Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat pakan ikan ternak dari ampas tahu menjadi strategi paling jitu bagi para pembudidaya yang ingin tetap bertahan di tengah gempuran harga pakan pabrikan yang kian melambung tinggi. Ampas tahu, yang sering kali dianggap sebagai limbah tak bernilai, sebenarnya menyimpan harta karun berupa kandungan protein nabati yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme pertumbuhan ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurame.
Dengan sentuhan teknologi fermentasi yang tepat, bahan ini tidak hanya menjadi murah secara ongkos produksi, tetapi juga bertransformasi menjadi sumber nutrisi yang mudah diserap oleh sistem pencernaan ikan, sehingga angka kematian bibit dapat ditekan seminimal mungkin.
Penerapan cara membuat pakan ikan ternak dari ampas tahu menuntut ketelatenan dalam menjaga kebersihan bahan dan keseimbangan formula agar pakan tidak mudah rusak atau berjamur. Salah satu kendala terbesar ampas tahu adalah kadar airnya yang mencapai 80%, yang jika dibiarkan tanpa pengolahan lebih dari 24 jam akan langsung membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat yang beracun bagi ekosistem kolam.
Oleh sebab itu, teknik pengolahan yang melibatkan pemerasan kadar air serta penggunaan bakteri pengurai (probiotik) menjadi langkah wajib yang harus dipahami setiap peternak yang ingin mandiri secara pakan.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas seluruh tahapan cara membuat pakan ikan ternak dari ampas tahu, mulai dari pemilihan bahan tambahan untuk melengkapi nutrisi, proses fermentasi anaerob, hingga teknik pengeringan pelet agar pakan bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
Dengan menguasai keterampilan ini, Anda tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari pencemaran limbah industri tahu, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dalam usaha budidaya ikan Anda. Mari kita simak rincian teknis dan rahasia sukses pengolahan pakan alternatif ini secara mendetail.
Analisis Nutrisi: Mengapa Ampas Tahu Sangat Potensial?
Menggunakan ampas tahu sebagai bahan pakan ikan bukan sekadar aksi coba-coba, melainkan didasari oleh fakta bahwa kedelai adalah sumber protein terbaik di dunia tumbuhan. Meskipun sudah melalui proses ekstrasi untuk menjadi tahu, sisa padatnya masih mengandung protein kasar sekitar 25% hingga 27%, lemak 7%, dan karbohidrat yang cukup untuk energi harian ikan.
Namun, ampas tahu memiliki keterbatasan yaitu rendahnya kandungan asam amino esensial seperti metionin dan lisin dibandingkan pakan hewani. Oleh karena itu, peternak yang cerdas tidak akan memberikan ampas tahu secara tunggal, melainkan mencampurnya dengan bahan pendukung lainnya untuk menciptakan "superfood" bagi ikan peliharaan mereka.
Bahan-Bahan Pendukung Formula Pakan Berkualitas
Untuk mendapatkan pakan yang setara dengan kualitas pabrikan (pakan tipe floating atau sinking), Anda perlu mencampur ampas tahu dengan beberapa bahan kunci berikut ini:
- Dedak Halus (Bekatul): Berfungsi sebagai sumber serat dan pengisi volume pakan yang ekonomis.
- Tepung Jagung: Menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi utama agar protein dalam ampas tahu fokus digunakan untuk pertumbuhan otot ikan.
- Tepung Ikan atau Tepung Udang: Sangat penting untuk memberikan aroma amis yang merangsang nafsu makan ikan serta menambah kadar protein hewani.
- EM4 Perikanan: Cairan berisi bakteri Lactobacillus yang akan melakukan proses fermentasi.
- Molase (Tetes Tebu): Bisa diganti dengan gula merah cair, berfungsi sebagai "bahan bakar" bagi bakteri dalam EM4 untuk berkembang biak.
Perbandingan Takaran Ideal
Untuk membuat 10 kg pakan mandiri, Anda bisa menggunakan perbandingan: 5 kg ampas tahu, 3 kg dedak, 1 kg tepung jagung, dan 1 kg tepung ikan. Campuran ini akan menghasilkan pakan dengan kadar protein di kisaran 30%, sangat ideal untuk pertumbuhan benih hingga ikan dewasa.
Tahapan Cara Membuat Pakan Ikan Ternak dari Ampas Tahu
Langkah pertama adalah memastikan ampas tahu dalam kondisi segar (maksimal 12 jam setelah diproduksi pabrik). Ampas yang sudah basi biasanya berwarna kekuningan pekat dan berbau asam menyengat, yang jika tetap diproses akan merusak hasil fermentasi.
Proses Pengurangan Kadar Air
- Bungkus ampas tahu dengan kain flanel atau karung goni bersih.
- Peras secara manual atau gunakan alat pres hingga airnya tidak lagi menetes.
- Semakin kering ampas di awal, semakin padat dan kokoh hasil pelet nantinya.
Pencampuran Larutan Fermentasi
Campurkan 5-10 tutup botol EM4 ke dalam 1 liter air bersih (non-kaporit), tambahkan 200ml molase, lalu aduk hingga rata. Diamkan larutan ini selama 15-30 menit hingga muncul buih-buih kecil, pertanda bakteri sudah aktif dan siap bekerja memecah serat kasar pada ampas tahu.
Proses Fermentasi Anaerob yang Benar
Setelah semua bahan kering (ampas tahu, dedak, tepung) tercampur rata dalam wadah besar, siramkan larutan fermentasi sedikit demi sedikit. Aduk menggunakan tangan atau mesin mixer hingga adonan mencapai tekstur "mamel" (jika dikepal tidak hancur, tapi tidak mengeluarkan air).
- Pengisian Wadah: Masukkan adonan ke dalam drum plastik atau ember cat yang memiliki tutup segel.
- Pemadatan: Tekan-tekan adonan hingga benar-benar padat untuk menghilangkan kantong oksigen di dalamnya.
- Masa Pemeraman: Tutup rapat wadah dan simpan di tempat yang sejuk (tidak terkena matahari langsung) selama 5 sampai 7 hari.
- Uji Keberhasilan: Jika saat dibuka tercium aroma segar mirip tape atau ragi, maka pakan berhasil. Jika berbau busuk bangkai, jangan berikan pada ikan karena pakan tersebut telah terkontaminasi bakteri patogen.
Teknik Pencetakan dan Pengeringan Pelet
Pakan yang telah difermentasi sebenarnya sudah bisa diberikan langsung (pakan basah). Namun, untuk efisiensi penyimpanan, sangat disarankan untuk mencetaknya menjadi butiran pelet. Anda bisa menggunakan mesin penggiling daging sederhana yang dimodifikasi dengan saringan berlubang kecil sesuai ukuran mulut ikan (biasanya diameter 2mm atau 3mm).
Setelah dicetak, jemur butiran pelet di atas terpal di bawah terik matahari selama 2-3 hari hingga benar-benar garing. Ciri pelet yang kering sempurna adalah bunyinya nyaring saat dijatuhkan dan tidak mudah hancur saat ditekan jari. Pakan yang kering total dapat disimpan dalam karung plastik di gudang yang kering selama 2 hingga 3 bulan tanpa takut berjamur.
Pengaplikasian
Strategi Pemberian Pakan untuk Hasil Maksimal
Pakan alternatif dari ampas tahu biasanya memiliki sifat tenggelam (sinking). Oleh karena itu, cara pemberiannya harus sedikit berbeda dari pakan apung pabrikan:
- Pemberian Bertahap
Tebarkan sedikit demi sedikit di satu titik agar ikan berkumpul. Jangan langsung menebar dalam jumlah banyak karena pakan yang tenggelam dan tidak termakan akan menjadi amoniak yang merusak air.
- Waktu Ideal
Berikan pada pagi hari saat suhu air mulai stabil (jam 8-9 pagi) dan sore hari (jam 4-5 sore).
- Kombinasi Pakan
Untuk hasil terbaik, gunakan pakan ampas tahu ini sebagai substitusi (pengganti sebagian). Misalnya, pagi hari diberi pakan alternatif, dan sore hari diberi pakan pabrikan untuk melengkapi nutrisi yang mungkin kurang.
Strategi Penyimpanan Agar Pakan Tahan Lama
Pakan yang sudah kering sempurna harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau karung plastik berlapis agar tidak terkena kelembapan udara. Pastikan area penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang baik dan alasnya tidak bersentuhan langsung dengan lantai semen (gunakan palet kayu).
Pakan ikan dari ampas tahu yang dikeringkan dengan benar bisa bertahan hingga 2-3 bulan tanpa mengalami penurunan kualitas gizi secara drastis.
Periksa secara berkala kondisi pakan di dalam gudang penyimpanan. Jika tercium bau tengik atau muncul bintik-bintik putih jamur, segera pisahkan bagian yang terkontaminasi agar tidak merusak seluruh stok pakan. Kebersihan gudang juga sangat penting untuk menghindari hama seperti tikus atau kutu pakan yang bisa membawa penyakit masuk ke dalam ekosistem kolam ikan Anda nantinya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pakan Ampas Tahu
Apakah ampas tahu aman untuk benih ikan kecil?
Aman, asalkan sudah difermentasi dan tekstur pakan dibuat sangat halus (tepung) sesuai bukaan mulut benih.
Kenapa pakan ampas tahu saya berjamur hitam?
Itu tanda kegagalan fermentasi akibat wadah tidak tertutup rapat atau kadar air saat pencampuran terlalu tinggi (becek).
Bisakah menggunakan air kran untuk campuran EM4?
Sebaiknya gunakan air sumur. Air kran sering mengandung kaporit yang dapat membunuh bakteri baik dalam EM4.
Apakah pakan ini bisa membuat air kolam keruh?
Jika pengeringan pelet tidak maksimal, pakan akan cepat hancur dalam air dan memicu kekeruhan. Pastikan pelet benar-benar keras.
Berapa banyak biaya yang bisa dihemat?
Penggunaan ampas tahu bisa menghemat biaya pakan antara 50% hingga 75% dibandingkan penggunaan pakan komersial secara penuh.

3 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)