Liputan6.com, Jakarta - Pertanian modern semakin gencar mengadopsi metode berkelanjutan, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alami untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dalam konteks ini, cara membuat pestisida nabati dari rimpang menjadi solusi unggulan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan serta aman bagi kesehatan manusia.
Rimpang-rimpangan seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak, kaya akan senyawa aktif yang secara alami mampu melindungi tanaman dari berbagai gangguan hama.
Penerapan cara membuat pestisida nabati dari rimpang menawarkan banyak keuntungan, termasuk pengurangan dampak negatif terhadap ekosistem dan penghematan biaya produksi. Berbeda dengan pestisida kimia yang meninggalkan residu berbahaya, pestisida alami dari rimpang mudah terurai dan tidak mencemari tanah maupun sumber air.
Berikut ini telah Liputan6 ulas secara tuntas cara membuat pestisida nabati dari rimpang, mulai dari pemilihan bahan, tahapan pembuatan, hingga cara aplikasi yang tepat, pada Rabu (28/1).
Persiapan Alat dan Bahan untuk Pestisida Rimpang
Bahan Utama yang Diperlukan
Pemilihan bahan berkualitas sangat penting untuk memastikan efektivitas pestisida nabati yang akan dibuat. Rimpang yang digunakan sebaiknya masih segar dan tidak busuk agar kandungan senyawa aktifnya optimal. Anda bisa menggunakan satu jenis rimpang atau mengombinasikan beberapa jenis untuk mendapatkan spektrum pengendalian hama yang lebih luas.
- Rimpang pilihan (jahe, kunyit, lengkuas, atau temulawak): 500 gram hingga 1 kilogram.
- Air bersih: 5-10 liter, disesuaikan dengan kebutuhan.
- Sabun cuci piring cair: 1-2 sendok makan (berfungsi sebagai perekat).
- Gula merah atau molase: 1-2 sendok makan (opsional, sebagai pemanis untuk fermentasi).
Perbandingan ideal antara rimpang dan air adalah 1:5 hingga 1:10, yang berarti setiap 1 bagian rimpang memerlukan 5-10 bagian air. Sabun cuci piring berfungsi sebagai surfaktan yang membantu larutan menempel lebih baik pada permukaan daun tanaman.
Peralatan yang Dibutuhkan
Peralatan yang diperlukan untuk membuat pestisida nabati dari rimpang umumnya adalah alat-alat rumah tangga yang mudah didapat. Pastikan semua peralatan dalam keadaan bersih untuk menghindari kontaminasi yang dapat mengurangi efektivitas pestisida.
- Pisau tajam untuk memotong rimpang.
- Cobek besar atau blender untuk menghaluskan bahan.
- Saringan kain halus atau kasa untuk proses penyaringan.
- Ember plastik atau wadah besar untuk perendaman.
- Botol semprot dengan kapasitas 500ml-1 liter.
- Sarung tangan karet untuk melindungi tangan.
- Sendok kayu untuk mengaduk.
- Gelas ukur untuk takaran yang presisi.
Proses Pembuatan Ekstrak Rimpang
Tahap Persiapan Bahan
Proses pembuatan pestisida nabati dimulai dengan persiapan rimpang yang cermat. Cuci rimpang hingga bersih dari tanah atau kotoran yang menempel untuk menghindari kontaminasi. Tidak perlu mengupas kulit rimpang karena bagian kulit juga mengandung senyawa aktif yang bermanfaat.
Setelah dicuci bersih, potong rimpang menjadi bagian-bagian kecil. Pemotongan yang lebih kecil akan mempermudah ekstraksi senyawa aktif dan mempercepat proses fermentasi.
Langkah-langkah Pembuatan
- Penghalusan Rimpang: Haluskan rimpang yang telah dipotong menggunakan blender atau ditumbuk hingga hancur. Jika menggunakan blender, tambahkan air secukupnya agar rimpang dapat terblender dengan baik. Proses penghalusan ini bertujuan untuk mempermudah keluarnya senyawa aktif dari sel-sel rimpang.
- Pencampuran dengan Air: Masukkan rimpang halus ke dalam ember besar dan tambahkan air bersih sesuai perbandingan yang direkomendasikan, misalnya 1 kg rimpang untuk 10 liter air. Aduk campuran hingga rata menggunakan sendok kayu. Pastikan semua bagian rimpang terendam air dengan baik.
- Proses Perendaman dan Fermentasi: Diamkan campuran selama minimal 24 jam atau lebih baik 2-3 hari di tempat yang teduh dan sejuk. Tutup wadah menggunakan kain atau plastik berlubang untuk memungkinkan sirkulasi udara namun mencegah masuknya serangga. Aduk campuran setiap 12 jam sekali untuk memastikan proses ekstraksi berjalan optimal.
- Penyaringan Larutan: Setelah masa perendaman selesai, saring larutan menggunakan kain halus atau kasa untuk memisahkan ampas dari cairan ekstrak. Peras ampas rimpang untuk mengeluarkan sisa cairan yang masih tertinggal. Cairan hasil saringan inilah yang akan digunakan sebagai pestisida nabati.
- Penambahan Bahan Tambahan: Tambahkan 1-2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam ekstrak yang sudah disaring. Aduk rata hingga sabun tercampur sempurna. Sabun berfungsi sebagai perekat (surfaktan) yang membantu larutan menempel lebih lama pada permukaan daun tanaman.
Aplikasi dan Penyimpanan Pestisida Nabati
Cara Penggunaan yang Tepat
Pestisida nabati dari rimpang yang telah jadi umumnya masih dalam bentuk konsentrat yang perlu diencerkan sebelum digunakan. Pengenceran yang tepat akan memastikan efektivitas maksimal tanpa merusak tanaman. Perbandingan pengenceran yang umum digunakan adalah 1 bagian ekstrak rimpang dicampur dengan 5-10 bagian air bersih.
Langkah-langkah Aplikasi:
- Encerkan ekstrak rimpang dengan air bersih sesuai perbandingan yang direkomendasikan.
- Tuang larutan yang sudah diencerkan ke dalam botol semprot.
- Kocok botol semprot sebelum digunakan untuk memastikan larutan tercampur rata.
- Semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman, terutama pada bagian bawah daun.
- Pastikan semua area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hama terkena semprotan.
Waktu dan Frekuensi Aplikasi
Waktu Penyemprotan yang Ideal
Lakukan penyemprotan pada pagi hari atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Ini untuk menghindari penguapan cepat dan mencegah daun tanaman terbakar karena efek lensa dari tetesan air.
Frekuensi Penyemprotan
Ulangi penyemprotan setiap 3-7 hari sekali tergantung pada tingkat serangan hama dan kondisi cuaca. Pada musim hujan, frekuensi penyemprotan perlu ditingkatkan karena pestisida mudah tercuci oleh air hujan. Hentikan penyemprotan jika populasi hama sudah terkendali.
Tips Penyimpanan yang Benar
Penyimpanan Ekstrak Konsentrat
Simpan sisa ekstrak rimpang yang belum diencerkan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap. Hindari penyimpanan di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena dapat merusak senyawa aktif. Suhu penyimpanan ideal adalah antara 15-25 derajat Celsius.
Masa Simpan
Pestisida nabati dari rimpang umumnya dapat bertahan hingga 1-2 minggu jika disimpan dengan benar. Periksa kondisi ekstrak secara berkala dan buang jika sudah berbau sangat menyengat (busuk) atau muncul jamur. Untuk memperpanjang masa simpan, dapat ditambahkan sedikit garam atau cuka sebagai pengawet alami.
Tanda-tanda Kerusakan:
- Bau yang sangat menyengat dan tidak sedap.
- Perubahan warna menjadi sangat gelap atau kehitaman.
- Munculnya jamur atau buih berlebihan pada permukaan.
- Tekstur yang menjadi sangat kental dan berlendir.
Mengenal Potensi Rimpang sebagai Pestisida Alami
Kelebihan Rimpang sebagai Bahan Pestisida
Pestisida nabati adalah jenis pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bahan organik lain yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Rimpang, sebagai bagian batang tumbuhan yang tumbuh di bawah tanah, menyimpan beragam senyawa metabolit sekunder. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai sistem pertahanan alami tumbuhan dan dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama serta penyakit pada tanaman budidaya.
Keunggulan utama rimpang sebagai bahan pestisida terletak pada sifatnya yang mudah terurai (biodegradable) di alam. Ini berarti pestisida rimpang tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia serta ternak karena residunya cepat hilang. Selain itu, penggunaan rimpang juga memberikan keuntungan ekonomis karena bahan bakunya mudah didapat dan harganya terjangkau.
Proses pembuatannya pun tidak memerlukan peralatan yang rumit, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk petani skala kecil. Pestisida nabati dari rimpang dapat berfungsi sebagai penolak hama, penarik serangga tertentu, antifertilitas, pembunuh, atau memiliki efek lain terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Jenis Rimpang dan Manfaatnya
Jahe (Zingiber officinale)
Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang dikenal memiliki kemampuan sebagai pengusir serangga dan antijamur. Aroma khas jahe yang tajam seringkali tidak disukai oleh berbagai jenis serangga hama. Senyawa aktif ini juga memiliki sifat antioksidan dan antibakteri.
Selain itu, jahe juga mengandung minyak atsiri, resin, dan serat yang bersifat insektisida dan repelen (penolak). Studi menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat menyebabkan mortalitas dan menghambat aktivitas makan larva Plutella xylostella.
Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit kaya akan kurkumin, senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur yang kuat. Kurkumin memiliki sifat antijamur, antibakteri, dan antioksidan yang membantu tanaman melawan serangan hama. Kunyit dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati dan penghambat nitrifikasi.
Pemanfaatan kunyit juga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman, baik sebagai pestisida alami maupun stimulan akar.
Lengkuas (Alpinia galanga)
Lengkuas mengandung senyawa galangin dan flavonoid yang mampu mengusir serangga serta mencegah penyakit tanaman. Ekstrak rimpang lengkuas bersifat fungisida (anti jamur) yang efektif. Aroma khas lengkuas sangat ampuh dalam mengusir berbagai jenis hama, terutama serangga terbang seperti kutu daun dan thrips.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang lengkuas berpotensi sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci Genn) pada tanaman cabai.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Temulawak memiliki kandungan kurkuminoid yang baik untuk kesehatan tanaman dan dapat menghambat pertumbuhan jamur. Selain itu, temulawak juga memiliki sifat nematisida yang efektif mengendalikan hama nematoda yang menyerang akar tanaman.
Senyawa aktif dalam temulawak, seperti terpenoid, kurkumin, dan xanthorrhizol, memiliki sifat antioksidan, antiradang, dan antimikroba. Ekstrak temulawak menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap beberapa jenis bakteri.
Keunggulan dan Efektivitas Pestisida Rimpang
Manfaat Lingkungan dan Kesehatan
Pestisida nabati dari rimpang memiliki keunggulan utama yaitu ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia. Berbeda dengan pestisida sintetis yang dapat mencemari tanah dan air tanah, pestisida rimpang mudah terurai secara alami (biodegradable) oleh mikroorganisme di tanah. Hal ini menjaga keseimbangan ekosistem dan tidak mengganggu aktivitas serangga penyerbuk yang bermanfaat.
Dari segi kesehatan, pestisida nabati tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen sehingga aman untuk dikonsumsi. Petani juga tidak perlu khawatir terpapar bahan kimia berbahaya saat melakukan aplikasi. Selain itu, biaya produksi yang rendah membuat pestisida ini sangat ekonomis untuk petani skala kecil.
Efektivitas Terhadap Berbagai Jenis Hama
Hama Serangga
Pestisida rimpang efektif mengendalikan berbagai jenis serangga hama seperti kutu daun (Aphis sp.), thrips, ulat, dan kutu kebul (Bemisia tabaci Genn). Senyawa-senyawa aktif dalam rimpang bekerja sebagai repelen yang mengusir serangga dan juga dapat bersifat insektisida yang merusak sistem saraf serangga kecil. Ekstrak rimpang jahe, kunyit, dan daun sirih telah terbukti menyebabkan mortalitas Aphis sp. pada tanaman cabai.
Penyakit Jamur
Kandungan antijamur dalam rimpang seperti kurkumin dan gingerol dapat mencegah serta mengendalikan penyakit jamur seperti embun tepung, bercak daun, dan busuk akar. Aplikasi rutin dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap infeksi jamur. Ekstrak rimpang lengkuas bersifat sebagai fungisida (anti jamur).
Hama Nematoda
Beberapa jenis rimpang, terutama temulawak, memiliki sifat nematisida yang dapat mengendalikan hama nematoda yang menyerang sistem perakaran tanaman.
Tips Meningkatkan Efektivitas
Kombinasi Rimpang: Mengombinasikan beberapa jenis rimpang dapat meningkatkan spektrum pengendalian hama. Misalnya, kombinasi jahe dan kunyit efektif untuk mengendalikan serangga sekaligus penyakit jamur. Kombinasi lengkuas dan temulawak baik untuk mengendalikan nematoda dan serangga tanah.
Penambahan Bahan Alami Lain: Tambahkan bahan alami lain seperti bawang putih, cabai, atau daun nimba untuk meningkatkan efektivitas. Fermentasi dengan tambahan gula merah atau molase dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan.
Rotasi dengan Pestisida Nabati Lain: Lakukan rotasi dengan pestisida nabati dari bahan lain seperti daun nimba, ekstrak tembakau, atau larutan sabun untuk mencegah resistensi hama.
Frequently Asked Questions (Q&A)
A: Efektivitas pestisida rimpang umumnya mulai terlihat dalam 24-48 jam setelah aplikasi. Untuk hasil optimal, lakukan aplikasi rutin setiap 3-7 hari selama 2-3 minggu berturut-turut.
Q: Apakah pestisida rimpang aman untuk tanaman sayuran yang akan segera dipanen?
A: Ya, pestisida rimpang sangat aman karena mudah terurai dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Namun, sebaiknya cuci bersih hasil panen sebelum dikonsumsi sebagai tindakan pencegahan umum.
Q: Bisakah pestisida rimpang digunakan untuk semua jenis tanaman?
A: Pestisida rimpang umumnya aman untuk semua jenis tanaman. Namun, lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu, terutama untuk tanaman hias yang sensitif. Hindari aplikasi pada tanaman yang sedang berbunga untuk melindungi serangga penyerbuk.

4 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)