Ide Pakan Ternak Jangkrik dari Sisa Dapur Agar Tumbuh Kuat dan Bongsor

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya jangkrik merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan dengan modal relatif kecil dan perawatannya yang mudah. Akan tetapi, ternak jangkrik tetap memerlukan perhatian khusus pada asupan nutrisi agar pertumbuhan serangga ini berlangsung optimal dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Penggunaan bahan alami dari sisa dapur rumah yang kaya akan serat serta air terbukti efektif dalam mempercepat perkembangan jangkrik secara alami. 

Selain memberikan manfaat bagi pertumbuhan ternak, pemanfaatan limbah organik ini juga mampu menekan biaya operasional secara signifikan bagi para peternak. Artikel ini akan mengulas berbagai ide pakan berkualitas dari sisa dapur sekaligus membahas potensi keuntungan bisnis ternak jangkrik yang semakin menjanjikan di pasar. Berikut penjelasan lengkap yang telah dirangkum Liputan6.com di bawah ini!

7 Ide Pakan Ternak Jangkrik dari Sisa Dapur

1. Kulit Semangka

Kulit semangka merupakan sumber hidrasi terbaik bagi jangkrik karena kandungan airnya yang sangat melimpah. Bagian putih pada kulit semangka membantu menjaga kelembapan tubuh jangkrik tanpa perlu menyediakan wadah air tambahan. 

Pemberian pakan ini secara rutin dapat mempercepat metabolisme sehingga jangkrik tumbuh lebih besar dalam waktu singkat. Pastikan untuk memotong kulit semangka menjadi bagian kecil agar lebih mudah dijangkau oleh semua jangkrik di dalam kandang.

2. Daun dan Batang Sawi

Berdasarkan penelitian dari Jurnal BIOMA bahwa sawi hijau dan sawi putih mengandung serat dan kalsium yang tinggi yang sangat baik untuk pembentukan cangkang jangkrik yang kuat. Teksturnya yang lunak memudahkan jangkrik usia muda untuk mengonsumsinya sebagai sumber energi utama. 

Sisa potongan sawi dari dapur sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari sisa pestisida jika ada. Pemberian sawi yang segar akan membuat jangkrik lebih aktif dan tidak mudah terserang penyakit akibat dehidrasi.

3. Kulit Pepaya Matang

Studi dari Universitas Telogorejo Semarang menunjukan bahwa kulit pepaya mengandung enzim papain yang efektif memecah protein. Oleh karena itu, pemberian pakan ternak jenis ini sangat efektif membantu proses pencernaan pada jangkrik. Pencernaan yang lancar memastikan nutrisi dari pakan terserap sempurna sehingga jangkrik cepat bongsor. 

Selain enzim papain, kandungan vitamin A dan C dalam pepaya juga mendukung sistem imun jangkrik agar tidak mudah mati. Gunakan kulit pepaya yang masih memiliki sedikit daging buah untuk memberikan nutrisi tambahan yang maksimal.

4. Ampas Kelapa

Ampas kelapa sisa perasan santan memiliki kandungan lemak dan protein yang cukup untuk membantu pertumbuhan massa tubuh jangkrik. Bahan ini sangat efektif sebagai pakan tambahan yang memberikan tekstur berbeda bagi ternak jangkrik. 

Pemberian ampas kelapa sebaiknya dilakukan dalam kondisi kering atau segera dihabiskan agar tidak cepat berjamur. Aroma khas kelapa biasanya sangat disukai jangkrik sehingga meningkatkan nafsu makan mereka secara signifikan.

5. Potongan Mentimun

Mentimun adalah pakan alternatif yang kaya akan mineral dan air untuk mencegah jangkrik mengalami kekeringan. Nutrisi di dalamnya membantu menjaga suhu tubuh jangkrik tetap stabil meski dalam kondisi cuaca panas. 

Irisan mentimun sangat cocok diberikan pada jangkrik yang sudah memasuki fase dewasa sebelum panen. Kandungan airnya yang segar memberikan tekstur tubuh jangkrik yang padat dan berisi.

6. Kulit Pisang

Kulit pisang kaya akan kalium dan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi jangkrik untuk bergerak aktif. Zat-zat alami dalam kulit pisang juga membantu memperkuat struktur kaki dan sayap jangkrik. 

Pastikan menggunakan kulit pisang yang sudah matang karena memiliki tekstur lebih lembut dan aroma yang lebih kuat. Pakan ini sangat hemat biaya karena biasanya hanya dibuang begitu saja setelah buahnya dikonsumsi. 

7. Batang Kangkung

Batang kangkung yang sering dibuang saat memasak mengandung zat besi dan air yang tinggi untuk mendukung kekuatan fisik jangkrik. Tekstur batang yang agak renyah menjadi sarana bagi jangkrik untuk melatih rahang mereka. 

Pemberian batang kangkung sebaiknya dilakukan secara selang-seling dengan sayuran lain agar nutrisi yang didapat lebih beragam. Bahan ini sangat mudah didapatkan dan menjadi solusi praktis untuk pakan harian yang murah meriah.

Keuntungan Bisnis Ternak Jangkrik

Ternak jangkrik tidak memerlukan investasi besar untuk memulai operasionalnya. Peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, seperti boks dari tripleks atau kayu bekas, serta media persembunyian berupa wadah telur (egg tray) yang harganya sangat terjangkau. Selain itu, bibit atau telur jangkrik dapat dibeli dengan harga murah namun memiliki potensi hasil panen yang berlipat ganda.

Masa Panen yang Sangat Cepat

Salah satu keunggulan utama bisnis ini adalah siklus perputarannya yang singkat. Jangkrik sudah bisa dipanen saat memasuki usia 25 - 30 hari yang bergantung pada jenis dan kualitas pakan yang diberikan. Kecepatan masa panen ini memungkinkan peternak untuk mendapatkan perputaran modal dan keuntungan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Permintaan Pasar yang Konsisten

Pangsa pasar jangkrik sangat luas, mulai dari penghobi burung berkicau, pemilik reptil, hingga pemancing ikan yang menggunakannya sebagai umpan alami. Selain sebagai pakan hewan, jangkrik kini mulai banyak dilirik oleh industri kosmetik dan farmasi karena kandungan protein dan kolagennya yang tinggi. Hal ini membuat stok jangkrik hampir selalu habis terserap oleh pasar setiap harinya.

Pakan yang Mudah dan Murah Didapatkan

Biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam peternakan, namun jangkrik memiliki fleksibilitas tinggi dalam urusan makanan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jangkrik dapat diberikan sisa sayuran, kulit buah, atau limbah dapur organik lainnya. Kemampuan jangkrik mengonsumsi limbah ini secara signifikan dapat memangkas biaya produksi harian dan meningkatkan margin keuntungan.

Dapat Dilakukan di Lahan Terbatas

Bisnis ini sangat cocok bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas karena kandang jangkrik bisa disusun secara vertikal atau bertingkat. Ruangan kosong di dalam rumah atau gudang kecil sudah cukup untuk menampung belasan hingga puluhan boks ternak. Pengelolaannya pun tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, sehingga bisa dijadikan sebagai bisnis sampingan yang menguntungkan. 

Minim Risiko Penyakit Mematikan 

Dibandingkan dengan ternak unggas atau mamalia, jangkrik cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik asalkan kebersihan kandang dan sirkulasi udara terjaga. Penyakit pada jangkrik umumnya mudah diantisipasi dengan menjaga kelembapan dan memberikan pakan yang tidak busuk. Hal ini membuat risiko kerugian total atau gagal panen secara massal relatif lebih kecil bagi peternak pemula

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Apakah semua sisa sayuran dari dapur aman untuk pakan jangkrik?

Sebagian besar sayuran seperti sawi, kangkung, dan mentimun sangat aman dan sehat untuk jangkrik. Namun, sebaiknya hindari memberikan sayuran yang memiliki aroma tajam atau rasa pedas seperti sisa cabai, bawang-bawangan, dan sisa sayur yang sudah diolah dengan bumbu dapur (garam/minyak) karena dapat mengganggu pencernaan jangkrik.

2. Bagaimana cara memastikan sisa dapur tidak membawa pestisida?

Langkah terbaik adalah dengan mencuci bersih semua sisa sayuran atau kulit buah menggunakan air mengalir sebelum diberikan ke jangkrik. Pestisida yang menempel pada sisa dapur sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian massal pada koloni jangkrik dalam waktu singkat.

3. Berapa kali sebaiknya pakan dari sisa dapur diberikan dalam sehari?

Pemberian sisa dapur sebaiknya dilakukan 1-2 kali sehari dalam porsi yang cukup untuk dihabiskan. Hal ini bertujuan agar sisa makanan tidak menumpuk di dasar kandang, yang jika dibiarkan terlalu lama akan membusuk, menimbulkan bau tidak sedap, dan mengundang hama seperti semut atau lalat.

4. Apakah jangkrik tetap perlu diberikan air minum jika sudah makan sayuran berair? 

Jika pakan yang diberikan sudah didominasi oleh bahan kaya air seperti kulit semangka atau mentimun, kebutuhan cairan jangkrik biasanya sudah terpenuhi. Namun, menyediakan sumber air tambahan melalui kain atau spons basah tetap disarankan sebagai cadangan, terutama saat cuaca sangat panas agar jangkrik tidak mengalami dehidrasi.

5. Bisakah jangkrik hanya diberi pakan sisa dapur saja tanpa tambahan voer/pur? 

Jangkrik bisa bertahan hidup hanya dengan sisa dapur, namun untuk pertumbuhan yang cepat dan tubuh yang kuat terutama untuk tujuan bisnis, maka tambahan pakan kering seperti voer tetap diperlukan. Sisa dapur berfungsi sebagai sumber vitamin dan hidrasi, sementara voer menyediakan protein tinggi untuk mempercepat pembentukan massa tubuh jangkrik sebelum masa panen.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|