Cara Beternak untuk Tambahan Ekonomi Keluarga, Peluang Usaha yang Bisa Dimulai dari Rumah

2 hours ago 1

Tantangan dalam beternak rumahan tidak bisa dihindari, mulai dari keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, hingga ketidakpastian harga jual. Karena itu, pendekatan bertahap menjadi strategi yang paling aman bagi keluarga yang baru memulai. Alih-alih langsung memperbesar skala, peternak dianjurkan memulai dari jumlah ternak yang mudah dikontrol.

Sebagai contoh, pada beternak unggas skala rumah tangga, keluarga dapat memulai dengan 20 ekor ayam. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau dan bisa disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga.

Perhitungan sederhananya sebagai berikut:

Bibit ayam (20 ekor × Rp10.000) : Rp200.000

Pakan awal 1 bulan : Rp250.000

Perbaikan atau pembuatan kandang sederhana : Rp150.000

Obat dan vitamin dasar : Rp50.000

Total modal awal sekitar Rp650.000

Dengan skala ini, risiko kerugian masih bisa ditoleransi. Jika terjadi kematian ternak atau hasil belum optimal, beban ekonomi keluarga tidak terlalu terganggu. Setelah satu siklus berjalan dan ternak menunjukkan hasil, barulah jumlah ternak bisa ditambah secara bertahap.

Suranta menilai perhitungan seperti ini penting agar peternak tidak salah langkah sejak awal. “Yang penting tahu batas kemampuan. Jangan sampai ternak malah jadi beban karena perhitungan tidak matang,” ujarnya.

Pendekatan bertahap juga memberi ruang untuk belajar dari kesalahan. Peternak bisa mengevaluasi pola pakan, kebersihan kandang, hingga manajemen waktu sebelum memperluas usaha. Dengan cara ini, tantangan tidak dihadapi dengan spekulasi, melainkan dengan perencanaan yang realistis dan terukur.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Berapa modal minimal yang dibutuhkan untuk memulai beternak di rumah?

A: Modal awal sangat bergantung pada jenis ternak yang dipilih. Untuk unggas seperti ayam kampung, modal Rp 500.000 - Rp 1.000.000 sudah cukup untuk memulai dengan 10-15 ekor DOC (Day Old Chick). Modal ini sudah termasuk bibit, pakan awal, dan kandang sederhana.

Q: Jenis ternak apa yang paling cocok untuk pemula dan keluarga?

A: Ayam kampung atau bebek menjadi pilihan terbaik untuk pemula. Kedua jenis unggas ini relatif mudah perawatannya, tahan penyakit, dan pasarnya selalu ada. Selain itu, lele dalam kolam terpal juga cocok karena tidak memerlukan lahan luas dan pertumbuhannya cepat. 

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap hari untuk merawat ternak?

A: Untuk skala rumahan, waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Sekitar 30-60 menit di pagi hari untuk memberi pakan, membersihkan kandang, dan mengecek kondisi ternak. Sore hari butuh waktu 20-30 menit untuk memberi pakan lagi dan memastikan kandang aman.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|