikator kematangan. Sawo matang akan terasa empuk saat ditekan dengan lembut menggunakan jari. Namun, buah tidak boleh terlalu lembek hingga hancur, karena itu bisa menjadi tanda buah sudah terlalu tua atau busuk. Jika buah masih keras, berarti belum matang.

Selain itu, sawo matang seringkali memiliki aroma manis yang khas. Jika belum tercium aroma, kemungkinan buah masih mentah. Kulit sawo matang juga terlihat agak kusam dan mungkin memiliki sedikit bercak putih seperti bedak alami.

Penyimpanan Sawo Setelah Matang

Setelah sawo mencapai kematangan sempurna, penyimpanan yang tepat diperlukan untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Sawo yang sudah matang memiliki umur simpan yang relatif singkat. Oleh karena itu, segera konsumsi buah atau simpan dengan metode yang sesuai.

Sawo matang dapat disimpan pada suhu ruangan jika akan dikonsumsi dalam waktu dekat. Namun, hindari menyimpan sawo di kulkas jika buah belum matang, karena suhu dingin dapat memperlambat proses pematangan. Setelah matang, sawo dapat disimpan di dalam lemari es untuk memperpanjang masa simpannya selama beberapa hari.

Saat menyimpan sawo matang di lemari es, tempatkan buah dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Tindakan ini membantu menjaga kelembaban buah dan mencegahnya menyerap bau dari makanan lain di dalam kulkas. Periksa buah secara teratur untuk memastikan tidak ada tanda-tanda terlalu matang atau busuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memeram sawo hingga matang sempurna?

A: Biasanya, buah sawo akan matang dalam 2 hingga 3 hari setelah dipetik jika diperam dengan benar.

Q: Apa penyebab sawo terasa pahit setelah diperam?

A: Sawo terasa pahit karena dipetik saat masih muda dan memiliki kadar getah yang tinggi.

Q: Bisakah sawo diperam di dalam kulkas?

A: Tidak disarankan menyimpan sawo di kulkas jika buah belum matang, karena suhu dingin dapat memperlambat proses pematangan.

Q: Bagaimana cara memilih sawo yang sudah tua untuk diperam?

A: Pilih sawo yang ukurannya sudah maksimal, kulitnya berwarna cokelat muda, dan mudah terlepas dari tangkainya.

Q: Apakah penggunaan kantong plastik efektif untuk memeram sawo?

A: Ya, membungkus buah sawo dengan kantong plastik efektif untuk menjaga kelembaban dan mempercepat proses pematangan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|