Liputan6.com, Jakarta - Ular pohon coklat (Boiga irregularis) seringkali menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena reputasinya sebagai spesies invasif yang merusak di beberapa wilayah. Keberadaannya yang luas memicu pertanyaan krusial: apakah ular pohon coklat berbisa? Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik ular tersebut, mekanisme bisanya, serta dampaknya bagi manusia dan lingkungan.
Secara garis besar, ular pohon coklat memang berbisa, namun tingkat bahaya bisanya tergolong ringan bagi manusia dewasa yang sehat. Meskipun demikian, pemahaman mendalam mengenai jenis bisa, kelompok rentan yang berisiko, dan tindakan pertolongan pertama yang tepat menjadi sangat penting. Informasi akurat ini akan membantu masyarakat dalam menyikapi keberadaan ular ini dengan bijak dan aman.
Ular ramping nokturnal ini tidak hanya dikenal karena kemampuannya memanjat, tetapi juga karena perannya dalam menyebabkan kepunahan ekologis di Guam. Pengetahuan tentang profil, habitat, dan cara penanganannya sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko interaksi yang tidak diinginkan dan melindungi diri serta lingkungan sekitar. Jadi simak informasi selengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (17/12/2025).
Mengenal Ular Pohon Coklat (Boiga irregularis)
Ular pohon coklat, atau Boiga irregularis, adalah reptil ramping yang mahir memanjat pohon, memiliki kepala lebih lebar dari leher, dan mata besar dengan pupil vertikal khas hewan nokturnal. Warna tubuhnya bervariasi dari coklat dengan pola belang gelap, hingga pita biru atau merah pada populasi Australia. Ular ini dapat tumbuh hingga 1-2 meter, bahkan spesimen di Guam mencapai 3 meter.
Habitat asli ular ini membentang di wilayah timur Indonesia (termasuk Sulawesi, Maluku, dan Papua), Papua Nugini, Kepulauan Solomon, serta pesisir utara dan timur Australia, menjadikannya spesies arboreal yang aktif di malam hari. Makanannya meliputi kadal, burung kecil, kelelawar, dan mamalia kecil, menunjukkan adaptasinya sebagai predator di lingkungan pohon.
Ular ini menjadi terkenal secara global karena invasi tak sengaja di Guam setelah Perang Dunia II, terbawa oleh kapal militer dari Papua Nugini. Di Guam, tanpa predator alami dan mangsa melimpah, populasinya meledak hingga kepadatan 2.000 ular per kilometer persegi, menyebabkan kerusakan ekologis parah.
Mekanisme Bisa Ular Pohon Coklat
Meskipun ular pohon coklat (Boiga irregularis) berbisa, bisanya dikategorikan ringan dengan sifat neurotoksik atau sitotoksik yang lemah. Sistem taring ular ini adalah rear-fanged (bertaring belakang) dan taringnya berlekuk, bukan berongga sempurna seperti ular berbisa tinggi lainnya.
Proses penyuntikan bisa oleh ular ini tidak seefisien ular bertaring depan karena bisa mengalir melalui lekukan pada taring, bukan disuntikkan langsung. Ular perlu "mengunyah" mangsanya agar taring belakangnya dapat menembus kulit dan mengalirkan bisa secara efektif.
Akibat posisi taring dan mekanisme ini, gigitan pada manusia dewasa dengan kulit tebal seringkali tidak menghasilkan penyuntikan bisa yang signifikan. Ini menjelaskan mengapa dampak gigitannya cenderung ringan pada sebagian besar kasus.
Dampak Gigitan pada Manusia dan Hewan
Bagi orang dewasa yang sehat, risiko dari gigitan ular pohon coklat umumnya rendah, tidak mematikan, atau menyebabkan komplikasi serius. Gejala yang mungkin timbul terbatas pada area gigitan, seperti nyeri lokal, pembengkakan, dan kemerahan, dengan beberapa kasus melaporkan gejala sistemik ringan seperti sakit kepala atau mual.
Namun, risiko gigitan ular pohon coklat lebih tinggi pada kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, lansia, atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Sistem tubuh mereka yang lebih sensitif membuat mereka lebih rentan terhadap efek bisanya, sehingga gigitan pada kelompok ini memerlukan perhatian medis segera.
Bisa ular pohon coklat juga dapat berbahaya bagi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan burung, karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil membuat dosis bisa memiliki efek signifikan. Gigitan pada hewan peliharaan berpotensi menyebabkan kelumpuhan, gangguan pernapasan, atau bahkan kematian, sehingga perawatan dokter hewan segera sangat diperlukan.
Tindakan Saat Digigit atau Bertemu Ular Pohon Coklat
Jika Anda atau seseorang digigit ular pohon coklat, langkah pertama adalah tetap tenang dan meminimalkan gerakan untuk memperlambat penyebaran bisa dalam tubuh. Segera cuci luka dengan air sabun untuk membersihkan area gigitan dan mencegah infeksi.
Lepaskan perhiasan atau pakaian ketat di sekitar area gigitan sebelum terjadi pembengkakan, dan posisikan area gigitan lebih rendah dari jantung. Penting untuk segera mencari bantuan medis, meskipun bisanya ringan, terutama untuk kelompok rentan.
Hindari tindakan yang salah seperti mengiris luka, mencoba menghisap bisa, atau menggunakan torniket ketat, karena tindakan-tindakan ini dapat memperburuk kondisi. Jika Anda melihat ular di sekitar, jangan mendekati, menyentuh, atau mencoba menangkapnya sendiri karena ular ini dapat menjadi agresif.
Jaga jarak aman dan biarkan ular bergerak menjauh dengan sendirinya; jika ular berada di area pemukiman atau menimbulkan ancaman, hubungi pemadam kebakaran atau penangkap ular profesional setempat. Mereka memiliki peralatan dan keahlian untuk menangani ular dengan aman.
Ular Pohon Coklat sebagai Spesies Invasif
Ular pohon coklat dikenal sebagai salah satu spesies invasif paling agresif di dunia, dengan invasi di Guam menjadi contoh paling terkenal. Setelah Perang Dunia II, ular ini secara tidak sengaja masuk ke Guam, kemungkinan sebagai penumpang gelap di kapal militer, dan menyebabkan dampak ekologis dahsyat.
Di Guam, ular ini menyebabkan kepunahan lokal sebagian besar populasi burung asli pulau tersebut, termasuk 10 dari 12 spesies burung hutan, serta mengancam kelelawar dan kadal asli. Hilangnya burung-burung ini berdampak negatif pada ekosistem secara keseluruhan, karena banyak di antaranya adalah penyebar biji dan penyerbuk penting.
Selain kerusakan ekologis, ular pohon coklat juga menimbulkan dampak ekonomi signifikan di Guam, sering menyebabkan gangguan listrik karena memanjat tiang dan transformator. Biaya pengiriman barang dari Guam juga meningkat akibat pemeriksaan ketat untuk mencegah penyebaran ular ini ke pulau lain.
FAQ
Q: Jadi, apakah ular pohon coklat berbisa?
A: Ya, ular pohon coklat (Boiga irregularis) berbisa. Namun, bisanya tergolong ringan (mildly venomous) dan memiliki sistem penyuntikan yang tidak efisien pada manusia karena taringnya terletak di belakang (rear-fanged).
Q: Apakah gigitan ular pohon coklat bisa mematikan untuk orang dewasa?
A: Sangat jarang. Bagi orang dewasa yang sehat, gigitan ular ini umumnya tidak mematikan dan hanya menimbulkan gejala lokal seperti nyeri dan bengkak. Namun, tetaplah waspada dan cari pertolongan medis.
Q: Bagaimana dengan bahaya untuk anak-anak atau hewan peliharaan?
A: Risikonya lebih tinggi untuk anak-anak, bayi, dan hewan peliharaan kecil (seperti anjing dan kucing). Mereka lebih rentan terhadap efek bisanya. Jika tergigit, mereka memerlukan pertolongan medis/dokter hewan segera.
Q: Apa saja gejala jika digigit ular pohon coklat?
A: Gejala dapat berupa nyeri dan pembengkakan di area gigitan, kemerahan, sakit kepala, mual, muntah, dan pusing. Gejala parah seperti kesulitan bernapas sangat jarang terjadi.
Q: Bisakah ular pohon coklat ditemukan di Indonesia?
A: Ya. Ular ini merupakan spesies asli Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi, Maluku, dan Papua. Keberadaannya perlu diwaspadai tetapi tidak perlu panik berlebihan mengingat sifat bisanya yang ringan bagi manusia dewasa.

1 month ago
27
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491397/original/076795700_1770094667-wajan_berkarat_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485032/original/001817500_1769492958-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491475/original/047526200_1770097030-unnamed-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491313/original/033126900_1770091023-Budidaya_Bandeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491634/original/035501000_1770101386-tanam_saledri5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485945/original/024073600_1769570855-1139b8b5-a849-4a84-b349-77347ec56de0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483952/original/010768000_1769409295-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491432/original/039318100_1770095894-unnamed-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491266/original/073998000_1770089935-Jualan_nori_crispy__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491239/original/003087000_1770088771-bunga_wangi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491221/original/067735700_1770088433-seledri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491323/original/029875500_1770091633-Bunga_Indoor_untuk_Apartemen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563912/original/052882900_1631002359-pexels-photo-3026801.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491207/original/039678600_1770088117-model_teras_dengan_akuarium_galon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491295/original/037209600_1770090643-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489759/original/024511200_1769931273-Penebaran_Benih_dengan_Kepadatan_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471181/original/002594400_1768279992-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)