Tanaman Buah Apa yang Tidak Merusak Pondasi Rumah? Ini 10 Rekomendasinya

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian yang asri dengan tanaman buah menjadi impian banyak orang. Tanaman buah merupakan salah satu media andalan dalam mempercantik tampilan rumah, termasuk bisa memberikan manfaat hasil panen segar. Namun, banyak yang khawatir tentang potensi kerusakan fondasi rumah akibat akar pohon yang tumbuh agresif.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena beberapa jenis pohon memiliki sistem perakaran yang kuat dan dapat merusak struktur bangunan. Oleh karena itu, pemilihan jenis tanaman yang tepat sangat penting untuk mewujudkan taman buah yang aman dan indah.

Jika Anda saat ini merasa bingung untuk menentukan jenis pohon yang tepat untuk ditanam di rumah tanpa merusak fondasinya, berikut Liputan6.com berikan 10 rekomendasinya, dirangkum, Rabu (28/1).

1. Jeruk

Pohon jeruk dikenal memiliki sistem perakaran serabut yang menyebar ke permukaan tanah. Karakteristik ini menjadikan jeruk sebagai pilihan aman untuk ditanam di dekat bangunan. Jeruk juga produktif dan mudah dirawat, dengan buah yang dapat dipetik hampir sepanjang tahun.

Untuk penempatan, varietas jeruk kerdil sangat direkomendasikan karena ukuran pohonnya yang lebih terkendali. Penanaman dapat dilakukan di tanah dengan jarak minimal beberapa meter dari fondasi, atau dalam pot besar yang berpori untuk drainase yang baik.

Pohon jeruk membutuhkan sinar matahari penuh agar dapat tumbuh subur. Penyiraman rutin diperlukan, terutama saat musim kemarau, namun pastikan media tanam memiliki drainase yang baik.

2. Jambu Air

Jambu air termasuk pohon buah yang tumbuh cepat dan tidak mencapai ketinggian berlebihan. Sistem akarnya tidak agresif, sehingga aman ditanam di dekat rumah. Tanaman ini juga tahan terhadap panas dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah.

Penanaman jambu air sebaiknya dilakukan pada jarak 2-3 meter dari fondasi untuk memberikan ruang tumbuh yang memadai. Meskipun akarnya tidak invasif, menjaga jarak tetap penting untuk sirkulasi udara.

Jambu air tumbuh baik di iklim tropis dan dapat mulai berbuah dalam waktu 2-3 tahun setelah penanaman. Perawatan jambu air cukup sederhana, hanya membutuhkan sinar matahari penuh dan penyiraman rutin.

3. Delima

Pohon delima memiliki sistem perakaran yang relatif dangkal dan tidak merusak fondasi. Pohon ini juga dapat dijadikan tanaman hias karena bunganya yang indah. Buah delima kaya akan antioksidan dan memiliki nilai kesehatan tinggi.

Delima dapat ditanam langsung di tanah atau dalam pot besar, memberikan fleksibilitas bagi rumah dengan lahan terbatas. Jika ditanam di tanah, jarak penanaman yang disarankan adalah sekitar 2,5 hingga 3 meter dari bangunan.

Pohon delima menyukai lokasi yang mendapat sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik. Penyiraman teratur diperlukan, terutama saat tanaman masih muda atau selama periode berbuah.

4. Sawo

Sawo tergolong pohon buah berukuran sedang dengan sistem perakaran yang tidak agresif. Pertumbuhannya cenderung lambat, menjadikannya pilihan aman dibandingkan pohon besar lainnya. Buah sawo memiliki rasa manis dan sering menjadi favorit.

Penempatan pohon sawo sebaiknya sedikit menjauh dari dinding bangunan, sekitar 3-4 meter, agar cabang dan daunnya memiliki ruang tumbuh yang leluasa. Sistem perakaran sawo dikenal tidak terlalu merusak.

Pohon sawo membutuhkan sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur. Perawatan rutin meliputi penyiraman dan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.

5. Srikaya

Srikaya merupakan tanaman buah tropis dengan sistem perakaran yang dangkal. Pohonnya tidak terlalu besar, biasanya hanya mencapai tinggi 3-5 meter, sehingga aman ditanam di halaman dekat rumah.

Penanaman srikaya dapat dilakukan di tanah langsung dengan jarak sekitar 2-3 meter dari fondasi. Jika lahan terbatas, srikaya juga cocok ditanam dalam pot besar.

Srikaya tumbuh baik di iklim tropis dan membutuhkan sinar matahari penuh. Penyiraman rutin diperlukan, terutama saat tanaman masih muda dan selama periode pembentukan buah.

6. Kedondong

Kedondong aman untuk ditanam di halaman rumah. Sistem akarnya tidak ganas dan cenderung tumbuh secara serabut. Buah kedondong dapat dikonsumsi segar atau diolah menjadi rujak.

Untuk penempatan, varietas kedondong mini sangat direkomendasikan, terutama jika lahan terbatas. Penanaman dapat dilakukan di tanah dengan jarak sekitar 2-3 meter dari bangunan.

Kedondong membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur. Penyiraman teratur dan pemupukan sesuai jadwal akan mendukung pertumbuhan.

7. Pepaya

Pepaya termasuk tanaman buah tropis yang aman karena tidak membentuk batang kayu keras. Tanaman ini tumbuh cepat dan dapat berbuah dalam waktu singkat, serta tidak membutuhkan lahan luas.

Meskipun akarnya dangkal, pepaya membutuhkan banyak air. Oleh karena itu, penanaman sebaiknya tidak terlalu dekat dengan fondasi atau pipa air bawah tanah.

Pepaya membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang kaya nutrisi. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, terutama saat cuaca panas.

8. Pisang

Pohon pisang memiliki sistem perakaran serabut yang dangkal dan tidak akan merusak fondasi rumah. Tanaman ini mudah ditanam dan dirawat, serta menghasilkan buah yang lezat.

Pisang cocok ditanam bergerombol di sudut halaman, dengan jarak sekitar 2-3 meter dari bangunan. Pastikan drainase tanah baik, karena pisang membutuhkan banyak air.

Pohon pisang membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur. Pemupukan secara teratur dan penyiraman yang cukup akan mendukung pertumbuhan.

9. Tin

Pohon tin memiliki ciri khas berupa daun besar dan batang bercabang rendah. Sistem akarnya serabut dan dangkal, sehingga tidak akan merusak fondasi rumah.

Tin cocok ditanam di halaman karena tidak merusak fondasi. Penanaman dapat dilakukan di tanah langsung dengan jarak sekitar 1,5 hingga 2 meter dari bangunan.

Pohon tin menyukai iklim panas dan kering, serta membutuhkan sinar matahari penuh. Pemangkasan ringan biasanya dilakukan untuk merapikan bentuk.

10. Mangga (Varietas Kerdil/Cangkok)

Meskipun pohon mangga dewasa memiliki akar yang kuat, varietas kerdil cenderung memiliki sistem akar yang lebih terkontrol. Varietas ini memungkinkan pemilik rumah menikmati buah mangga tanpa khawatir akan kerusakan struktur.

Penanaman mangga varietas kerdil dapat dilakukan di tanah dengan jarak sekitar 3-4 meter dari fondasi. Alternatif lain adalah menanamnya dalam pot besar.

Pohon mangga membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur. Pemangkasan rutin sangat penting untuk menjaga ukuran pohon tetap kecil.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Mengapa akar pohon dapat merusak fondasi rumah?

A: Akar pohon dapat merusak fondasi rumah karena mereka tumbuh mencari air dan nutrisi.

Q: Berapa jarak aman menanam pohon buah dari fondasi rumah?

A: Jarak aman menanam pohon buah dari fondasi rumah bervariasi, umumnya 1,5 hingga 3 meter.

Q: Apakah semua pohon buah memiliki akar yang merusak fondasi?

A: Tidak semua pohon buah memiliki akar yang merusak fondasi, beberapa jenis aman untuk ditanam dekat bangunan.

Q: Bisakah pohon buah ditanam dalam pot agar tidak merusak fondasi?

A: Ya, menanam pohon buah dalam pot besar adalah solusi efektif untuk mencegah kerusakan fondasi.

Q: Selain pemilihan jenis pohon, apa lagi yang perlu diperhatikan saat menanam pohon buah dekat rumah?

A: Penting untuk memperhatikan drainase tanah dan memastikan pohon mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|