12 Pakan Hijauan Paling Kaya Protein untuk Kambing, Cepat Gemuk Berkat Nutrisi Tinggi

4 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing merupakan kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas produksi, baik daging maupun susu. Secara alami, tanaman jenis leguminosa atau kacang-kacangan mendominasi daftar ini karena kemampuannya memfiksasi nitrogen dari udara, sehingga menghasilkan biomassa dengan kadar protein kasar yang jauh melampaui rumput lapangan biasa.

Pemilihan pakan yang tepat harus mempertimbangkan tidak hanya persentase protein, tetapi juga tingkat palatabilitas (kesukaan ternak) dan keberadaan zat antinutrisi seperti tanin atau mimosin. Dengan mengombinasikan berbagai jenis hijauan berprotein tinggi, peternak dapat menekan biaya pembelian konsentrat pabrikan yang mahal sekaligus menjaga kesehatan pencernaan kambing melalui asupan serat yang seimbang.

Pemanfaatan pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing secara intensif terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan secara signifikan. Sebagai panduan praktis bagi para peternak, berikut adalah 12 jenis hijauan yang direkomendasikan berdasarkan riset nutrisi dan ketersediaannya di lapangan.

1. Indigofera (Indigofera zollingeriana)

Indigofera merupakan salah satu pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing yang sangat direkomendasikan karena kandungan protein kasarnya mencapai 21% hingga 31%. Tanaman ini memiliki struktur daun yang halus dan batang yang tidak terlalu keras, sehingga sangat disukai oleh kambing dari segala usia.

  • Kandungan nutrisi tinggi, termasuk mineral kalsium dan fosfor yang seimbang.
  • Daya cerna (digestibility) mencapai 77%, lebih tinggi dari rata-rata leguminosa pohon lainnya.
  • Tahan terhadap kekeringan dan dapat dipanen berulang kali (9 kali per tahun).

Tanaman ini sering disebut sebagai "konsentrat hijau" karena kualitas nutrisinya yang menyerupai pakan penguat. Selain protein, Indigofera memiliki kandungan tanin yang sangat rendah, sehingga tidak menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh kambing. Kandungan Protein Indigofera - IPB

2. Gamal (Gliricidia sepium)

Daun gamal merupakan sumber protein yang sangat populer di kalangan peternak tradisional karena kemudahannya untuk tumbuh sebagai pagar hidup. Hijauan ini mengandung protein kasar sekitar 25,2% hingga 25,7%, menjadikannya pilihan ekonomis untuk mendongkrak bobot badan ternak secara cepat.

  • Mengandung energi sekitar 653 kkal per 100 gram daun kering.
  • Kaya akan Nitrogen (3,15%) dan Kalium (2,65%).
  • Efektif sebagai pakan basal maupun tambahan untuk meningkatkan retensi nitrogen.

Meskipun bergizi tinggi, daun gamal segar memiliki aroma langu yang kadang tidak disukai kambing jika tidak terbiasa. Oleh karena itu, disarankan untuk melayukan daun gamal selama 12-24 jam sebelum diberikan guna menghilangkan aroma tersebut dan menurunkan kadar zat antinutrisi. 

3. Lamtoro (Leucaena leucocephala)

Lamtoro atau petai cina sudah lama dikenal sebagai pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing dengan kadar protein kasar pada daun mencapai 21% hingga 34%. Tanaman ini sangat adaptif di lahan kering dan memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan kambing pedaging.

  • Kandungan protein pada polong hijau juga tinggi, yakni sekitar 31%.
  • Sangat disukai ternak karena rasanya yang manis (palatabilitas tinggi).
  • Mampu meningkatkan konsumsi pakan harian secara keseluruhan.

Perlu diperhatikan bahwa lamtoro mengandung zat antinutrisi bernama mimosin yang dapat menyebabkan kerontokan bulu jika diberikan secara berlebihan. Cara paling aman adalah dengan memberikan lamtoro dalam kondisi layu atau membatasinya maksimal 30% dari total ransum harian. 

4. Daun Kelor (Moringa oleifera)

Kelor sering disebut sebagai "superfood" tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi ternak kambing karena nutrisinya yang luar biasa lengkap. Daun kelor mengandung protein yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi segar mengandung sekitar 9 gram protein per 100 gram bahan, yang jika dikeringkan kadarnya meningkat berkali lipat.

  • Kaya akan vitamin A, vitamin C, dan kalsium untuk memperkuat tulang.
  • Meningkatkan sistem imun kambing sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Sangat baik diberikan untuk induk kambing yang sedang menyusui guna meningkatkan produksi susu.

Penggunaan daun kelor sebagai pakan tambahan sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tubuh kambing yang kurus atau setelah masa sakit. Karena harganya yang terkadang lebih mahal dibanding hijauan lain, kelor biasanya diberikan sebagai suplemen pakan berkualitas tinggi.  

5. Kaliandra (Calliandra calothyrsus)

Kaliandra merah adalah jenis pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing yang sering ditemukan di daerah dataran tinggi atau perbukitan. Daunnya mengandung protein kasar berkisar 20% hingga 25%, serta memiliki kandungan energi metabolis yang cukup baik untuk aktivitas ternak.

  • Membantu mencegah cacingan secara alami karena kandungan taninnya.
  • Sangat baik untuk menjaga stamina kambing di daerah beriklim dingin.
  • Dapat dipanen terus-menerus sepanjang tahun tanpa merusak tanaman.

Kelebihan utama kaliandra adalah kemampuannya bertahan hidup di tanah yang kurang subur sambil tetap menghasilkan daun yang rimbun. Namun, karena kandungan taninnya yang moderat, disarankan untuk mencampurnya dengan jenis rumput atau leguminosa lain agar daya cernanya tetap optimal. 

6. Daun Singkong (Manihot esculenta)

Daun singkong adalah limbah pertanian yang sangat potensial karena ketersediaannya melimpah dan kandungan protein kasarnya mencapai 19% hingga 25% dalam bahan kering. Hijauan ini sangat efektif untuk penggemukan kambing jika diberikan dengan prosedur yang benar.

  • Kandungan serat kasar yang rendah membuatnya mudah dicerna.
  • Kaya akan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pembentukan otot.
  • Biaya pengadaan sangat rendah karena merupakan hasil sampingan panen umbi.

Risiko utama daun singkong adalah kandungan asam sianida (HCN) yang dapat menyebabkan keracunan akut. Sangat penting untuk melayukan daun singkong minimal 24 jam atau menjadikannya silase untuk menghilangkan gas beracun tersebut sebelum diberikan ke kambing. 

7. Turi (Sesbania grandiflora)

Pohon turi sering ditanam di pematang sawah dan memiliki daun yang mengandung protein kasar sekitar 27%. Turi termasuk dalam kategori pakan premium untuk kambing karena tekstur daunnya yang lembut dan kandungan gizinya yang sangat stabil.

  • Sangat baik untuk mempercepat masa pertumbuhan cempe (anak kambing).
  • Bunga turi juga memiliki nutrisi tinggi dan dapat diberikan sebagai pakan.
  • Mudah ditanam dan memiliki pertumbuhan yang sangat cepat.

Pemberian daun turi secara rutin terbukti dapat memperbaiki tekstur daging kambing menjadi lebih padat. Sebaiknya daun turi tidak menjadi pakan tunggal, melainkan dicampur dengan rumput gajah atau odot untuk menjaga keseimbangan serat kasar di dalam rumen. 

8. Alfalfa (Medicago sativa)

Dikenal sebagai "Ratu Pakan", Alfalfa merupakan salah satu pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing dengan standar global yang mengandung protein kasar hingga 20% - 22%. Alfalfa sering tersedia dalam bentuk pelet atau hay (rumput kering), namun varietas hijaunya kini mulai banyak dikembangkan di Indonesia.

  • Memiliki keseimbangan mineral yang sangat baik, terutama kalsium.
  • Sangat palatabel dan memicu nafsu makan kambing secara drastis.
  • Meningkatkan efisiensi reproduksi pada kambing jantan maupun betina.

Alfalfa sangat direkomendasikan untuk kambing perah karena kemampuannya meningkatkan volume dan kualitas lemak susu. Meskipun harga benihnya relatif lebih tinggi, hasil yang diperoleh dari pertumbuhan ternak biasanya sangat sebanding. 

9. Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Meskipun termasuk keluarga rumput, Odot terpilih sebagai pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing di kelas graminae dengan kadar protein kasar mencapai 12% hingga 14%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan biasa yang hanya berkisar 6% - 8%.

  • Batang empuk dan tidak berbulu, sehingga bisa dimakan habis tanpa sisa.
  • Produktivitas sangat tinggi dan mudah dibudidayakan di lahan sempit.
  • Sangat cocok untuk sistem pakan potong-angkut (cut and carry).

Kambing sangat menyukai rumput odot karena teksturnya yang renyah dan kadar airnya yang cukup tinggi. Untuk hasil maksimal, rumput odot sebaiknya diberikan bersama leguminosa seperti Indigofera atau Gamal agar kebutuhan protein harian terpenuhi secara sempurna. 

10. Daun Pepaya (Carica papaya)

Daun pepaya sering digunakan peternak sebagai pakan tambahan sekaligus obat herbal. Selain mengandung protein yang cukup baik (sekitar 18% - 20%), daun pepaya memiliki enzim papain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ternak.

  • Membantu proses pencernaan protein di dalam lambung kambing.
  • Berfungsi sebagai obat cacing alami (anthelmintik).
  • Meningkatkan nafsu makan kambing yang sedang menurun atau stres.

Karena rasanya yang pahit, pemberian daun pepaya biasanya dibatasi atau dicampur dengan hijauan lain yang manis. Namun, manfaat kesehatannya menjadikannya salah satu daun pilihan yang wajib ada dalam siklus pemberian pakan kambing. 

11. Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)

Daun nangka adalah pakan favorit kambing yang memiliki kandungan protein kasar sekitar 14% - 16%. Tekstur daunnya yang agak kaku memberikan stimulasi mengunyah (ruminasi) yang baik bagi sistem pencernaan kambing.

  • Sangat baik untuk mencegah diare pada kambing (bersifat mengikat).
  • Tahan lama dan tidak cepat busuk meskipun disimpan beberapa hari.
  • Sering dijadikan sebagai pakan selingan untuk menjaga variasi nutrisi.

Meskipun proteinnya tidak setinggi Indigofera, daun nangka memiliki nilai energi yang stabil. Peternak sering menggunakannya sebagai pakan cadangan saat musim kemarau karena pohon nangka cenderung tetap hijau meski kekurangan air. 

12. Sentro (Centrosema pubescens)

Sentro adalah tanaman leguminosa merambat yang sering tumbuh liar namun memiliki kandungan protein kasar mencapai 24%. Tanaman ini sangat berkualitas tinggi karena memiliki rasio daun dan batang yang sangat baik untuk diserap tubuh ternak.

  • Tumbuh subur sebagai penutup tanah dan menjaga kelembaban lahan.
  • Sangat stabil kualitas proteinnya meskipun disimpan dalam bentuk kering.
  • Cocok untuk sistem penggembalaan karena tahan terhadap injakan.

Pemanfaatan sentro secara optimal dapat dilakukan dengan membiarkannya merambat di area kebun atau mencampurnya dalam cacahan pakan (chopper). Sentro memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan protein harian tanpa memerlukan biaya perawatan yang tinggi.

FAQ: Pakan Hijauan Paling Kaya Protein untuk Kambing

Apa pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing dari jenis pohon?

Indigofera adalah juaranya, dengan kandungan protein kasar mencapai 25% hingga 31%.

Berapa persen kandungan protein dalam rumput odot?

Rumput odot mengandung protein kasar sekitar 12% hingga 14%, lebih tinggi dari rumput lapangan biasa.

Mengapa daun lamtoro harus dilayukan sebelum diberikan ke kambing?

Pelayuan bertujuan untuk mengurangi kadar mimosin (zat antinutrisi) agar kambing tidak keracunan atau mengalami bulu rontok.

Apakah daun singkong termasuk pakan hijauan paling kaya protein untuk kambing?

Ya, proteinnya mencapai 25%, namun mengandung sianida sehingga harus dilayukan minimal 24 jam sebelum diberikan.

Leguminosa apa yang paling bagus untuk kambing perah?

Alfalfa dan Indigofera sangat bagus karena selain protein tinggi, keduanya kaya akan kalsium untuk produksi susu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|