6 Cara Bikin Kolam Terpal Ikan Mas Anti Bau dan Stabil pH untuk Budidaya Sukses

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan mas rumahan semakin diminati sebagai aktivitas produktif bernilai ekonomi. Media kolam terpal kerap dipilih, berkat pemasangan praktis serta biaya terjangkau. Pemahaman cara bikin kolam terpal ikan mas anti bau dan stabil pH menjadi fondasi penting, demi menciptakan lingkungan air sehat sejak awal.

Masalah bau menyengat dan air mudah berubah sifat akan selalu muncul pada kolam terpal pemula. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenyamanan ikan, serta pertumbuhan harian. Penerapan cara bikin kolam terpal ikan mas anti bau dan stabil pH membantu menciptakan air kolam jernih dan kondisi biologis seimbang.

Kualitas air juga memegang peranan besar pada keberhasilan pemeliharaan ikan mas. pH tidak terkontrol dapat memicu stres serta menurunkan daya tahan tubuh ikan. Pendekatan cara bikin kolam terpal ikan mas anti bau dan stabil pH memberi solusi praktis berbasis pengelolaan alami.

Perencanaan kolam terpal ideal tidak hanya berfokus pada wadah fisik. Faktor air, sirkulasi, serta kebersihan turut menentukan hasil panen. Panduan cara bikin kolam terpal ikan mas anti bau dan stabil pH membantu pembudidaya menciptakan kolam awet, minim masalah, serta efisien perawatan.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (28/1/2026).

Kolam Terpal Ikan Mas Anti Bau dan Stabil pH

Budidaya ikan mas menggunakan kolam terpal kini semakin populer di kalangan masyarakat, khususnya bagi pemula yang ingin merintis usaha perikanan skala rumahan. Kolam terpal dipilih bukan tanpa alasan, sebab media ini dinilai praktis, lebih hemat biaya dibanding kolam permanen, serta mudah dipasang meskipun lahan tersedia terbatas.

Selain itu, fleksibilitas desain kolam terpal memungkinkan pembudidaya menyesuaikan ukuran sesuai kebutuhan dan kapasitas ikan. Meskipun demikian, tidak sedikit pembudidaya yang masih menghadapi permasalahan klasik berupa munculnya bau tidak sedap serta kondisi pH air yang cenderung tidak stabil.

Bau menyengat dan fluktuasi pH air sering menjadi faktor utama yang memicu stres pada ikan mas. Kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada nafsu makan, laju pertumbuhan, hingga meningkatkan risiko penyakit yang berujung pada kematian ikan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara bikin kolam terpal ikan mas anti bau dan stabil pH menjadi langkah awal yang sangat krusial sebelum memulai proses budidaya, terutama bagi pembudidaya pemula yang belum memiliki banyak pengalaman.

Persiapan Awal Kolam Terpal Ikan Mas

1. Pemilihan Lokasi Kolam

Lokasi kolam menjadi faktor penting yang sangat memengaruhi kualitas air dan kesehatan ikan mas. Area terbuka yang memperoleh sinar matahari pagi dalam intensitas cukup sangat dianjurkan, sebab sinar pagi membantu menjaga suhu air tetap seimbang serta menekan pertumbuhan mikroorganisme merugikan. Selain itu, sirkulasi udara yang baik turut berperan dalam menjaga kandungan oksigen di sekitar kolam. Sebaliknya, lokasi dekat saluran limbah, tempat pembuangan sampah, atau area berpolusi sebaiknya dihindari karena berpotensi mencemari air kolam dan memicu bau tidak sedap.

2. Memilih Terpal Berkualitas

Pemilihan terpal berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi keberhasilan budidaya ikan mas. Terpal khusus kolam ikan berbahan PVC atau terpal A5 dikenal memiliki ketebalan serta daya tahan tinggi terhadap tekanan air dan paparan panas matahari. Terpal berkualitas juga lebih aman karena tidak mudah mengeluarkan bau kimia menyengat yang dapat memengaruhi kestabilan pH air. Selain itu, material yang kuat dan elastis membantu mencegah kebocoran serta memperpanjang usia pakai kolam terpal.

3. Membuat Rangka Kolam Kokoh

Rangka kolam berfungsi sebagai penopang utama agar kolam tetap stabil saat terisi air penuh. Rangka dapat dibuat menggunakan bahan besi, bambu, atau kayu yang memiliki kekuatan cukup untuk menahan tekanan air dalam jangka panjang. Struktur rangka sebaiknya dirancang dengan perhitungan matang agar kolam tidak mudah bergeser, melengkung, atau berubah bentuk. Rangka yang kokoh tidak hanya menjaga keamanan kolam, tetapi juga memudahkan perawatan serta meminimalkan risiko kerusakan terpal.

Cara Menyiapkan Air Kolam Agar Tidak Bau

1. Cuci Terpal Sebelum Digunakan

Terpal baru umumnya masih mengandung residu bahan kimia sisa proses produksi pabrik, seperti zat pelapis atau pewarna sintetis. Apabila terpal langsung digunakan tanpa pembersihan awal, zat tersebut dapat larut ke dalam air kolam dan memicu aroma tidak sedap sekaligus mengganggu keseimbangan kualitas air.

Oleh karena itu, terpal perlu dicuci secara menyeluruh menggunakan air bersih hingga seluruh permukaannya benar-benar bebas dari kotoran maupun bau menyengat. Setelah dicuci, terpal sebaiknya direndam selama satu hingga dua hari sebelum kolam diisi penuh. Proses perendaman ini membantu menetralkan sisa zat kimia, mengurangi bau awal, serta menciptakan kondisi air yang lebih stabil dan aman bagi ikan mas.

2. Gunakan Air Bersih dan Mengendap

Pengisian kolam sebaiknya menggunakan air bersih yang berasal dari sumur atau air PDAM. Air tersebut tidak dianjurkan langsung digunakan tanpa proses pengendapan terlebih dahulu. Pengendapan minimal selama dua puluh empat jam memungkinkan zat berbahaya, seperti klorin atau senyawa kimia lain, menguap secara alami.

Selain itu, proses ini membantu menyesuaikan suhu air agar lebih mendekati suhu lingkungan kolam, sehingga ikan mas tidak mengalami stres saat dimasukkan. Air yang telah diendapkan cenderung lebih stabil, tidak berbau, serta mendukung keseimbangan biologis di dalam kolam terpal.

3. Tambahkan Probiotik Kolam

Penambahan probiotik kolam merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas air tetap sehat dan bebas bau. Probiotik bekerja dengan cara menguraikan sisa pakan, kotoran ikan, serta bahan organik lain yang mengendap di dasar kolam dan menjadi sumber utama bau tidak sedap. Pemberian probiotik secara rutin membantu meningkatkan populasi bakteri baik, menekan pertumbuhan bakteri merugikan, serta menjaga kejernihan air. Selain mengurangi bau menyengat, penggunaan probiotik juga berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem kolam sehingga ikan mas dapat tumbuh lebih sehat dan aktif.

Cara Menjaga pH Kolam Terpal Tetap Stabil

1. Menambahkan Kapur Dolomit

Kapur dolomit memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tingkat keasaman air kolam terpal. Bahan ini bekerja menetralkan air apabila kondisi pH terlalu asam serta membantu mempertahankan kestabilannya dalam jangka waktu lebih lama. Penaburan kapur dolomit sebaiknya dilakukan secukupnya sesuai volume air kolam dan idealnya dilakukan sebelum ikan mas dimasukkan ke dalam kolam. Setelah kapur ditebarkan, biarkan air selama beberapa waktu agar reaksi penyesuaian pH berlangsung secara alami. Kisaran pH ideal bagi ikan mas berada di angka 6,5 hingga 8, sehingga penggunaan kapur dolomit perlu disesuaikan agar tidak berlebihan dan tetap aman bagi kesehatan ikan.

2. Memanfaatkan Tanaman Air

Pemanfaatan tanaman air dapat menjadi solusi alami dalam menjaga kestabilan pH kolam terpal. Jenis tanaman seperti eceng gondok atau kangkung air berfungsi menyerap sisa bahan organik, kotoran ikan, serta zat terlarut lain yang berpotensi memicu perubahan pH. Selain itu, tanaman air membantu menciptakan ekosistem kolam yang lebih seimbang. Meski demikian, jumlah tanaman perlu dibatasi agar tidak menutupi permukaan kolam secara berlebihan. Penempatan tanaman air secara proporsional menjaga sirkulasi oksigen tetap lancar sehingga kualitas air kolam tetap terjaga.

3. Rutin Mengganti Air Sebagian

Penggantian air secara berkala merupakan langkah efektif dalam mengontrol pH kolam terpal agar tetap berada pada kondisi ideal. Pergantian dilakukan secara parsial, yakni sekitar sepuluh hingga dua puluh persen dari total volume air kolam setiap satu hingga dua minggu. Metode ini membantu mengurangi penumpukan zat sisa metabolisme ikan tanpa menimbulkan perubahan kondisi air secara drastis. Pergantian air sebagian jauh lebih aman dibandingkan pengurasan total, sebab ikan mas tetap berada pada lingkungan air yang stabil dan tidak mengalami stres akibat perbedaan pH mendadak.

Manajemen Pakan Agar Kolam Tidak Bau

Pengelolaan pakan memegang peranan sangat penting dalam menjaga kualitas air kolam terpal. Bau tidak sedap pada kolam umumnya berasal dari sisa pakan yang tidak termakan serta kotoran ikan yang menumpuk di dasar kolam. Apabila kondisi ini dibiarkan, proses pembusukan akan menghasilkan gas amonia dan senyawa berbahaya lain yang menyebabkan air berbau, pH tidak stabil, serta meningkatkan risiko stres pada ikan mas.

1. Menyesuaikan Jumlah Pakan

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan jumlah dan ukuran ikan di dalam kolam. Pakan sebaiknya diberikan secukupnya dan habis dalam waktu singkat, idealnya tidak lebih dari lima menit setelah ditebar. Pakan berlebih akan tenggelam ke dasar kolam dan menjadi sumber utama bau tidak sedap. Pengamatan rutin saat pemberian pakan membantu menentukan takaran ideal sehingga tidak terjadi pemborosan dan pencemaran air.

2. Mengatur Frekuensi Pemberian Pakan

Frekuensi pemberian pakan perlu diatur secara konsisten. Umumnya ikan mas diberi pakan dua hingga tiga kali sehari pada jam tetap. Jadwal teratur membantu sistem pencernaan ikan bekerja optimal serta mengurangi risiko sisa pakan mengendap. Pemberian pakan secara acak atau terlalu sering justru mempercepat penurunan kualitas air dan memicu bau kolam.

3. Memilih Jenis Pakan Berkualitas

Gunakan pakan ikan mas berkualitas baik, memiliki daya cerna tinggi, serta tidak mudah hancur di dalam air. Pakan bermutu rendah cenderung cepat larut dan menghasilkan residu halus yang sulit terurai. Kandungan nutrisi seimbang membantu ikan tumbuh optimal dan mengurangi jumlah kotoran yang dikeluarkan, sehingga air kolam tetap lebih bersih dan segar.

4. Teknik Penebaran Pakan yang Tepat

Pakan sebaiknya ditebarkan secara merata di beberapa titik kolam agar seluruh ikan mendapatkan kesempatan makan yang sama. Penebaran di satu titik berpotensi membuat sebagian pakan menumpuk dan tidak termakan. Metode ini juga membantu ikan bergerak aktif, meningkatkan nafsu makan, serta mengurangi risiko penumpukan sisa pakan pada satu area tertentu.

5. Mengombinasikan Pakan Tambahan Alami

Selain pakan pabrikan, pakan tambahan alami seperti daun kangkung muda, azolla, atau dedak halus dapat diberikan dalam jumlah terkontrol. Pakan alami membantu variasi nutrisi serta menekan biaya produksi. Pemberian tetap harus diawasi agar tidak berlebihan dan tidak menyisakan limbah organik berlebih di dalam kolam.

FAQ Seputar Topik

Mengapa budidaya ikan mas di kolam terpal menjadi pilihan populer?

Budidaya ikan mas di kolam terpal populer karena fleksibilitas lokasi, hemat ruang dan biaya, serta kemudahan perawatan dan pembongkaran, cocok untuk lahan terbatas.

Bagaimana cara menjaga pH air kolam terpal agar tetap stabil untuk ikan mas?

pH air kolam terpal dapat dijaga stabil dengan menambahkan saringan koral/batu kapur untuk menaikkan pH asam atau merendam daun ketapang/tawas untuk menurunkan pH basa.

Apa penyebab utama bau tidak sedap pada kolam terpal ikan mas?

Bau tidak sedap pada kolam terpal ikan mas umumnya disebabkan oleh penumpukan limbah organik seperti sisa pakan, kotoran ikan, alga berlebihan, dan aerasi yang buruk.

Seberapa penting sistem filtrasi dan aerasi dalam budidaya ikan mas kolam terpal?

Sistem filtrasi dan aerasi sangat penting untuk menjaga kualitas air tetap bersih, bebas bau, dan kaya oksigen, serta membantu menguraikan limbah beracun bagi ikan.

Bagaimana pengelolaan pakan yang tepat dapat mencegah masalah bau di kolam ikan mas?

Pengelolaan pakan yang tepat adalah dengan memberi pakan teratur dan tidak berlebihan, karena sisa pakan yang tidak termakan akan membusuk dan menjadi sumber bau tidak sedap.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|