8 Jenis Buah yang Bisa Matang Setelah Dipetik, Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

4 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menanam buah di pekarangan rumah kini menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, terutama dengan hadirnya buah klimakterik. Buah klimakterik adalah jenis buah yang memiliki kemampuan unik untuk melanjutkan proses pematangan setelah dipetik dari pohonnya. Fleksibilitas ini memungkinkan pekebun rumahan memanen buah tepat waktu dan menyimpannya hingga mencapai kematangan optimal.

Selain menyediakan buah segar yang sehat dan bergizi, menanam buah juga mempercantik lingkungan sekitar rumah. Aktivitas berkebun memberikan kepuasan pribadi sekaligus menciptakan suasana asri dan sejuk di pekarangan.

Keberhasilan panen sangat bergantung pada pemilihan jenis buah yang tepat, termasuk ukuran pohon, kebutuhan sinar matahari, jenis tanah, dan ketahanan terhadap hama. Buah yang tidak memerlukan lahan luas atau perawatan intensif lebih ideal untuk skala rumahan, terutama bagi pemula. Berikut jenis buah yang bisa matang setelah dipetik, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1/2026).

1. Pisang

Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu buah klimakterik yang sangat populer dan ideal untuk ditanam di pekarangan rumah, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman pisang relatif mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang rumit, serta mampu menghasilkan buah dalam jumlah besar dari satu rumpun. Buah ini dapat melanjutkan proses pematangan setelah dipetik dari pohonnya.

Untuk menanam pisang, pilihlah lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh selama 6-8 jam sehari. Pastikan tanahnya subur, kaya organik, dan memiliki drainase yang baik agar pertumbuhan tanaman optimal. Penanaman biasanya dilakukan menggunakan anakan atau tunas pisang yang muncul dari pangkal induknya. Penyiraman teratur sangat diperlukan, terutama saat musim kemarau, dan berikan pupuk secara berkala untuk mendukung pembentukan buah.

Pisang dapat dipanen ketika buahnya sudah penuh dan warnanya mulai berubah dari hijau tua menjadi hijau muda atau kekuningan, meskipun masih keras. Setelah dipetik, letakkan tandan pisang di tempat yang sejuk dan berventilasi baik untuk proses pematangan. Untuk mempercepat pematangan, pisang dapat disimpan bersama buah klimakterik lain seperti apel atau alpukat dalam kantong kertas, karena buah-buahan ini melepaskan gas etilen yang memicu pematangan.

2. Sirsak

Sirsak merupakan buah tropis yang lezat dan kaya nutrisi. Buah ini sebaiknya dipanen ketika ukurannya sudah mencapai maksimal untuk memastikan kualitas rasa dan tekstur yang optimal. Memanen terlalu dini dapat membuat buah sulit matang dan kurang manis.

Setelah dipetik, sirsak termasuk buah klimakterik, artinya proses pematangan tetap berlangsung secara alami meskipun sudah dipisahkan dari pohon. Buah akan mulai mengeluarkan aroma khas dan dagingnya perlahan menjadi lunak. Hal ini memungkinkan sirsak dipetik saat masih agak keras, sehingga lebih tahan lama dalam penyimpanan dan transportasi.

Untuk memastikan sirsak matang dengan baik, simpan buah di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pemantauan rutin terhadap tekstur dan aroma akan membantu menentukan kapan buah siap dikonsumsi. Dengan cara ini, sirsak dapat dinikmati dengan rasa manis dan tekstur yang lembut, tanpa kehilangan nilai gizinya.

3. Mangga

Mangga (Mangifera indica) adalah buah tropis favorit yang termasuk dalam kategori buah klimakterik, menjadikannya pilihan sangat baik untuk ditanam di pekarangan rumah. Pohon mangga dapat tumbuh besar, namun varietas kerdil atau penanaman dalam pot besar bisa menjadi solusi untuk lahan terbatas. Mangga akan terus matang setelah dipetik dari pohonnya, memberikan rasa manis dan aroma khas saat matang sempurna.

Penanaman mangga memerlukan lokasi dengan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik, serta sedikit asam. Disarankan menggunakan bibit hasil okulasi atau cangkok untuk mempercepat panen dan memastikan kualitas buah, dibandingkan menanam dari biji. Penyiraman teratur sangat penting, terutama saat tanaman masih muda dan selama periode pembentukan buah. Pemangkasan rutin juga diperlukan untuk membentuk kanopi yang baik dan merangsang produksi buah.

Mangga dapat dipanen ketika buahnya sudah mencapai ukuran penuh, kulitnya mulai menunjukkan sedikit perubahan warna sesuai varietas, dan baunya mulai tercium samar. Setelah dipetik, mangga dapat dimatangkan pada suhu kamar. Untuk mempercepat proses pematangan, mangga dapat dibungkus dengan kertas koran atau disimpan dalam wadah tertutup bersama buah lain yang menghasilkan etilen.

4. Alpukat

Alpukat (Persea americana) adalah buah klimakterik kaya nutrisi yang semakin populer untuk ditanam di pekarangan rumah. Meskipun pohon alpukat bisa tumbuh besar, varietas tertentu atau penanaman dari bibit okulasi dapat menghasilkan buah lebih cepat dan lebih cocok untuk skala rumahan. Alpukat yang matang memiliki tekstur lembut dan rasa gurih yang khas, dan buah ini akan matang setelah dipetik dari pohonnya.

Untuk menanam alpukat, pilih lokasi yang mendapat sinar matahari penuh dan memiliki tanah gembur, subur, serta berdrainase baik. Bibit alpukat hasil okulasi lebih disarankan karena akan berbuah lebih cepat dibandingkan menanam dari biji. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, terutama saat tanaman masih muda dan selama musim kemarau. Pemupukan dan pemangkasan juga penting untuk menjaga kesehatan pohon dan merangsang produksi buah.

Alpukat harus dipanen ketika buahnya sudah tua dan mencapai ukuran maksimal, namun masih keras di pohon. Buah alpukat tidak akan matang di pohon, melainkan proses pematangan akan dimulai setelah dipetik. Setelah dipetik, simpan alpukat pada suhu kamar atau dalam kantong kertas bersama buah pisang atau apel untuk mempercepat pematangan. Tanda alpukat matang adalah teksturnya yang sedikit empuk saat ditekan.

5. Nangka

Nangka merupakan buah tropis yang memiliki aroma kuat dan rasa manis khas. Buah ini sebaiknya dipanen saat sudah tua, yaitu ketika ukurannya besar dan kulitnya mulai menunjukkan tanda kematangan, meskipun daging buahnya belum sepenuhnya matang. Memanen pada tahap ini memudahkan proses penyimpanan dan mengurangi risiko buah rusak di pohon.

Setelah dipetik, nangka termasuk buah klimakterik, sehingga proses pematangannya tetap berlangsung secara alami. Selama beberapa hari, nangka akan matang secara bertahap, tekstur dagingnya menjadi lebih empuk, dan aromanya semakin kuat dan menggoda. Hal ini memungkinkan buah dapat dipanen lebih awal dan disiapkan untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Untuk hasil yang optimal, simpan nangka di tempat sejuk dan berventilasi baik agar pematangan berjalan merata. Memantau kematangan melalui aroma dan kelembutan daging buah akan membantu menentukan kapan nangka siap dimakan atau diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Dengan cara ini, buah nangka dapat dinikmati dengan rasa manis maksimal dan aroma yang khas.

6. Tomat

Tomat meskipun sering dikategorikan sebagai sayuran dalam kuliner, sebenarnya termasuk buah klimakterik. Buah ini memiliki kemampuan untuk terus matang secara alami meskipun sudah dipetik dari pohonnya.

Tomat yang masih hijau saat dipanen akan mengalami proses pematangan setelah dipisahkan dari tanaman. Selama beberapa hari, kulitnya berubah warna menjadi merah, oranye, atau kuning tergantung varietas, dan rasa buah menjadi lebih manis serta lembut.

Agar pematangan tomat berjalan optimal, simpan buah di tempat yang berventilasi baik dan tidak terkena sinar matahari langsung. Dengan cara ini, tomat hijau dapat matang secara merata, menghasilkan rasa yang lezat, dan tetap kaya nutrisi.

7. Jambu Biji

Jambu biji merupakan buah tropis yang kaya vitamin dan serat. Buah ini sebaiknya dipanen ketika sudah cukup tua di pohon, meskipun dagingnya belum sepenuhnya matang. Memetik pada tahap ini membantu mengurangi kerusakan buah dan memudahkan penyimpanan.

Setelah dipanen, jambu biji termasuk buah klimakterik sehingga proses pematangannya tetap berlangsung secara alami. Selama beberapa hari, buah akan perlahan menjadi lebih lunak, aroma dan rasa manisnya semakin berkembang, sehingga siap dikonsumsi.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, simpan jambu biji di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Memantau tekstur dan aroma buah secara rutin membantu menentukan kapan buah sudah matang sempurna dan siap dinikmati.

8. Pepaya

Pepaya (Carica papaya) adalah buah klimakterik lain yang sangat cocok untuk ditanam di pekarangan rumah karena pertumbuhannya yang cepat. Buah ini juga memiliki kemampuan berbuah sepanjang tahun di iklim tropis. Pohon pepaya tidak terlalu besar dan dapat ditanam di lahan terbatas atau bahkan dalam pot besar, menjadikannya pilihan ideal bagi pekebun rumahan. Pepaya dapat melanjutkan proses pematangan setelah dipetik.

Untuk menanam pepaya, pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh dan memiliki tanah subur, gembur, serta berdrainase baik. Pepaya dapat ditanam dari biji, namun pastikan untuk menanam beberapa biji sekaligus karena jenis kelamin tanaman pepaya tidak dapat diprediksi. Penyiraman teratur sangat penting, terutama saat musim kemarau, dan berikan pupuk secara berkala untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah.

Pepaya dapat dipanen ketika buahnya sudah mencapai ukuran penuh dan kulitnya mulai menunjukkan sedikit perubahan warna menjadi kekuningan atau oranye, meskipun masih ada bagian yang hijau. Setelah dipetik, pepaya akan melanjutkan proses pematangan pada suhu kamar. Untuk mempercepat pematangan, pepaya dapat disimpan dalam kantong kertas atau dibungkus dengan kain. Tanda pepaya matang adalah kulitnya yang sebagian besar berwarna kuning atau oranye dan teksturnya yang sedikit empuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu buah klimakterik dan contohnya?

Buah klimakterik adalah buah yang dapat terus matang setelah dipetik dari pohonnya karena menghasilkan gas etilen secara alami. Contohnya termasuk pisang, mangga, alpukat, pepaya, sirsak, tomat, jambu biji, dan nangka.

2. Bagaimana cara mempercepat pematangan buah klimakterik setelah dipetik?

Buah klimakterik dapat dipercepat pematangannya dengan menyimpannya di suhu kamar atau dalam kantong kertas bersama buah lain yang menghasilkan etilen, seperti apel atau pisang. Gas etilen yang dilepaskan buah tersebut akan merangsang proses pematangan.

3. Kapan waktu yang tepat memanen buah klimakterik?

Buah klimakterik sebaiknya dipanen ketika sudah cukup tua atau mencapai ukuran maksimal, meskipun belum sepenuhnya matang. Memanen pada tahap ini membantu buah lebih tahan lama dan memudahkan proses penyimpanan atau transportasi.

4. Apakah buah klimakterik bisa matang jika disimpan di lemari es?

Penyimpanan di lemari es dapat memperlambat proses pematangan karena suhu dingin menghambat produksi etilen. Untuk pematangan optimal, simpan buah klimakterik di suhu kamar dan jauh dari sinar matahari langsung.

5. Buah apa saja yang cocok ditanam di pekarangan rumah?

Buah yang ideal untuk pekarangan rumah adalah yang tidak membutuhkan lahan luas, mudah dirawat, dan termasuk klimakterik agar bisa matang setelah dipetik. Contohnya adalah pisang, mangga (varietas kerdil), alpukat, sirsak, pepaya, tomat, jambu biji, dan nangka.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|