Cocopeat vs Tanah, Mana yang Lebih Bagus untuk Berkebun di Rumah

3 days ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memilih media tanam yang tepat sering kali menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan berkebun. Banyak orang kini mempertanyakan cocopeat vs tanah, ana yanglebih bagus untuk berkebun di rumah, terutama bagi Anda yang menanam tanaman hias atau sayuran di pekarangan terbatas.

Perbandingan ini kerap muncul karena keduanya sama-sama mudah ditemukan dan memiliki fungsi utama sebagai media tumbuh tanaman. Namun, karakteristik cocopeat dan tanah sangat berbeda, mulai dari struktur, kandungan nutrisi, hingga dampaknya terhadap lingkungan. 

Jika Anda masih kebingungan untuk memilih satu di antara keduanya, simak perbandingan yang sudah dikumpulkan Liputan6.com, Kamis (29/1/2026) berikut.

Apa Itu Cocopeat?

Cocopeat adalah media tanam organik yang berasal dari serbuk sabut kelapa. Bahan ini merupakan limbah dari industri pengolahan kelapa yang kemudian diolah, dikeringkan, dan dipadatkan menjadi blok atau dikemas dalam bentuk curah. Setelah direndam air, cocopeat akan mengembang dan siap digunakan sebagai media tanam.

Dari sisi struktur, cocopeat memiliki tekstur ringan, berpori, dan mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Inilah yang membuatnya populer sebagai pengganti tanah, terutama pada sistem tanam pot, hidroponik pasif, dan pertanian perkotaan. Cocopeat juga relatif steril karena telah melalui proses pencucian dan pengeringan, sehingga risiko membawa bibit penyakit lebih rendah dibandingkan tanah biasa.

Meski demikian, cocopeat bukanlah media tanam yang sepenuhnya sempurna. Kandungan nutrisinya sangat minim sehingga penggunaannya hampir selalu dikombinasikan dengan pupuk atau bahan organik lain agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Kelebihan dan Kekurangan Cocopeat

Berikut adalah pembahasan rinci mengenai perbandingan cocopeat vs tanah dari berbagai aspek penting.

1. Daya Serap Air

Cocopeat memiliki kemampuan menyerap dan menahan air hingga 8–10 kali dari bobot keringnya. Hal ini membuat kelembapan media lebih stabil dan mengurangi frekuensi penyiraman. Tanah, terutama tanah berpasir, cenderung cepat kering dan kurang mampu menyimpan air dalam jangka lama.

2. Struktur dan Aerasi

Struktur cocopeat yang berpori memberikan sirkulasi udara sangat baik bagi akar tanaman. Akar menjadi lebih mudah bernapas dan terhindar dari pembusukan. Sebaliknya, tanah yang padat sering kali mengalami pemadatan, terutama setelah disiram berulang kali, sehingga menghambat pertumbuhan akar.

3. Kandungan Nutrisi

Dari segi nutrisi, tanah unggul karena secara alami mengandung unsur hara makro dan mikro. Cocopeat hampir tidak memiliki nutrisi, sehingga membutuhkan tambahan pupuk secara rutin. Inilah salah satu kekurangan utama cocopeat dibandingkan tanah.

4. Bobot

Penggunaan Cocopeat jauh lebih ringan daripada tanah. Hal ini sangat menguntungkan untuk berkebun di rumah dengan pot gantung, rak bertingkat, atau area rooftop. Tanah cenderung berat dan kurang praktis jika harus sering dipindahkan.

5. Dampak Lingkungan

Cocopeat dianggap lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah sabut kelapa. Sementara itu, penggunaan tanah secara masif dapat menyebabkan degradasi lahan jika diambil tanpa pengelolaan yang baik.

6. Risiko Hama dan Penyakit

Tanah berpotensi membawa telur serangga, jamur, atau patogen lain. Cocopeat yang sudah melalui proses pengolahan umumnya lebih bersih dan aman, meskipun tetap perlu sterilisasi tambahan untuk hasil optimal.

Cocopeat vs Tanah, Mana yang Lebih Bagus?

Berdasarkan laman Grow by Coco, cocopeat unggul dalam hal daya serap air dan aerasi akar, sementara tanah tetap memiliki kelebihan pada kandungan nutrisi alaminya. 

Cocopeat sangat cocok untuk Anda yang berkebun di rumah dengan keterbatasan lahan, mengutamakan kebersihan, dan menginginkan media tanam ringan serta mudah diatur kelembapannya.

Di sisi lain, tanah masih menjadi pilihan ideal bagi tanaman yang membutuhkan nutrisi alami dalam jumlah besar dan pertumbuhan jangka panjang. Banyak pekebun akhirnya memilih solusi tengah dengan mencampur cocopeat dan tanah agar mendapatkan keseimbangan antara struktur yang baik dan ketersediaan nutrisi.

Dengan kata lain, keputusan terbaik bergantung pada jenis tanaman, lokasi berkebun, serta tingkat perawatan yang sanggup Anda lakukan secara rutin.

Cara Membuat Cocopeat

Jika Anda ingin lebih hemat dan mandiri, cocopeat sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah dengan langkah-langkah dan bahan berikut

  1. Gunakan sabut kelapa tua yang sudah kering. Sabut kelapa tua menghasilkan serat dan serbuk yang lebih banyak serta lebih kuat strukturnya dibandingkan kelapa muda.
  2. Hancurkan sabut kelapa menggunakan mesin pengurai atau dipukul secara manual hingga terurai menjadi serat dan serbuk halus. Pisahkan serat kasar (cocofiber) dari serbuknya.
  3. Rendam serbuk sabut kelapa dalam air bersih selama 24–48 jam. Proses ini penting untuk menghilangkan zat tanin dan garam yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
  4. Setelah direndam, tiriskan dan jemur cocopeat hingga kadar airnya berkurang. Cocopeat tidak perlu benar-benar kering, tetapi cukup lembap agar mudah disimpan.
  5. Untuk hasil maksimal, Anda bisa mensterilkan cocopeat dengan cara mengukus atau menyiramnya dengan air panas. Langkah ini membantu membunuh mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  6. Cocopeat siap digunakan langsung atau dicampur dengan kompos, pupuk kandang, atau tanah. Simpan di tempat kering agar tidak berjamur.

Cocopeat sangat cocok untuk tanaman hias daun, sayuran daun, seperti selada dan bayam, serta tanaman hidroponik sederhana. Tanah lebih sesuai untuk tanaman buah, tanaman berkayu, dan tanaman yang membutuhkan unsur hara kompleks dalam jangka panjang.

People Also Asked (PAA)

Apakah cocopeat bisa menggantikan tanah?

Cocopeat bisa menggantikan tanah sebagai media tanam, terutama untuk berkebun di rumah, tanaman hias, dan sistem tanam pot. Media ini memiliki daya serap air tinggi dan aerasi yang baik, sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Namun, cocopeat tidak mengandung nutrisi alami sebanyak tanah.

Apakah cocopeat harus dicampur tanah?

Cocopeat tidak wajib dicampur tanah, tetapi pencampuran sering dianjurkan untuk hasil yang lebih seimbang. Campuran cocopeat dan tanah membantu memperbaiki struktur media tanam sekaligus menyediakan nutrisi alami bagi tanaman.

Apa kekurangan cocopeat?

Kekurangan utama cocopeat adalah minimnya kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, cocopeat dapat menahan air terlalu lama jika tidak dicampur dengan media lain, sehingga berisiko menyebabkan akar kekurangan oksigen.

Apakah cocopeat harus dihancurkan?

Cocopeat sebaiknya dihancurkan atau diurai terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama jika berbentuk blok atau brick. Proses perendaman dengan air akan membuat cocopeat mengembang dan menjadi lebih gembur.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|