Cara Menanam Kelengkeng dari Biji agar Cepat Berbuah, Ini Langkah Penting yang Jarang Diketahui

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menanam kelengkeng dari biji memang sering dianggap sulit dan memerlukan waktu lama untuk berbuah. Banyak percobaan berakhir dengan tanaman yang hanya tumbuh sebagai pohon hias tanpa menghasilkan buah, umumnya karena kesalahan pada tahap awal seperti pemilihan biji, teknik penyemaian, dan perawatan bibit yang kurang tepat. Padahal, dengan metode yang benar sejak fase pembibitan, peluang kelengkeng dari biji untuk berbuah lebih cepat tetap terbuka.

Kunci keberhasilannya terletak pada penggunaan biji unggul, teknik tanam yang tepat, perawatan intensif sejak dini, serta pemangkasan dan pemberian nutrisi yang sesuai. Bagi pemula, metode ini tidak hanya lebih hemat biaya dibanding membeli bibit cangkok, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang memuaskan. Dengan panduan yang tepat, kelengkeng dari biji dapat tumbuh sehat, produktif, dan berpotensi menghasilkan panen di pekarangan rumah.

Berikut beberapa cara menanam kelengkeng dari biji agar cepat berbuah secara lengkap dan bertahap yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1). 

1. Pilih Biji Kelengkeng dari Buah yang Sudah Matang Sempurna

Pemilihan biji merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan tanaman kelengkeng. Biji sebaiknya diambil dari buah kelengkeng yang benar-benar matang, segar, dan memiliki rasa manis. Buah matang biasanya berasal dari pohon induk yang sehat dan produktif, sehingga peluang tumbuh suburnya lebih tinggi.

Biji dari buah yang masih muda atau kurang matang biasanya memiliki daya tumbuh rendah. Selain itu, biji seperti ini sering menghasilkan tanaman yang lemah dan pertumbuhannya lambat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan biji berasal dari buah berkualitas agar tanaman memiliki karakter yang baik sejak awal.

Setelah biji diambil, segera bersihkan sisa daging buah yang menempel. Jangan menunggu terlalu lama karena biji kelengkeng mudah mengering dan menurunkan daya kecambahnya. Biji yang segar dan bersih akan lebih cepat berkecambah dan tumbuh optimal.

2. Rendam dan Semai Biji Kelengkeng dengan Media yang Tepat

Sebelum disemai, biji kelengkeng sebaiknya direndam dalam air bersih selama 12–24 jam. Proses perendaman ini bertujuan untuk memicu pertumbuhan embrio dan mempercepat proses perkecambahan. Biji yang tenggelam biasanya memiliki kualitas lebih baik dibanding biji yang mengapung.

Media semai yang digunakan harus gembur dan mampu menyimpan kelembapan dengan baik. Campuran tanah halus, pasir, dan kompos dengan perbandingan seimbang sangat cocok untuk tahap ini. Media yang terlalu padat akan menghambat pertumbuhan akar muda.

Tanam biji dengan posisi tidur atau sedikit miring agar tunas mudah muncul ke permukaan. Siram secara rutin namun jangan sampai becek. Dalam waktu 2–4 minggu, biji kelengkeng biasanya mulai berkecambah dan menunjukkan tunas kecil yang sehat.

3. Rawat Bibit dengan Penyiraman dan Cahaya yang Seimbang

Setelah biji berkecambah, perawatan bibit menjadi faktor penting agar tanaman tumbuh kuat. Penyiraman harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kelembapan tanah, terutama pada pagi atau sore hari. Hindari penyiraman berlebihan karena bisa menyebabkan akar busuk.

Bibit kelengkeng membutuhkan cahaya matahari, namun tidak boleh langsung terkena sinar matahari penuh di awal pertumbuhan. Letakkan bibit di tempat yang teduh dengan cahaya tidak langsung selama beberapa minggu pertama. Setelah tanaman mulai kuat, barulah diperkenalkan secara bertahap ke sinar matahari penuh.

Keseimbangan antara air dan cahaya sangat berpengaruh terhadap pembentukan batang dan daun. Bibit yang mendapatkan perawatan tepat akan tumbuh lebih kokoh dan tidak etiolasi. Kondisi ini penting sebagai fondasi agar tanaman cepat memasuki fase produktif.

4. Pindahkan ke Polybag Besar atau Tanah Setelah Bibit Kuat

Bibit kelengkeng dari biji sebaiknya dipindahkan ke polybag yang lebih besar atau langsung ke tanah setelah memiliki 4–6 helai daun sejati. Pemindahan ini bertujuan memberi ruang lebih luas bagi pertumbuhan akar. Akar yang berkembang baik akan mendukung pertumbuhan tajuk dan cabang.

Media tanam lanjutan sebaiknya kaya unsur hara dan memiliki drainase baik. Campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar bisa menjadi pilihan ideal. Media yang subur membantu tanaman tumbuh lebih cepat dan sehat.

Saat pemindahan, lakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Setelah dipindahkan, tanaman perlu disiram secukupnya dan diletakkan di tempat teduh selama beberapa hari. Adaptasi yang baik akan mempercepat pertumbuhan tanaman ke tahap berikutnya.

5. Lakukan Pemangkasan Dini untuk Merangsang Cabang Produktif

Pemangkasan sering diabaikan, padahal sangat penting untuk mempercepat pembuahan kelengkeng dari biji. Pemangkasan dini dilakukan saat tanaman mencapai tinggi sekitar 60–80 cm. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan cabang samping yang lebih produktif.

Tanaman kelengkeng yang dibiarkan tumbuh tinggi tanpa pemangkasan cenderung lama berbuah. Dengan pemangkasan, energi tanaman dialihkan ke pembentukan cabang dan bakal bunga. Cabang yang banyak dan seimbang akan meningkatkan peluang munculnya bunga.

Pemangkasan juga membantu membentuk tajuk tanaman agar rapi dan mudah dirawat. Lakukan pemangkasan secara bertahap dan jangan terlalu ekstrem. Teknik ini terbukti efektif dalam mempercepat fase generatif kelengkeng.

6. Berikan Pupuk yang Tepat Sejak Fase Pertumbuhan Awal

Pemupukan menjadi kunci penting agar kelengkeng dari biji cepat berbuah. Pada fase awal, gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah. Unsur hara alami membantu pertumbuhan akar dan batang.

Memasuki usia 1–2 tahun, tanaman mulai membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi. Unsur ini berperan dalam pembentukan bunga dan buah. Pemupukan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan dosis yang sesuai.

Hindari pemupukan berlebihan karena bisa menyebabkan tanaman terlalu subur secara vegetatif. Keseimbangan nutrisi sangat penting agar tanaman tidak hanya tumbuh daun, tetapi juga siap berbuah lebih cepat.

7. Gunakan Teknik Perangsangan agar Kelengkeng Lebih Cepat Berbuah

Untuk mempercepat pembuahan, kelengkeng dari biji bisa dirangsang dengan teknik tertentu. Salah satunya adalah pengurangan penyiraman sementara untuk menimbulkan stres ringan pada tanaman. Teknik ini sering digunakan untuk memicu pembungaan.

Selain itu, penggunaan pupuk perangsang bunga dengan kandungan kalium tinggi juga bisa membantu. Pemberian dilakukan sesuai dosis agar tidak merusak tanaman. Teknik ini sebaiknya diterapkan saat tanaman sudah cukup umur dan sehat.

Dengan kombinasi perawatan intensif dan perangsangan yang tepat, kelengkeng dari biji bisa mulai berbuah lebih cepat dibanding perawatan biasa. Meski membutuhkan kesabaran, hasilnya bisa sangat memuaskan jika dilakukan dengan konsisten.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Berapa lama kelengkeng dari biji bisa berbuah?

Umumnya 4–6 tahun, namun bisa lebih cepat dengan perawatan intensif.

2. Apakah kelengkeng dari biji pasti berbuah?

Tidak selalu, tergantung perawatan dan kualitas biji.

3. Apakah kelengkeng dari biji cocok ditanam di pot?

Bisa, asalkan pot besar dan perawatan rutin.

4. Apakah perlu sambung atau cangkok agar cepat berbuah?

Disarankan jika ingin hasil lebih cepat dan pasti berbuah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|