8 Tanaman Buah yang Tahan Hujan dan Tidak Mudah Busuk, Cocok untuk Iklim Indonesia

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menanam tanaman buah di daerah dengan curah hujan tinggi sering dianggap menantang karena banyak tanaman yang rentan mengalami busuk akar, buah pecah, hingga serangan jamur akibat kelembapan berlebih yang berlangsung terus-menerus. Kondisi tanah yang terlalu basah, sirkulasi udara yang kurang baik, serta paparan air hujan langsung pada bunga dan buah kerap menjadi penyebab utama kegagalan panen, sehingga banyak orang ragu memulai kebun buah di lingkungan yang sering diguyur hujan.

Padahal, ada banyak jenis tanaman buah tropis yang secara alami sudah beradaptasi dengan iklim lembap dan mampu tetap produktif meskipun hujan turun hampir sepanjang tahun. Dengan memilih jenis tanaman yang tepat, mengatur drainase tanah, serta melakukan perawatan sederhana, siapa pun bisa memiliki kebun buah yang sehat, tidak mudah busuk, dan tetap menghasilkan panen berkualitas meskipun berada di wilayah bercurah hujan tinggi.

1. Pisang

Pisang merupakan salah satu tanaman buah tropis yang sangat toleran terhadap curah hujan tinggi karena sistem perakarannya mampu menyerap air secara efisien tanpa mudah mengalami pembusukan selama tanah tidak tergenang terlalu lama. Batang semu pisang juga menyimpan banyak cadangan air dan nutrisi, sehingga tanaman tetap stabil meskipun kondisi lingkungan sering basah akibat hujan yang turun terus-menerus sepanjang musim.

Selain ketahanan pada akar dan batang, buah pisang dilindungi oleh kulit yang cukup tebal dan lentur sehingga tidak mudah pecah atau rusak meskipun sering terkena cipratan air hujan. Struktur tandan pisang yang menggantung juga membantu air cepat turun dan tidak mengendap di permukaan buah, sehingga risiko jamur dan busuk buah bisa ditekan dengan perawatan yang relatif sederhana.

Dalam praktik penanaman, pisang sangat cocok ditanam di pekarangan rumah maupun kebun kecil di daerah lembap karena tidak memerlukan perlakuan rumit, cukup memastikan drainase baik, pemupukan rutin, dan pembuangan anakan berlebih agar nutrisi tidak terbagi terlalu banyak. Dengan cara ini, pisang tetap bisa tumbuh subur, berbuah lebat, dan menghasilkan panen stabil meskipun berada di wilayah dengan intensitas hujan tinggi.

2. Pepaya

Pepaya dikenal sebagai tanaman buah yang cepat beradaptasi dengan lingkungan tropis lembap karena akarnya cukup kuat menembus tanah dan mampu mengatur penyerapan air secara seimbang. Meskipun menyukai tanah yang lembap, pepaya tetap aman dari risiko busuk akar selama media tanam tidak tergenang, sehingga sangat cocok untuk daerah yang sering diguyur hujan.

Buah pepaya memiliki kulit yang relatif tebal dan elastis, sehingga tidak mudah pecah akibat tekanan air hujan yang terus-menerus mengenai permukaannya. Selain itu, posisi buah yang menempel di batang utama memudahkan sirkulasi udara di sekitarnya, sehingga kelembapan tidak terlalu lama terperangkap dan meminimalkan risiko munculnya jamur penyebab busuk buah.

Dalam perawatannya, pepaya tergolong ringan karena tidak membutuhkan pemangkasan rumit, cukup menjaga kebersihan lahan, pemberian pupuk seimbang, serta memastikan air hujan tidak menggenang di sekitar pangkal batang. Dengan perawatan tersebut, pepaya bisa menjadi pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin menanam buah di daerah hujan tanpa khawatir hasil panen cepat rusak.

3. Jambu Biji

Jambu biji merupakan tanaman yang terkenal tangguh terhadap perubahan cuaca, termasuk kondisi lembap akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama. Sistem perakaran jambu biji mampu beradaptasi dengan tanah basah selama drainase tetap baik, sehingga tanaman tidak mudah terserang busuk akar yang sering terjadi pada tanaman sensitif air.

Kulit buah jambu biji cenderung keras dan tebal, membuatnya lebih tahan terhadap air hujan dibandingkan buah berkulit tipis. Air tidak mudah meresap ke dalam daging buah, sehingga risiko pecah, busuk, atau serangan jamur bisa diminimalkan dengan menjaga kebersihan kebun serta memangkas cabang yang terlalu rimbun agar sirkulasi udara tetap lancar.

Selain ketahanannya, jambu biji juga fleksibel karena bisa ditanam di pot besar maupun langsung di tanah pekarangan. Dengan pemupukan rutin dan pengendalian kelembapan tanah yang baik, jambu biji dapat tetap produktif di musim hujan dan menghasilkan buah yang sehat serta layak konsumsi.

4. Sirsak

Sirsak termasuk tanaman buah yang menyukai kondisi tanah lembap, sehingga cocok untuk wilayah dengan curah hujan tinggi selama tidak terjadi genangan air terlalu lama di sekitar perakaran. Akar sirsak cukup kuat menyesuaikan diri dengan lingkungan basah, sehingga risiko pembusukan dapat ditekan dengan pengelolaan tanah yang tepat.

Buah sirsak memiliki kulit tebal dengan duri halus yang berfungsi sebagai pelindung alami dari kelembapan berlebih. Struktur kulit ini membantu mengurangi kontak langsung air hujan dengan daging buah, sehingga proses pembusukan berjalan lebih lambat dibandingkan buah dengan permukaan tipis dan halus.

Dalam budidayanya, sirsak memerlukan pemangkasan ringan agar tajuk tidak terlalu rapat, sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik saat musim hujan. Dengan kombinasi perawatan sederhana dan pemilihan lokasi tanam yang tepat, sirsak mampu menghasilkan buah berkualitas meskipun berada di lingkungan yang basah.

5. Nangka

Nangka dikenal sebagai tanaman buah yang sangat kuat menghadapi kondisi lingkungan ekstrem, termasuk tanah lembap akibat hujan yang sering turun sepanjang tahun. Batang dan akar nangka memiliki daya tahan tinggi terhadap air, sehingga tidak mudah mengalami busuk selama tanah memiliki sistem pembuangan air yang baik.

Kulit buah nangka yang sangat tebal menjadi keunggulan utama dalam menghadapi musim hujan karena mampu melindungi daging buah dari rembesan air dan serangan jamur. Air hujan yang mengenai permukaan buah tidak langsung masuk ke bagian dalam, sehingga kualitas buah tetap terjaga hingga masa panen tiba.

Dalam perawatan sehari-hari, nangka tidak menuntut perhatian berlebihan, cukup dengan pemangkasan cabang yang tidak produktif serta pemupukan berkala. Dengan ketahanannya terhadap hujan dan minim risiko busuk, nangka sangat cocok dijadikan tanaman utama di kebun daerah lembap.

6. Kedondong

Kedondong merupakan tanaman buah yang toleran terhadap kelembapan tinggi dan mampu tumbuh stabil meskipun curah hujan relatif besar. Sistem perakarannya cukup kuat menghadapi tanah basah, sehingga risiko busuk akar dapat diminimalkan jika air tidak menggenang terlalu lama di sekitar tanaman.

Buah kedondong memiliki kulit keras yang berfungsi sebagai pelindung alami dari air hujan dan mikroorganisme penyebab pembusukan. Struktur kulit ini membuat buah tidak mudah pecah ataupun rusak meskipun sering terkena air, sehingga kualitas panen tetap terjaga sepanjang musim hujan.

Selain itu, kedondong juga tergolong mudah dirawat karena tidak terlalu sensitif terhadap perubahan cuaca. Dengan perawatan sederhana seperti pemangkasan dan pemupukan rutin, kedondong dapat menjadi pilihan menarik bagi pekebun rumahan di wilayah bercurah hujan tinggi.

7. Belimbing

Belimbing cukup adaptif terhadap kondisi lembap karena akarnya mampu bertahan di tanah basah selama drainase terjaga dengan baik. Tanaman ini tetap bisa tumbuh dan berproduksi meskipun hujan sering turun, asalkan tidak terjadi genangan yang terlalu lama di area perakaran.

Buah belimbing memang mengandung banyak air, namun kulitnya relatif kuat sehingga tidak mudah pecah akibat paparan hujan terus-menerus. Dengan menjaga kebersihan kebun dan memangkas cabang yang terlalu rapat, risiko jamur dan busuk buah dapat ditekan secara alami.

Dalam praktik penanaman, belimbing cocok untuk pekarangan rumah karena ukurannya bisa dikontrol melalui pemangkasan. Dengan manajemen air yang baik, belimbing mampu menghasilkan buah segar dan sehat meskipun ditanam di daerah dengan intensitas hujan tinggi.

8. Mangga (Varietas Tertentu)

Mangga pada dasarnya menyukai kondisi yang tidak terlalu basah, namun beberapa varietas seperti arumanis, manalagi, dan gadung cukup toleran terhadap hujan jika ditanam pada tanah dengan drainase yang baik. Akar mangga mampu menyesuaikan diri dengan kelembapan selama air tidak menggenang dalam waktu lama.

Kulit buah mangga relatif tebal sehingga mampu melindungi daging buah dari rembesan air hujan yang bisa memicu pembusukan. Meski begitu, pengendalian jamur tetap perlu dilakukan pada musim hujan agar kualitas buah tidak menurun akibat kelembapan berlebih.

Dalam perawatannya, mangga membutuhkan pemangkasan untuk menjaga sirkulasi udara serta pemupukan yang seimbang agar tanaman tetap kuat menghadapi musim basah. Dengan manajemen yang tepat, mangga tetap bisa menjadi tanaman buah unggulan meskipun berada di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Apa penyebab utama buah mudah busuk saat musim hujan?

A: Kelembapan tinggi, drainase buruk, dan sirkulasi udara yang kurang baik menjadi penyebab utama buah cepat membusuk.

Q: Apakah semua tanaman buah cocok di daerah hujan tinggi?

A: Tidak, hanya tanaman tertentu yang akarnya kuat dan buahnya memiliki kulit pelindung yang baik terhadap air.

Q: Bagaimana cara mencegah busuk akar saat hujan?

A: Buat drainase yang baik, gunakan media tanam gembur, dan hindari genangan air di sekitar tanaman.

Q: Apakah tanaman buah di pot aman dari hujan berlebih?

A: Aman jika pot memiliki lubang drainase cukup dan media tanam tidak menahan air terlalu lama.

Q: Perlukah pemangkasan saat musim hujan?

A: Perlu, karena pemangkasan membantu sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan berlebih di tajuk tanaman.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|