7 Kesalahan Desain Rumah yang Sering Terjadi Menurut Arsitek, Perlu Dihindari

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Mendesain rumah bukan sekadar soal tampilan, tapi juga kenyamanan dan fungsionalitas ruang. Menurut Syahril S.Saun (32), Pendiri dan Principal Architect di ssstudio.arsitek Ternate banyak pemilik rumah sering terjebak pada tampilan semata tanpa mempertimbangkan kebutuhan ruangan sehari-hari.

Banyak yang cuma mikirin tampilan tanpa berpikir fungsi dan kebutuhan ruangan sehari-hari. Kadang kamar terlalu besar, kadang kekecilan, belum masalah perabot di rumah sehingga tidak berfungsi seperti seharusnya,” ungkap Syahril dalam wawancara daring dengan Liputan6 pada Selasa (27/01/2026).

Kesalahan seperti ini kerap membuat rumah terlihat indah di mata, tapi kurang nyaman untuk dihuni. Menurut pria yang telah berkecimpung di profesi ini sejak 2017, penyebab utama kesalahan desain umumnya adalah penggunaan terlalu banyak referensi yang tidak dapat diaplikasikan sesuai kondisi rumah, keterbatasan anggaran, serta kecenderungan mengikuti tren modern tanpa mempertimbangkan fungsi.

Rumah itu mencerminkan penggunanya, bukan menyesuaikan tren. Rumah yang sesuai perencanaan pasti sudah dipikirkan oleh arsiteknya agar cocok dengan penghuninya,” jelasnya.

Dengan memahami kesalahan umum ini sejak awal, pemilik rumah bisa merancang hunian yang nyaman, fungsional, dan tetap estetis. Untuk itu, Liputan6 akan merangkum 7 kesalahan desain rumah yang sering terjadi menurut pandangan arsitek yang penting untuk dihindari. Yuk, simak!

1. Tata Ruang Tidak Efisien

Salah satu kesalahan desain rumah paling umum adalah tata ruang yang kurang efisien. Banyak rumah modern memiliki ruang yang besar secara keseluruhan, tetapi penempatan kamar, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi sering tidak memperhatikan alur aktivitas penghuni. Misalnya, dapur yang terlalu jauh dari ruang makan atau kamar tidur yang berbatasan langsung dengan area publik dapat menimbulkan ketidaknyamanan sehari-hari.

Mungkin kebutuhan ruang. Maunya ruangannya banyak tapi ujungnya bikin rumah sempit maupun ruangannya sempit,” jelas Syahril.

Kesalahan layout ini bisa membuat rumah terasa sesak meski ukuran bangunan sebenarnya besar. Solusinya adalah membuat denah rumah yang mempertimbangkan kebutuhan semua anggota keluarga serta alur penggunaan ruang. Dengan begitu, setiap area memiliki fungsi jelas, sirkulasi lebih lancar, dan perabot bisa ditempatkan dengan efisien tanpa mengganggu kenyamanan penghuni.

2. Kurangnya Pencahayaan Alami

Banyak rumah yang terlihat indah secara visual, tetapi penghuninya merasa gelap dan pengap karena pencahayaan alami yang kurang. Kesalahan ini biasanya terjadi karena jendela terlalu kecil, orientasi bangunan yang tidak sesuai, atau penggunaan dinding berlebihan tanpa bukaan cahaya. Rumah tanpa cahaya alami yang cukup tentu akan terasa lembap dan membutuhkan pencahayaan listrik sepanjang hari. Hal ini sejalan dengan yang dijelaskan Syahril,

Rumah yang tidak ditata sesuai fungsinya (hanya mengedepankan tampilan tanpa kenyamanan), kadang punya masalah pencahayaan, masalah sirkulasi udara. Sehingga ruangan jadi panas atau lembab,” ujarnya.

Untuk itu, cahaya alami sangat penting bagi kenyamanan, kesehatan, dan efisiensi energi. Desain rumah sebaiknya mempertimbangkan arah matahari, jumlah jendela, dan ventilasi silang. Dengan perencanaan yang tepat, cahaya alami bisa masuk optimal ke seluruh ruangan. Anda juga bisa mengurangi penggunaan lampu, menjaga sirkulasi udara, dan membuat rumah terasa lebih segar.

3. Ventilasi yang Kurang Baik

Ventilasi yang buruk adalah masalah lain yang sering terjadi, terutama di rumah dengan iklim tropis. Banyak rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, sehingga terasa pengap dan panas di siang hari. Kesalahan ini biasanya karena penempatan jendela yang sembarangan, kurangnya ventilasi silang, atau terlalu banyak dinding yang memblokir aliran udara.

Urusan ventilasi sangat berdampak sekali karena salah perencanaan dan pengawasan yang tidak tepat bisa bikin ruangan jadi tidak nyaman ditempati. Padahal harusnya ruang itu bikin nyaman,” kata Syahril.

Ventilasi buruk tidak hanya mengurangi kenyamanan, tapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan penghuni. Solusinya adalah menata bukaan strategis, memanfaatkan jendela dan pintu untuk aliran udara optimal, dan mempertimbangkan elemen tambahan seperti ventilasi atap atau skylight. Melakukan perencanaan ventilasi sejak awal memastikan rumah tetap sejuk, kering, dan nyaman meski berada di iklim tropis.

4. Pemilihan Material yang Tidak Tepat

Pemilihan material juga sering menjadi kesalahan karena pemilik rumah terlalu fokus pada tampilan atau harga murah. Material yang tidak sesuai iklim atau fungsi rumah dapat menimbulkan masalah jangka panjang, seperti cepat retak, bocor, atau mudah rusak. Contohnya lantai keramik licin di area basah atau cat dinding mudah terkelupas akibat paparan sinar matahari.

Banyak banget yang kayak gini. Saking pengen ngikutin tren malah ujung-ujungnya diganti. Contohnya dinding yang bertekstur salah penggunaan di ruangan dalam rumah, kamar mandi pengen estetik tapi ternyata jenis keramiknya licin. Ujung-ujungnya dibongkar dan diganti.” ujar Syahril.

Material yang salah akhirnya menambah biaya perawatan dan mengurangi kenyamanan serta estetika rumah. Sebaiknya material dipilih sesuai fungsi, ketahanan, dan kecocokan dengan iklim setempat. Mengombinasikan material berkualitas dengan perawatan rutin akan membuat rumah lebih awet, nyaman, dan tetap menarik secara visual.

5. Tidak Memperhatikan Iklim dan Lingkungan

Kesalahan lain adalah mendesain rumah tanpa memperhitungkan iklim dan lingkungan sekitar. Rumah yang tidak dirancang sesuai iklim tropis, misalnya, bisa menjadi terlalu panas di siang hari dan lembap saat hujan. Selain itu, rumah yang menempel pada area bising atau padat bisa mengurangi kenyamanan penghuninya.

Contoh rumah menghadap ke barat tapi ngotot pengen punya bukaan besar akhirnya rumah jadi panas,” ungkap Syahril.

Orientasi rumah, arah matahari, angin, dan drainase sangat memengaruhi kenyamanan dan efisiensi energi. Sebaiknya sebelum membangun, lakukan studi lokasi dan pertimbangkan kondisi iklim setempat. Dengan desain yang memperhatikan lingkungan, rumah bisa tetap sejuk, terang, dan hemat energi tanpa mengurangi estetika.

6. Mengikuti Tren Tanpa Memikirkan Fungsi

Banyak pemilik rumah tergiur mengikuti tren desain terbaru, tapi lupa mempertimbangkan fungsi ruang. Misalnya, memasang furniture besar hanya untuk estetika tanpa memperhatikan ukuran ruang atau menempatkan elemen dekoratif yang mengganggu alur aktivitas. Akibatnya, rumah terlihat modern tetapi tidak nyaman.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah disampaikan Syahril sebelumnya, bahwa rumah itu mencerminkan penggunanya, bukan menyesuaikan tren. Fokus pada estetika semata juga membuat rumah cepat terasa ketinggalan zaman saat tren berubah. Solusinya adalah menyeimbangkan antara fungsi dan estetika. Pilih elemen yang fleksibel, multifungsi, dan sesuai gaya hidup penghuni agar rumah tetap nyaman, praktis, dan relevan dalam jangka panjang.

7. Kurangnya Komunikasi dengan Arsitek atau Kontraktor

Minimnya komunikasi antara pemilik rumah dengan arsitek atau kontraktor sering menimbulkan masalah. Banyak ide diubah di tengah pembangunan tanpa koordinasi, sehingga desain awal tidak terealisasi atau menimbulkan masalah struktural. Untuk meminimalisir salah desain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

"Yang pertama, mungkin menggunakan arsitek dan ngobrol tentang kebiasaan dia sehari-hari agar bisa didesainkan kebutuhan sesuai penggunanya. Yang kedua, mungkin jangan mikirin estetik sama mikirin material tanpa melibatkan arsiteknya. Dan yang terakhir, harus sering libatkan arsitek dari awal agar tidak bongkar sana-sini ketika desain sudah jadi.” saran Syahril.

Ya, kurangnya komunikasi dapat menyebabkan biaya membengkak, desain tidak fungsional, dan hasil akhir rumah tidak sesuai harapan. Solusinya adalah berdiskusi terbuka sejak awal, membuat catatan perubahan yang jelas, dan mengikuti saran profesional. Dengan komunikasi yang baik, rumah tetap nyaman, estetis, fungsional, dan proses pembangunan lebih efisien.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa kesalahan desain rumah yang paling umum?

Tata ruang tidak efisien, pencahayaan dan ventilasi buruk, serta pemilihan material yang salah.

2. Mengapa pencahayaan dan ventilasi itu penting?

Karena memengaruhi kenyamanan, sirkulasi udara, kesehatan, dan efisiensi energi rumah.

3. Apakah mengikuti tren desain selalu baik?

Tidak, rumah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan penghuni, bukan sekadar tren.

4. Seberapa penting melibatkan arsitek sejak awal?

Sangat penting agar desain fungsional, estetis, dan menghindari pembongkaran atau biaya tambahan.

5. Bagaimana cara memilih material yang tepat untuk rumah?

Pilih material sesuai fungsi, tahan lama, cocok dengan iklim, dan konsultasikan dengan arsitek.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|