Cara Optimasi Tanam Melon Hidroponik Greenhouse untuk Panen Berkualitas

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tanam melon hidroponik jadi salah satu potensi agrobisnis menarik. Tingginya permintaan pasar terhadap buah melon, mendorong peningkatan aktivitas budidaya di berbagai daerah di Indonesia.

Melon tak hanya diminati sebagai buah segar konsumsi harian, tetapi juga menjadi komoditas unggulan berbagai kebutuhan, baik makanan, minuman, hingga hidangan sehat. Sementara dari sisi petani, daya serap pasar yang stabil membuat melon dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan.

Di pasaran, terdapat beberapa jenis varietas melon yang cukup sering dibudidayakan, seperti melon kuning (cantaloupe), melon hijau (honeydew), dan lainnya. Dengan teknologi pertanian modern seperti greenhouse, produktivitas tanaman melon dapat ditingkatkan. 

Rini (40) misalnya. Sebagai pengelola dan pemilik Rindu Farm, perkebunan melon sistem hidroponik di Klaten, ia menerapkan sistem hidroponik untuk usahanya dengan belajar secara otodidak, dan terbukti meraup keuntungan menjanjikan hanya dalam waktu kurang lebih 2 tahun.

“Saya mulai budidaya melon itu April 2024 dikerjakan bersama suami. Alasannya karena melihat permintaan melon di pasaran yang membludak dan bisa ditanam secara otodidak.” ujar Rini saat dihubungi tim Liputan6.com secara daring pada Minggu (25/1/2026).

Sistem Pemilihan Melon Hidroponik yang Efisien

Drip Irrigation System (DIS) Menjaga Keseimbangan Air dan Nutrisi

Pada metode ini, nutrisi yang telah dicampur air diberikan ke setiap tanaman melalui sistem tetes (drip). Teknik ini membuat akar melon mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan tanpa kelebihan air, sehingga akar tetap sehat dan pertumbuhan tumbuhan lebih stabil. Hasil penelitian menunjukkan melon yang ditanam dengan DIS cenderung memiliki pertumbuhan yang baik dengan daun lebar dan batang kuat.

Nutrient Film Technique (NFT) Mengoptimalkan Nutrisi Tanaman

Salah satu teknik hidroponik yang populer adalah NFT, di mana larutan nutrisi dialirkan sebagai selaput tipis di dasar saluran tanam sehingga akar melon memperoleh pasokan nutrisi secara terus-menerus. Sistem ini tidak memerlukan media tanam seperti tanah atau cocopeat, sehingga efisiensi nutrisi dan air lebih tinggi.

Rini menjadi salah satu petani melon yang menerapkan Teknik NFT. Menerapkan teknik NFT di lahan sewa seluas 2000 meter persegi untuk 4 greenhouse melonnya, Rini menyebut hidroponik NFT lebih mudah perawatannya.

“Saya pakai hidroponik NFT karena lebih mudah perawatannya,” ujar Rini.

3. Tahapan Budidaya Melon Hidroponik

1. Persiapan Bibit dan Penyemaian

Budidaya melon hidroponik dimulai dengan pemilihan bibit unggul. Bibit yang sehat dan bebas penyakit akan menentukan kualitas hasil panen.  Seperti diutarakan Rini, budidaya melon sekitar 2000 pohon jenis honey globe, lavender, kirani, dan the blues, ia memilih membeli dari online.  Sementara penyemaian dia lakukan sendiri.

“Saya menyemai benih sendiri ya, jadi kami beli bibit melalui on-line. Pertama benih kami rendam di air dengan panas suam kuku selama 5-6 jam , dalam keadaan tertutup rapat. Terus kami saring, kami taruh di kanebo atau lap makan, lalu taruh di dalam panci ato toples dan ditutup rapat.  Toples kami masukkan ke dalam plastik hitam. Kami taruh di dalam ruang agar tidak terkena sinar matahari selama 24 jam. Tujuannya biar muncul akat atau menjadi kecambah. Setelah muncul kecambah kami pindah ke media rockwool,” ujar Rini menjelaskan.

2. Pemasangan Sistem Hidroponik

Setelah bibit siap, sistem hidroponik seperti NFT atau DIS dipasang dan diuji aliran nutrisi. pH larutan yang ideal umumnya antara 5,5–6,5, sedangkan kandungan nutrisi harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman agar melon menerima keseimbangan unsur hara.

3. Pemeliharaan Rutin

Selama fase pertumbuhan, tanaman melon perlu dipantau secara rutin. Ini mencakup pengecekan larutan nutrisi, pH, serta kondisi lingkungan seperti suhu dan cahaya. Nutrisi yang tepat akan membantu proses fotosintesis dan pembentukan bunga hingga buah.

4. Pengendalian Hama dan Lingkungan

Budidaya melon dalam rumah tanam meminimalkan serangan hama, namun tetap perlu dipantau. Lingkungan yang stabil, seperti cahaya, kelembapan, serta sirkulasi udara, juga memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kualitas buah yang dihasilkan.

“Sebenarnya kunci utama sukses budidaya melon adalah kita harus bisa mengamati pertumbuhan tanaman melon (biar kalau ada penyakit langsung bisa teratasi),” tutur Rini.

5. Masa Panen

Seperti dijelaskan Rini, dari masa pembibitan sampai pemanenan melon biasanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan tergantung dari jenis melon.

“Dari pembenihan sampai panen rata-rata sekitar 60 - 70 hari, tergantung jenis melon, “ Rini menambahkan.

Faktor Penentu Hasil Panen dan Kualitas Buah

Nutrisi dan pH yang Tepat Membentuk Kemanisan

Agar melon hidroponik memiliki tingkat kemanisan tinggi, nutrisi yang diberikan harus seimbang dengan proporsi kalium, magnesium, dan fosfor yang cukup. Kalium berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan gula, sedangkan magnesium berkontribusi pada pembentukan klorofil yang efisien.

Intensitas Cahaya dan Suhu Lingkungan

Cahaya yang cukup membantu tanaman menjalankan fotosintesis optimal, yang pada akhirnya meningkatkan hasil panen serta rasa buah. Suhu lingkungan yang stabil juga penting karena dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi oleh akar. Tanaman melon yang terlindung dalam green house sering kali mendapatkan kondisi lingkungan yang lebih konsisten dibandingkan bertanam di luar.

“Karena kita menanam melon didalam green house, ya jadi minim serangan hama. Soalnya kalau di musim penghujan seperti ini, (suka sering) muncul hama seperti jamur yang disebabkan karena kelembaban di dalam green house itu sendiri,” ujar Rini.

“Jamur pun ada bermacam - macam, seperti busuk akar dan batang karena jamur fusarium. Jamur di daun seperti embung tepung yang menghalangi fotosintesis, sehingga buah tidak bisa berkembang maksimal. Belum lagi kalo tidak ada panas setelah polinasi, bisa menyebabkan polinasi gagal. Bisa juga buah melon tidak bisa nge-Net karena kurang sinar matahari,” tambah petani melon asal Klaten tersebut.

Manfaat Ekonomi dan Peluang Usaha

Potensi Keuntungan dari Agribisnis Melon Hidroponik

Dengan melon hidroponik, petani dapat menghasilkan buah berkualitas premium yang diminati pasar, bahkan dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan melon konvensional.

“Sebenarnya di wilayah klaten ini tempatnya cukup baik buat menanam melon. Panas dan tingkat kelembaban udara juga mendukung,” jelas Rini.

Peluang Ekspansi Bisnis

Seperti diutarakan Rini, selain penjualan buah segar, petani dapat mengembangkan usaha melalui edukasi budidaya, pemasaran online, atau pemasok bibit dan nutrisi hidroponik. Rini dan sang suami menjadikan usaha melonnya menjadi agrowisata yang bisa dikunjungi untuk sekaligus menambah pemasukanya.

“Kalau petik sendiri di kebun saya (Rindu Farm), biasanya harganya Rp25.000 per kg beratnya 1 buah sekitar 1-2,5 kg. Sementara kalau diambil bakul harganya Rp20.000 per kg. Lebih menguntungkan buat agrowisata,” Rini bercerita.

Memaksimalkan lahan yang disewanya, Rini berharap di setiap musim, baik kemarau maupun penghujan usaha budidaya melon bisa panen optimal. Tujuannya ia dan suami ingin usaha budidaya melon miliknya menjadi agrowisata yang nyaman untuk pengunjung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Melon Hidroponik

1. Apakah budidaya melon hidroponik lebih efisien daripada konvensional?

Ya, hidroponik memungkinkan kontrol nutrisi dan penggunaan air lebih efisien, serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

2. Sistem hidroponik mana yang lebih baik untuk melon?

Drip Irrigation System sering kali memberikan pertumbuhan lebih stabil, sedangkan NFT efisien dalam distribusi nutrisi. Pilihan tergantung kebutuhan dan sumber daya.

3. Berapa pH ideal larutan nutrisi melon hidroponik?

Nilai pH larutan ideal umumnya berkisar antara 5,5–6,5 agar akar dapat menyerap nutrisi secara optimal.

4. Apa yang menentukan rasa manis melon hidroponik?

Kadar nutrisi seperti kalium dan magnesium yang tepat serta pencahayaan yang baik membantu menghasilkan buah melon dengan tingkat kemanisan unggul.

5. Dapatkah budidaya melon hidroponik dijalankan sebagai usaha?

Ya, analisis usaha menunjukkan rasio biaya terhadap pendapatan yang menarik, sehingga cocok untuk dijalankan sebagai usaha agribisnis.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|