Ternak Ikan Gabus di Kolam Terpal Tanpa Aerator, Mudah dan Cepat Panen

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan gabus di kolam terpal tanpa aerator menjadi metode yang menarik bagi banyak pembudidaya. Metode ini menawarkan cara yang efisien dan hemat biaya, sehingga cocok untuk pemula maupun pelaku usaha perikanan. Dengan memanfaatkan ketahanan ikan gabus terhadap kondisi air dengan kadar oksigen rendah, pembudidaya dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan.

Kolam terpal memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dan kemudahan pengelolaan. Pembudidaya dapat membangun kolam ini di lahan terbatas, bahkan di pekarangan rumah. Proses persiapan dan pembersihan kolam terpal juga relatif sederhana, menjadikannya pilihan menarik untuk mencapai panen yang cepat dan hasil maksimal.

Untuk mengetahui selengkapnya, berikut Liputan6 sertakan cara budidaya ikan gabus menggunakan kolam terpal tanpa aerator. Satu hal yang tak boleh dilewatkan adalah proses perawatan kolam dan metode pemberian pakan. Cara ini tak bisa sembarangan agar hasil panen bisa maksimal. Simak informasi selengkapnya, dirangkum Rabu (28/1).

Apa Itu Kolam Terpal Tanpa Aerator dan Bagaimana Keuntungannya

Kolam terpal tanpa aerator adalah sistem budidaya yang menggunakan terpal sebagai media pemeliharaan ikan gabus. Metode ini tidak memerlukan alat penghasil gelembung udara, karena ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan yang memungkinkan mereka mengambil oksigen dari udara. Kemampuan ini membuat ikan gabus dapat hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah.

Keuntungan utama dari metode ini adalah penghematan biaya operasional. Tanpa aerator, pembudidaya tidak perlu mengeluarkan biaya listrik untuk pengoperasian alat tersebut. Selain itu, kolam terpal juga lebih murah dalam hal pembuatan dibandingkan kolam tanah atau beton, sehingga lebih terjangkau bagi pembudidaya dengan modal terbatas.

Kolam terpal juga menawarkan kemudahan dalam perawatan dan pembersihan. Dengan minim lumpur, ikan yang dipanen tidak berbau tanah, dan proses pembersihan kolam setelah panen menjadi lebih mudah. Fleksibilitas dan biaya rendah menjadikan kolam terpal pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin memulai budidaya ikan gabus.

Bagaimana Memersiapkan Kolam Ikan Gabus Untuk Metode Tanpa Aerator

Persiapan kolam terpal merupakan langkah awal yang penting dalam budidaya ikan gabus. Berikut yang perlu diperhatikan bagi yang ingin memulai budidaya ikan patin di kolam terpal tanpa aerator:

Pemilihan Tempat.

  • Lokasi kolam sebaiknya jauh dari pemukiman untuk memudahkan pengelolaan limbah. Namun, penempatan di pekarangan rumah juga memungkinkan.

Ukuran Kolam Harus Sesuai.

  • Ukuran kolam terpal dapat disesuaikan, misalnya 2 meter x 5 meter dengan kedalaman 100-150 cm.

Diamkan Kolam Sebelum Diisi Bibit.

  • Setelah rangka kolam siap, isi kolam dengan air dan diamkan selama 3-5 hari sebelum penebaran bibit. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan zat berbahaya yang mungkin ada dalam material terpal baru. Pendiaman air juga memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme alami yang dapat menjadi pakan ikan gabus pada tahap awal.

Perhatikan Kestabilan Suhu Air.

  • Pengelolaan kualitas air tanpa aerator memerlukan perhatian pada suhu dan pH air. Suhu ideal untuk ikan gabus berada di kisaran 26-30 derajat Celsius, sementara pH terbaik adalah 4-9. Beberapa pembudidaya menambahkan sekam atau serbuk gergaji di dasar kolam untuk menjaga stabilitas suhu dan pH.

Wajib Menggunakan Bibit Unggul

Pemilihan bibit unggul menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya ikan gabus. Bibit yang sehat dan lincah akan mendukung pertumbuhan ikan yang merata. Kualitas bibit yang baik akan menghasilkan ikan yang berkualitas unggulan, sehingga penting untuk memilih indukan yang tepat.

Indukan ikan gabus yang berkualitas dapat berasal dari hasil budidaya atau tangkapan alam. Untuk indukan betina, usia minimal adalah 9-12 bulan, sedangkan indukan jantan minimal 14-18 bulan. Bentuk badan indukan harus simetris dan tanpa cacat untuk memastikan kualitas bibit yang dihasilkan.

Bibit ikan gabus yang sehat dan berkualitas ukuran 3-4 cm merupakan pilihan ideal untuk memulai budidaya. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu air paling nyaman untuk ikan, dengan kepadatan 40-60 ekor per meter persegi.

Metode Pemberian Pakan yang Tepat Agar Cepat Panen

Pemberian pakan yang tepat merupakan kunci untuk mencapai panen ikan gabus yang cepat. Pada tahap awal, pakan alami seperti cacing atau nopuli dapat diberikan tiga kali sehari. Ikan gabus membutuhkan protein tinggi untuk pertumbuhannya, sehingga penting untuk memberikan pakan yang sesuai.

Setelah satu bulan, pakan dapat diganti dengan pelet khusus yang memiliki kandungan protein 15-25% dan lemak 15%. Teknik pemberian pakan juga memiliki peran penting, di mana pakan sebaiknya ditaburkan di permukaan air agar ikan aktif mencari makanan.

Sortir ukuran ikan secara bulanan merupakan praktik penting untuk mencegah kanibalisme dan memastikan pertumbuhan yang seragam. Dengan melakukan penyortiran, ikan dengan ukuran yang sama dapat dikelompokkan bersama, sehingga mengurangi persaingan pakan dan risiko pemangsaan antar ikan.

Apa Perawatan Rutin yang Harus Dilakukan

Perawatan rutin kolam terpal tanpa aerator berfokus pada pemantauan kualitas air dan kesehatan ikan. Meskipun ikan gabus memiliki daya tahan tinggi, manajemen air tetap krusial, terutama di ruang terbatas. Pemantauan suhu air dan pH perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas air.

Pembersihan sisa pakan dan kotoran di dasar kolam juga penting untuk menjaga kebersihan air. Kolam terpal yang minim lumpur memudahkan proses pembersihan ini. Penggantian air kolam secara parsial dapat dilakukan jika kualitas air menurun.

Pencegahan penyakit dan hama juga merupakan bagian dari perawatan rutin. Pembudidaya perlu memantau kondisi ikan setiap hari untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit atau stres. Isolasi ikan yang sakit dapat mencegah penyebaran penyakit ke ikan lain.

Panen dan Tips Cepat Untung

Panen ikan gabus dapat dilakukan secara bertahap. Ikan gabus umumnya dapat dipanen setelah usia 6 bulan, ketika bobotnya mencapai 200-500 gram per ekor. Beberapa sumber menyebutkan panen dapat dilakukan setelah 8-10 bulan untuk bobot 250-500 gram per ekor, atau 5-6 bulan untuk hasil 5 ekor per kilogram.

Setelah panen, ikan gabus dapat dijual dalam kondisi segar atau diolah menjadi berbagai produk. Ikan gabus memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan albuminnya yang baik untuk kesehatan. Produk olahan seperti pempek atau kerupuk kemplang dapat meningkatkan nilai jual ikan.

Potensi keuntungan dari budidaya ikan gabus cukup menjanjikan. Dengan modal awal sekitar Rp5-10 juta, budidaya ikan gabus lebih murah dibandingkan ikan lele atau nila. Jika memulai dengan 1000 ekor bibit, potensi keuntungan bersih dapat berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per siklus.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Mengapa ikan gabus bisa dibudidayakan tanpa aerator?

A: Ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan yang memungkinkan mereka mengambil oksigen dari udara.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen ikan gabus di kolam terpal?

A: Masa panen ikan gabus di kolam terpal umumnya setelah 6 bulan pemeliharaan.

Q: Apa saja keuntungan menggunakan kolam terpal untuk budidaya ikan gabus?

A: Kolam terpal lebih murah, mudah dirawat, dan fleksibel dalam penempatan.

Q: Pakan apa yang cocok untuk ikan gabus agar cepat besar?

A: Pakan alami seperti cacing atau nopuli pada tahap awal, dan pelet setelah satu bulan.

Q: Bagaimana cara mencegah kanibalisme pada ikan gabus di kolam terpal?

A: Penting untuk menggunakan bibit yang seragam ukurannya dan melakukan penyortiran bulanan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|