5 Cara Mengatasi Dinding Lembap di Musim Hujan Tanpa Renovasi Mahal

2 hours ago 1

1. Menambal Retak Halus dan Celah Dinding

Langkah awal yang paling krusial adalah memeriksa seluruh permukaan dinding luar untuk mencari adanya retakan tipis. Retak halus ini sering kali menjadi pintu masuk utama air hujan ke dalam pori-pori dinding. Gunakan material wall filler atau semen instan yang elastis untuk menyumbat celah tersebut agar air tidak bisa merembes lagi saat hujan deras mengguyur.

Setelah semua celah tertutup, pastikan area tersebut diratakan agar tidak ada air yang menggenang di permukaan yang tidak rata. Perbaikan pada struktur luar ini sangat efektif untuk menghentikan sumber masalah utama sebelum melakukan pengecatan ulang di bagian dalam. Dinding yang tertutup rapat akan mencegah kelembapan berpindah ke sisi interior rumah.

2. Mengaplikasikan Cat Pelapis Anti Bocor (Waterproofing)

Gunakan cat waterproofing berkualitas tinggi untuk memberikan perlindungan ekstra pada dinding eksterior rumah. Cat jenis ini bekerja dengan cara membentuk lapisan plastik tipis yang kedap air, sehingga butiran hujan akan langsung mengalir turun tanpa sempat terserap ke dalam bata. Pastikan aplikasi cat ini dilakukan saat cuaca sedang cerah agar cat dapat mengering secara maksimal dan melekat kuat.

Jangan lupa untuk memilih warna cat yang memiliki ketahanan terhadap sinar UV dan pertumbuhan jamur agar hasilnya lebih awet. Apabila dinding bagian dalam yang sudah telanjur lembap, maka cat yang lama bisa dikerok terlebih dahulu hingga bersih sebelum melapisi kembali dengan cat khusus interior yang memiliki fitur anti-lembab. Lapisan ganda ini akan menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi hunian.

3. Memperbaiki Sirkulasi Udara dan Ventilasi

Dinding sering kali lembap bukan karena rembesan, melainkan karena uap air yang terperangkap di dalam ruangan yang tertutup rapat. Pastikan untuk selalu membuka jendela atau pintu sesekali saat hujan sudah reda agar terjadi pertukaran udara segar. Penggunaan exhaust fan di area yang rawan basah seperti kamar mandi dan dapur juga sangat membantu menarik udara lembap keluar ruangan.

Jika ruangan tetap terasa lembap meski ventilasi sudah dibuka, penggunaan alat dehumidifier bisa menjadi solusi instan. Alat ini bekerja menyerap kadar air di udara sehingga dinding tetap kering dan terhindar dari risiko tumbuhnya jamur hitam yang berbahaya. Udara yang kering di dalam rumah secara otomatis akan membantu permukaan dinding tetap terjaga kondisinya.

4. Memasang Lapisan Kedap Air di Pangkal Dinding

Pemasangan lapisan trasram sangatlah penting untuk mengatasi masalah lembap yang muncul dari bagian bawah atau air tanah. Caranya dengan membongkar sedikit bagian bawah dinding yang lembap, lalu menggantinya dengan adukan semen kedap air yang lebih padat. Hal ini bertujuan untuk memutus jalur kapiler air tanah agar tidak terus merambat naik ke bagian dinding yang lebih tinggi.

Metode ini memang membutuhkan usaha lebih, namun hasilnya sangat ampuh untuk mengatasi masalah dinding yang basah di area bawah secara permanen. Setelah lapisan kedap air terpasang, dinding bisa dirapikan kembali dengan plesteran dan cat baru. Dengan cara ini, dinding akan tetap kering meskipun permukaan air tanah di sekitar fondasi sedang naik selama musim penghujan.

5. Membersihkan Jamur dengan Cairan Disinfektan

Jika dinding sudah telanjur berjamur akibat lembap, segera bersihkan menggunakan campuran air dan cuka putih atau cairan pembersih khusus anti-jamur. Semprotkan cairan tersebut ke area yang terdampak, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok menggunakan sikat halus hingga bercak hitam menghilang sepenuhnya. Pastikan area tersebut benar-benar bersih agar spora jamur tidak tumbuh kembali di kemudian hari.

Setelah proses pembersihan selesai, keringkan dinding menggunakan bantuan kipas angin sebelum memutuskan untuk mengecat ulang. Mengecat di atas permukaan yang masih berjamur hanya akan membuat masalah muncul kembali dalam waktu singkat. Dengan memastikan dinding steril dan kering, lapisan cat baru akan menempel lebih sempurna dan tahan lebih lama menghadapi cuaca basah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|