7 Tips Hemat di Bulan Ramadan Ala Anak Kos, Bertahan di Tengah Godaan Takjil

4 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu datang dengan dua wajah. Di satu sisi, suasananya identik dengan ketenangan, ibadah, dan keberkahan. Namun di sisi lain, Ramadan juga kerap menjadi momen meningkatnya pengeluaran, terutama untuk urusan makan. Mulai dari berburu takjil, menyiapkan menu buka puasa, hingga menghadiri berbagai ajakan buka bersama, semuanya seolah berlomba-lomba menguras dompet tanpa disadari.

Kondisi ini terasa semakin menantang bagi anak kos yang hidup jauh dari keluarga. Tanpa masakan rumah dan kontrol orang tua, godaan lapar mata sering kali berujung pada pengeluaran yang sulit dikendalikan, terlebih di kota seperti Yogyakarta yang terkenal dengan ragam kuliner murah dan menggoda.

Fenomena ini juga dirasakan oleh Dini (25), seorang pekerja swasta, dan Miftah (20), mahasiswa yang sama-sama tinggal di kos di Yogyakarta. Keduanya sepakat bahwa menahan lapar dan haus seharian justru membuat keinginan jajan semakin besar saat waktu berbuka tiba.

“Kadang itu bukan karena butuh, tapi lebih ke lapar mata. Apalagi lihat jajanan atau promo makanan, rasanya susah buat nolak,” ungkap Dini kepada reporter Liputan6.com pada hari Minggu (25/1/2026).

Hal serupa disampaikan Miftah yang mengaku lingkungan Jogja menjadi tantangan tersendiri.

“Habis kelas atau kegiatan organisasi, lihat orang-orang beli ini itu, jadi kepikiran ikut beli juga,” katanya.

Dari pengalaman keduanya, terlihat jelas bahwa tanpa strategi dan kesadaran ekstra, Ramadan bisa berakhir dengan kondisi keuangan yang boncos. Oleh karena itu, penting bagi anak kos untuk menerapkan tips hemat di bulan ramadan ala anak kos agar tetap bisa menjalani ibadah dengan nyaman hingga akhir bulan.

1. Sadari Pola Lapar Mata Sejak Awal

Langkah pertama untuk berhemat adalah menyadari bahwa lapar mata adalah musuh utama anak kos saat Ramadan. Dini menuturkan bahwa keinginan makan enak setelah seharian puasa sering kali membuat seseorang membeli makanan di luar kebutuhan.

Dengan menyadari pola ini sejak awal Ramadan, anak kos bisa mulai mengontrol diri. Misalnya, dengan bertanya pada diri sendiri sebelum membeli makanan: apakah ini benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat?

2. Kurangi Ngabuburit yang Berujung Jajan

Ngabuburit memang menyenangkan, tapi hampir selalu berakhir dengan pengeluaran. Dini mengaku kini mulai mengurangi kegiatan ini karena setiap kali keluar sore hari, selalu ada uang yang terpakai, entah untuk takjil, minuman, atau camilan kecil.

Miftah pun merasakan hal serupa. Meski masih sesekali ikut teman, ia kini lebih selektif dan tidak setiap hari ngabuburit. Mengalihkan waktu menjelang berbuka dengan istirahat, ibadah, atau aktivitas di kos bisa jadi pilihan yang lebih hemat.

3. Masak Sendiri Jika Punya Waktu dan Energi

Bagi Dini, memasak sendiri adalah kunci utama penghematan. Ia biasa mengatur menu untuk beberapa hari sekaligus agar tidak perlu sering belanja. Menu yang sama bisa digunakan untuk buka dan sahur, sehingga lebih praktis dan minim sisa makanan.

Selain lebih murah, memasak sendiri juga membantu mengontrol porsi dan pengeluaran. Cara ini cocok bagi anak kos yang memiliki waktu luang atau jadwal kerja yang relatif stabil.

4. Tidak Masak? Beli dengan Strategi

Berbeda dengan Dini, Miftah justru lebih sering membeli makanan. Kesibukan kuliah, organisasi, dan tugas membuatnya tidak selalu punya waktu dan tenaga untuk memasak. Namun, bukan berarti ia menyerah pada pemborosan.

“Aku tetap beli yang murah dan sesuai kebutuhan, nggak asal kalap,” ujarnya.

Ia juga memanfaatkan promo makanan di aplikasi online dan sering membeli porsi agak banyak agar bisa dimakan kembali saat sahur. Ini membuktikan bahwa membeli makanan pun bisa tetap hemat jika dilakukan dengan perencanaan.

5. Atur Budget Buka Bersama Sejak Awal

Ajakan buka bersama adalah salah satu penyebab utama membengkaknya pengeluaran Ramadan. Dini menyiasatinya dengan membuat batasan anggaran khusus untuk bukber. Tidak semua ajakan harus diterima, terutama jika tempatnya tidak sesuai budget.

Miftah juga mulai menerapkan hal serupa. Ia memilih bukber yang benar-benar penting, seperti bersama teman dekat atau kegiatan organisasi tertentu. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus kehilangan momen kebersamaan.

6. Manfaatkan Takjil Gratis di Sekitar Kos

Takjil gratis menjadi penyelamat bagi banyak anak kos. Di Yogyakarta, masjid, kampus, dan komunitas sering membagikan takjil gratis menjelang berbuka. Miftah mengaku hal ini sangat membantu menghemat uang jajan.

Selain mengurangi pengeluaran, berbuka di masjid juga memberi suasana yang lebih tenang dan khusyuk, seperti yang dirasakan Dini. Ini membuktikan bahwa hemat tidak selalu berarti mengorbankan kenyamanan.

7. Maknai Hemat sebagai Latihan Mengendalikan Diri

Lebih dari sekadar soal uang, berhemat di bulan Ramadan juga memiliki nilai spiritual. Menurut Dini, menahan diri dari pengeluaran berlebihan adalah bagian dari latihan mengendalikan nafsu. Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan keinginan konsumtif.

Miftah menambahkan bahwa bagi anak kos, berhemat adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri. Dengan prinsip dan disiplin, hidup sederhana di bulan Ramadan bukanlah hal yang mustahil.

Dengan menerapkan berbagai strategi di atas, tips hemat di bulan ramadan ala anak kos bukan lagi sekadar teori, melainkan kebiasaan yang bisa dijalani secara konsisten. Kuncinya ada pada perencanaan, kesadaran diri, dan kemampuan menentukan prioritas.

FAQ Seputar Kehidupan Anak Kos

1. Apakah anak kos harus selalu masak agar bisa hemat?

Tidak selalu. Masak memang lebih hemat, tetapi membeli makanan juga bisa jadi pilihan asal dilakukan dengan strategi dan perencanaan.

2. Bagaimana cara menolak ajakan bukber tanpa merusak hubungan?

Sampaikan dengan jujur dan sopan. Kamu bisa bilang sedang menghemat atau memilih bukber di lain waktu.

3. Apakah memanfaatkan promo makanan justru bisa bikin boros?

Bisa, jika tidak dikontrol. Promo sebaiknya dimanfaatkan hanya untuk kebutuhan, bukan karena tergiur diskon.

4. Berapa kali idealnya ngabuburit dalam seminggu bagi anak kos?

Tidak ada angka pasti, tetapi sebaiknya dibatasi agar tidak memicu pengeluaran harian yang berlebihan.

5. Apa manfaat jangka panjang dari hidup hemat selama Ramadan?

Selain keuangan lebih aman, kebiasaan hemat melatih disiplin, pengendalian diri, dan pola hidup sederhana yang bermanfaat setelah Ramadan berakhir.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|