9 Desain Kandang untuk Ternak Ayam Sekaligus Bebek, Solusi Efisien untuk Peternak Modern

3 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Usaha unggas skala rumah tangga terus berkembang di berbagai daerah Indonesia. Banyak peternak mencari sistem pemeliharaan praktis agar produktivitas tetap terjaga, di mana perencanaan awal memegang peran penting dalam keberhasilan budidaya. Konsep desain kandang untuk ternak ayam sekaligus bebek menjadi solusi efisien bagi pemanfaatan lahan terbatas.

Perbedaan karakter ayam serta bebek menuntut penataan ruang cermat. Kondisi lantai, sirkulasi udara, serta area air perlu perhatian khusus. Kesalahan rancangan sering memicu stres ternak, serta penurunan hasil panen. Oleh sebab itu, desain kandang untuk ternak ayam sekaligus bebek patut dipahami sejak tahap perencanaan.

Minat masyarakat terhadap produk unggas juga terus naik setiap tahun. Peluang pasar terbuka lebar bagi peternak kreatif dan adaptif yang mana, inovasi sederhana kerap membawa dampak signifikan pada efisiensi kerja. Melalui penerapan desain kandang untuk ternak ayam sekaligus bebek, potensi keuntungan bisa dioptimalkan secara konsisten.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (29/1/2026).

1. Kandang Sekat Terpisah (Satu Atap)

Kandang sekat terpisah merupakan konsep pemeliharaan unggas terpadu yang memanfaatkan satu bangunan utama sebagai pusat aktivitas ternak, kemudian dibagi menjadi dua ruang berbeda melalui penggunaan sekat permanen maupun semi permanen sesuai kebutuhan peternak.

Bagian yang diperuntukkan bagi ayam dirancang memakai lantai panggung agar kondisi kandang tetap kering, bersih, serta terhindar dari kelembapan berlebih yang berpotensi memicu penyakit. Sementara itu, area bebek menggunakan lantai tanah yang dilengkapi zona basah sehingga kebiasaan alami bebek tetap terakomodasi. Pola pembagian ruang seperti ini memungkinkan proses pemeliharaan berjalan lebih terkontrol, efisien, serta tidak memerlukan lahan luas.

2. Kandang Kombinasi Panggung–Lantai Tanah

Desain kandang kombinasi panggung–lantai tanah menempatkan ayam pada bagian atas kandang menggunakan sistem panggung, sedangkan bebek dipelihara pada bagian bawah langsung di atas permukaan tanah. Susunan vertikal ini memberikan keuntungan signifikan dalam pengelolaan limbah ternak, sebab kotoran ayam dapat ditampung lalu dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik. Selain mampu menghemat ruang secara optimal, desain ini juga mempermudah proses pembersihan kandang serta membantu menjaga sanitasi lingkungan pemeliharaan secara berkelanjutan.

3. Kandang Model Postal Campuran

Kandang model postal campuran menggunakan lantai tanah yang dilapisi sekam padi tebal sebagai alas utama. Area ayam diatur agar tetap memiliki tingkat kekeringan lebih baik, sedangkan bagian bebek dibiarkan memiliki kelembapan lebih tinggi sesuai karakter alaminya.

Sistem ventilasi terbuka diterapkan guna memastikan sirkulasi udara berjalan lancar, sehingga suhu kandang tetap sejuk dan bau tidak mudah menumpuk. Konsep ini sangat sesuai diterapkan oleh peternak pemula sebab pembangunannya relatif sederhana serta mudah dalam perawatan harian.

4. Kandang Semi Terbuka Disertai Kolam Mini

Pada desain kandang semi terbuka, bebek memperoleh fasilitas kolam mini yang diletakkan pada salah satu sisi kandang sebagai sarana bermain air serta menjaga kesehatan bulu. Area ayam tetap diposisikan pada zona kering agar tidak terpapar kelembapan berlebih yang dapat mengganggu produktivitas. Atap paranet dipilih agar cahaya matahari dapat masuk secara optimal, sehingga mendukung aktivitas alami ternak sekaligus membantu menjaga kualitas udara di dalam kandang.

5. Kandang Modular Bongkar-Pasang

Kandang modular bongkar-pasang dirancang menggunakan material ringan seperti bambu atau rangka besi sederhana, sehingga mudah dipindahkan maupun diperluas sesuai perkembangan jumlah ternak. Sekat fleksibel memungkinkan pengaturan ulang ruang kandang tanpa harus membongkar seluruh bangunan. Model ini sangat ideal bagi peternak yang berencana meningkatkan skala usaha secara bertahap, sebab biaya pembangunan dapat ditekan serta penyesuaian kapasitas ternak lebih mudah dilakukan.

6. Kandang Terpadu Disertai Halaman Umbaran

Desain kandang terpadu mengombinasikan bangunan kandang utama bersama halaman umbaran sebagai area aktivitas luar. Ayam dan bebek dilepas secara bergantian pada siang hari guna menghindari persaingan serta menjaga kenyamanan masing-masing ternak. Sistem ini terbukti mampu mengurangi tingkat stres unggas serta menekan biaya pakan melalui pemanfaatan sumber pakan alami yang tersedia di area umbaran.

7. Kandang Model Closed-Side (Tertutup Samping)

Kandang model closed-side memiliki dinding samping yang sebagian tertutup sebagai upaya perlindungan terhadap terpaan angin kencang serta hujan. Desain ini sangat sesuai diterapkan pada wilayah bersuhu relatif rendah atau memiliki curah hujan tinggi, sebab mampu menjaga kestabilan suhu kandang sepanjang hari. Kondisi lingkungan yang stabil mendukung kesehatan ternak serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

8. Kandang Bertingkat

Desain kandang bertingkat memanfaatkan ruang vertikal secara maksimal dengan menempatkan ayam pada lantai atas dan bebek pada lantai bawah. Setiap tingkat dilengkapi akses terpisah guna memudahkan proses pemberian pakan, pengelolaan air, serta pembersihan kandang. Model ini sangat cocok diterapkan pada lahan sempit, terutama di area pemukiman padat atau pekarangan terbatas.

9. Kandang Ramah Limbah (Bioflok Sederhana)

Kandang ramah limbah mengadopsi konsep pemanfaatan ulang limbah ternak secara terpadu. Limbah air dari area bebek dialirkan menuju kolam ikan, sedangkan kotoran unggas diolah menjadi pupuk organik. Sistem sirkulasi air sederhana membantu menjaga kebersihan lingkungan kandang sekaligus mendukung pertanian terpadu yang multifungsi, ekonomis, serta berkelanjutan.

Komponen Penting untuk Kandang Ayam dan Bebek Terpadu

Perencanaan ukuran dan tata letak kandang adalah langkah awal yang fundamental. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan jumlah dan usia unggas yang akan dipelihara. Kepadatan yang berlebihan dalam kandang harus dihindari, karena dapat menyebabkan stres pada unggas dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Lokasi kandang juga harus strategis, jauh dari pemukiman penduduk dan peternakan lain untuk meminimalkan gangguan dan risiko penyebaran penyakit.

  • Untuk 100 ekor bebek petelur, ukuran kandang yang ideal sekitar 7 x 8 meter.
  • Kandang bebek pedaging untuk 100 ekor membutuhkan ukuran 3m x 5m untuk pembesaran, atau 4m x 14m untuk umbaran dengan tempat tidur 3m x 4m yang dilapisi jerami.
  • Kandang starter untuk DOD (Day Old Duck) berukuran 1 m² dapat menampung 50 ekor DOD.
  • Kandang grower untuk bebek berumur 2-4 minggu dapat menampung 30-50 ekor per kelompok dengan ukuran 10 m².
  • Kandang bebek petelur modern dapat menampung 6-8 ekor per set dengan ukuran luar 90 x 45 x 45 x 37 cm.

Lantai kandang dan sistem drainase juga memegang peranan penting, terutama untuk bebek. Meskipun kandang bebek tidak selalu harus panggung, sistem panggung (slat) sangat direkomendasikan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama di lingkungan yang lembab.

Lantai panggung memungkinkan kotoran jatuh ke bawah, sehingga kandang tetap bersih dan bebek terhindar dari kontak langsung dengan kotoran. Untuk area bebek, jika tidak menggunakan panggung, lantai harus memiliki drainase yang sangat baik atau menggunakan sistem kandang kering yang cocok untuk lahan sempit dan efektif mengurangi bau.

Penyediaan tempat pakan dan minum yang sesuai adalah esensial. Tempat pakan dan minum harus mudah diakses oleh kedua jenis unggas, namun desainnya mungkin perlu disesuaikan. Tersedia berbagai jenis tempat minum otomatis yang dapat menjaga kebersihan air untuk ayam dan bebek. Untuk anak ayam dan bebek, tempat pakan anti berserakan sangat membantu mengurangi pemborosan.

Selain itu, area air khusus untuk bebek, seperti kolam pemandian, dianjurkan untuk bebek petelur, namun sebaiknya dihindari untuk bebek pedaging agar energi tidak terbuang untuk bermain. Dalam beberapa kasus, kandang bebek di atas kolam ikan dapat menjadi solusi inovatif yang menguntungkan, di mana kotoran bebek menjadi pakan alami bagi ikan.

FAQ Seputar Topik

Apa keuntungan beternak ayam dan bebek dalam satu kandang?

Beternak ayam dan bebek dalam satu kandang dapat mengoptimalkan lahan terbatas, meningkatkan efisiensi pengelolaan, dan berpotensi menghasilkan pendapatan lebih dari dua jenis unggas.

Bagaimana cara mengatasi perbedaan kebutuhan ayam dan bebek dalam desain kandang gabungan?

Perbedaan kebutuhan diatasi dengan pemisahan area yang jelas, seperti menempatkan ayam di bagian atas dan bebek di bawah, serta menyediakan fasilitas air dan tempat bertelur yang sesuai untuk masing-masing.

Apa saja komponen penting yang harus ada dalam desain kandang ayam dan bebek terpadu?

Komponen penting meliputi ukuran dan tata letak yang sesuai, lantai dan sistem drainase yang baik (terutama kandang panggung), tempat pakan dan minum yang mudah diakses, area bertelur terpisah, ventilasi, pencahayaan, serta keamanan dari predator.

Mengapa ventilasi dan drainase penting dalam kandang gabungan?

Ventilasi penting untuk sirkulasi udara, mengurangi kelembaban, dan menghilangkan bau amonia, sementara drainase krusial untuk mencegah genangan air dan kelembaban berlebih yang dapat memicu penyakit pada unggas.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|