Liputan6.com, Jakarta - Jahe, rempah serbaguna dengan segudang manfaat, telah lama menjadi komoditas primadona di pasar domestik maupun internasional. Tanaman rimpang ini tidak hanya populer sebagai penyedap masakan, tetapi juga dikenal luas khasiatnya dalam pengobatan tradisional. Tingginya permintaan pasar menjadikan budidaya jahe sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para petani.
Untuk meraih kesuksesan dalam budidaya jahe, khususnya di lahan terbuka, diperlukan pemahaman mendalam mengenai teknik penanaman yang tepat. Mulai dari pemilihan varietas unggul, persiapan lahan yang ideal, hingga perawatan intensif, setiap tahapan memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Artikel ini akan memaparkan panduan lengkap cara menanam jahe di lahan terbuka, memastikan setiap langkah budidaya dilakukan secara optimal untuk menghasilkan rimpang jahe yang besar, sehat, dan melimpah. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (29/1).
1. Memahami Kondisi Lingkungan Ideal untuk Pertumbuhan Jahe
Jahe adalah tanaman yang cukup sensitif terhadap kondisi lingkungan. Untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan hasil panen yang maksimal, penting untuk memahami syarat tumbuh ideal tanaman ini. Faktor iklim, suhu, jenis tanah, dan keasaman tanah memainkan peran penting dalam budidaya jahe di lahan terbuka.
Jahe tumbuh subur di daerah dengan ketinggian antara 600 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Suhu ideal untuk pertumbuhannya berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celsius, disertai dengan kelembaban udara yang cukup tinggi. Kondisi iklim tropis dengan curah hujan yang memadai sangat mendukung perkembangan rimpang jahe.
Aspek tanah juga menjadi krusial. Pilihlah lahan yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Jahe tumbuh optimal pada tanah lempung berpasir yang kaya akan bahan organik. Tekstur tanah yang gembur dan porous sangat penting untuk memungkinkan rimpang jahe berkembang dengan leluasa di dalam tanah. Apabila pH tanah terlalu asam, disarankan untuk melakukan pengapuran dengan kapur dolomit sekitar 1–2 ton/ha. Pengapuran ini tidak hanya menyeimbangkan pH, tetapi juga efektif menghambat munculnya penyakit pada tanaman jahe.
2. Persiapan Lahan Tanam Jahe di Lahan Terbuka
Persiapan lahan adalah fondasi utama keberhasilan budidaya jahe. Tahapan ini harus dilakukan secara cermat dan menyeluruh untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang ideal bagi rimpang jahe. Proses persiapan lahan meliputi pembersihan, penggemburan, pembuatan bedengan, hingga pemupukan dasar.
Mulailah dengan membersihkan lahan dari gulma, akar, dan sisa-sisa tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jahe. Setelah lahan bersih, lakukan penggemburan tanah dengan dicangkul atau dibajak sedalam 30–40 cm. Pencangkulan ini bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah, memudahkan penetrasi akar, dan membunuh gulma yang mungkin masih tersembunyi di dalam tanah.
Selanjutnya, buatlah bedengan tanam. Untuk jahe emprit, bedengan dapat dibuat dengan tinggi 20-30 cm, lebar 100 cm, dan jarak antar bedengan 50 cm, sementara panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan lahan. Jika menanam jahe gajah, bedengan bisa lebih lebar, sekitar 85-125 cm dengan jarak antar bedengan 25-30 cm. Apabila area tanam sering tergenang air, tinggi bedengan dapat dibuat lebih tinggi, sekitar 25-30 cm, untuk mencegah pembusukan rimpang.
Setelah bedengan terbentuk, lakukan pemupukan dasar. Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman jahe. Taburkan pupuk kandang yang sudah matang atau terfermentasi pada lubang bedengan, lalu tutup dengan tanah setebal 6 cm. Untuk jahe merah, dosis pupuk kandang bisa mencapai 10 kg untuk bedengan seluas 10 meter. Setelah mencangkul dan menambahkan campuran pupuk serta jerami, biarkan lahan selama satu minggu sebelum penanaman agar pupuk meresap sempurna.
3. Memilih dan Menyiapkan Bibit Jahe Unggul Berkualitas
Kualitas bibit adalah penentu utama hasil panen jahe. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang kuat, tahan penyakit, dan rimpang yang besar. Oleh karena itu, pemilihan dan persiapan bibit harus dilakukan dengan sangat teliti.
Ciri-ciri bibit jahe berkualitas meliputi beberapa aspek penting. Bibit harus berasal dari rimpang yang sudah berumur minimal 8-10 bulan dari tanaman induk, sehat, mulus, tidak busuk, serta bebas dari hama dan penyakit. Selain itu, bibit yang baik memiliki minimal 2-3 mata tunas, berukuran sedang hingga besar, segar, tidak berkerut, dan masih memiliki kadar air yang melimpah.
Proses penyemaian bibit juga memerlukan perhatian khusus. Pertama, letakkan rimpang jahe di tempat yang tersinar matahari untuk mengeringkan rimpang, namun jangan sampai terlalu kering, lalu simpan selama 1 hingga 1,5 bulan. Kemudian, potong rimpang menjadi beberapa bagian, di mana setiap bagian memiliki 2-3 mata tunas. Jemur kembali potongan rimpang selama sepertiga hari untuk memastikan tidak ada kelembaban berlebih.
Sebelum ditanam, rendam bibit dalam larutan antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan untuk mencegah infeksi bakteri, lalu kering anginkan. Letakkan potongan rimpang jahe di atas media semai yang lembab, seperti campuran tanah dan kompos, atau di atas jerami/alang-alang tipis. Lakukan penyiraman secara rutin hingga rimpang jahe tumbuh tunas. Bibit jahe hasil persemaian siap ditanam setelah berumur kurang lebih 1 bulan, atau setelah tunas tumbuh setinggi 5-10 cm.
4. Teknik Penanaman Jahe yang Efektif
Setelah bibit siap dan lahan telah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah penanaman. Waktu tanam yang tepat dan teknik penanaman yang benar akan sangat mempengaruhi pertumbuhan awal jahe dan keberhasilan budidaya secara keseluruhan. Hindari penanaman saat curah hujan terlalu tinggi untuk mencegah pembusukan bibit.
Waktu tanam jahe yang ideal adalah saat selesai musim penghujan dan memasuki musim kemarau. Curah air yang berlebihan dapat menyebabkan bibit membusuk, sehingga pemilihan waktu ini sangat krusial. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2 hingga 7 cm. Untuk varietas jahe gajah, kedalaman lubang tanam bisa lebih dalam, yaitu sekitar 25-30 cm, untuk mengakomodasi ukuran rimpangnya yang lebih besar.
Jarak tanam juga perlu diperhatikan. Anda bisa memilih sistem rapat dengan jarak 30 cm × 30 cm atau sistem renggang 40 cm × 40 cm. Untuk jahe emprit, jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm dalam barisan dan 50 cm antar baris, dengan dua baris dalam satu bedengan. Sementara itu, jahe merah membutuhkan jarak tanam 40 cm pada bedengan dengan jarak antar bedengan 1 meter.
Saat menanam bibit, pastikan posisi tunas menghadap ke atas. Tutup dengan tanah setebal 3–5 cm, jangan terlalu dalam agar tunas cepat muncul. Setelah ditanam, tutup kembali permukaan bedengan dengan jerami atau alang-alang sebagai mulsa. Mulsa ini berfungsi untuk melindungi tunas muda dari paparan sinar matahari langsung, menjaga kelembaban tanah, dan mencegah erosi, sekaligus menekan pertumbuhan gulma.
5. Perawatan Rutin Tanaman Jahe untuk Pertumbuhan Maksimal
Perawatan yang konsisten dan tepat merupakan kunci untuk mendapatkan tanaman jahe yang subur dan hasil panen yang melimpah. Serangkaian kegiatan perawatan, mulai dari penyiraman hingga pengendalian hama, harus dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.
Penyiraman harus dilakukan secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah, terutama pada fase awal penanaman dan selama musim kemarau. Setelah tanaman mapan, penyiraman dapat dilakukan minimal 3-4 hari sekali, tergantung kondisi cuaca dan kelembaban tanah. Penting untuk menghindari genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan rimpang.
Penyulaman adalah proses penggantian tanaman yang tidak tumbuh atau menunjukkan pertumbuhan abnormal dengan bibit baru. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat tanaman berumur 1 hingga 1,5 bulan setelah tanam untuk memastikan populasi tanaman yang seragam. Selain itu, pemupukan susulan sangat penting untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Pemupukan ini harus dilakukan secara rutin dan dengan dosis yang tepat agar tanaman jahe dapat tumbuh optimal dan menghasilkan rimpang yang besar.
Penyiangan gulma juga merupakan bagian tak terpisahkan dari perawatan jahe. Gulma dapat bersaing dengan tanaman jahe dalam mendapatkan nutrisi, air, dan cahaya matahari, sehingga pertumbuhannya perlu dikendalikan secara teratur. Terakhir, pengendalian hama dan penyakit juga harus menjadi prioritas. Varietas seperti jahe gajah cenderung lebih rentan terhadap serangan penyakit, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra dan tindakan pencegahan yang lebih intensif.
6. Menerapkan Strategi Khusus untuk Melipatgandakan Hasil Panen Jahe
Selain perawatan dasar, ada beberapa teknik khusus yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan melipatgandakan hasil panen jahe di lahan terbuka. Strategi ini berfokus pada optimalisasi pertumbuhan rimpang dan efisiensi panen.
Salah satu teknik yang terbukti efektif adalah pruning atau pemangkasan. Pruning merupakan pemangkasan batang maupun daun pada tumbuhan. Pada jahe merah, pemangkasan batang diharapkan dapat mempercepat pembentukan anakan dan rimpang, karena nutrisi yang diserap tanaman tidak lagi terkonsentrasi pada daun, melainkan dialihkan untuk pembentukan tunas dan rimpang. Pemangkasan juga dapat meningkatkan intensitas cahaya matahari yang masuk ke area tanaman jahe, mendukung fotosintesis yang lebih efisien.
Pola tanam bergilir juga dapat menjadi strategi yang menguntungkan, terutama untuk jahe merah. Dengan pola ini, jahe dapat dipanen setiap bulan, memungkinkan aliran pendapatan yang lebih stabil. Teknik penanaman bibit ganda juga dapat melipatgandakan kuantitas panen. Anda bisa menanam dua atau tiga buah bibit langsung dalam satu lubang tanam atau polibag. Penanaman ini dapat dilakukan secara bersamaan di awal atau bertahap setiap bulannya, tergantung pada strategi budidaya yang dipilih.
7. Menentukan Waktu dan Teknik Panen Jahe yang Tepat
Panen jahe merupakan puncak dari seluruh proses budidaya. Menentukan waktu panen yang tepat dan menerapkan teknik yang efisien akan memastikan kualitas rimpang yang optimal dan meminimalkan kerugian. Jahe membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai kematangan penuh.
Jahe umumnya dapat dipanen setelah mencapai umur 10-12 bulan. Salah satu ciri-ciri jahe yang siap panen adalah batang tanaman mulai rebah dan mengering. Memanen jahe terlalu dini akan menghasilkan rimpang yang kecil dan belum optimal kandungan nutrisinya, sementara terlambat panen dapat meningkatkan risiko pembusukan atau penurunan kualitas.
Teknik panen bertahap adalah metode yang populer, terutama untuk budidaya skala rumah tangga hingga semi-komersial. Dengan cara panen jahe bertahap tanpa membongkar semua, rimpang yang tersisa tetap dibiarkan di dalam tanah sehingga berpotensi tumbuh kembali dan menghasilkan panen berikutnya. Teknik ini memungkinkan petani untuk mendapatkan hasil panen secara berkelanjutan dari satu siklus tanam, mengoptimalkan penggunaan lahan dan waktu.
8. Proses Penanganan Pasca Panen Jahe untuk Menjaga Kualitas
Setelah dipanen, penanganan pasca panen yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas rimpang jahe, memperpanjang masa simpannya, dan memastikan produk siap untuk dipasarkan. Proses ini melibatkan pembersihan, pencucian, dan penyimpanan yang benar.
Jahe yang telah dipanen sebaiknya segera dibersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel. Gunakan sikat lembut atau tangan untuk menghilangkan kotoran kasar. Setelah itu, cuci rimpang jahe dengan air bersih yang mengalir. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan sisa tanah, kotoran, serta potensi bakteri atau jamur yang mungkin menempel pada permukaan rimpang.
Setelah dicuci bersih, jahe dapat dikeringanginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik untuk menghilangkan kelembaban permukaan. Jahe dapat langsung digunakan untuk keperluan konsumsi atau diolah lebih lanjut. Untuk penyimpanan jangka panjang, jahe dapat disimpan di dalam freezer dalam kantong tertutup rapat. Dengan metode ini, jahe dapat bertahan hingga 3-4 bulan tanpa kehilangan kualitas rasa dan aromanya secara signifikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jahe di Lahan Terbuka
1. Apa saja jenis jahe yang cocok untuk budidaya di lahan terbuka?
Jenis jahe yang umum dibudidayakan di lahan terbuka meliputi Jahe Gajah (Jahe Badak) yang besar dan tidak terlalu pedas, Jahe Kuning (Jahe Emprit) dengan rasa lebih pedas, serta Jahe Merah yang paling pedas dan kaya manfaat kesehatan.
2. Bagaimana kondisi tanah dan iklim ideal untuk menanam jahe di lahan terbuka?
Jahe tumbuh optimal pada ketinggian 600-1.500 mdpl dengan suhu 25-30°C dan kelembaban tinggi. Tanah yang ideal adalah lempung berpasir, subur, gembur, berdrainase baik, dan kaya bahan organik.
3. Kapan waktu terbaik untuk menanam jahe di lahan terbuka?
Waktu tanam jahe yang ideal adalah saat selesai musim penghujan dan memasuki musim kemarau, karena curah air berlebih dapat menyebabkan bibit membusuk.
4. Bagaimana cara meningkatkan hasil panen jahe agar melimpah?
Untuk melipatgandakan hasil panen, dapat diterapkan teknik pruning (pemangkasan batang) untuk mengalihkan nutrisi ke rimpang, pola tanam bergilir, dan penanaman bibit ganda (dua atau tiga bibit dalam satu lubang).
5. Kapan waktu panen jahe yang paling tepat agar kualitasnya optimal?
Jahe ideal dipanen pada umur 10–12 bulan saat batang mulai mengering dan rebah.

3 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)