Ternak Ikan Mas vs Mujair, Mana Lebih Cuan? Kenali Karakternya untuk Dibudidaya

3 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan dua komoditas perikanan air tawar yang sangat populer di Indonesia. Keduanya memiliki daya tarik tersendiri di pasar konsumsi dan menjadi pilihan utama bagi para pembudidaya. Keputusan untuk memilih salah satu di antara keduanya seringkali bergantung pada tujuan usaha, ketersediaan lahan, serta strategi pemasaran yang akan diterapkan.

Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan komprehensif antara budidaya ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Pembahasan akan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari karakteristik dasar, kebutuhan modal, laju pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, hingga analisis potensi keuntungan. Dengan demikian, diharapkan para pembaca, khususnya calon pembudidaya, dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk memaksimalkan hasil usaha mereka.

Memahami perbedaan mendasar antara ikan mas dan ikan mujair adalah langkah awal penting dalam menentukan pilihan budidaya yang paling sesuai. Setiap jenis ikan memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan secara cermat agar usaha budidaya dapat berjalan efisien dan menghasilkan keuntungan optimal. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (29/1).

1. Karakteristik Dasar Ikan Mas dan Mujair

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah ikan omnivora yang pemakan segala, menjadikannya relatif mudah dalam hal pemberian pakan. Ikan ini memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai kondisi lingkungan air, sehingga cocok untuk dibudidayakan di kolam semen kecil maupun kolam terpal di area samping rumah dengan sistem filtrasi yang memadai. Daging ikan mas yang gurih dan lezat membuatnya selalu diminati di pasaran.

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) juga merupakan ikan omnivora yang dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi perairan. Ikan ini dikenal memiliki perawatan yang sederhana dan sering dianggap mirip dengan ikan nila, namun lebih tahan terhadap kondisi air yang kurang ideal. Daging ikan mujair yang gurih juga menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia, terutama karena harganya yang ekonomis.

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada bentuk tubuh dan kebiasaan makan. Ikan mas memiliki tubuh yang lebih memanjang dengan sisik besar, sedangkan ikan mujair cenderung lebih pipih dan lebar. Ikan mujair juga dikenal memiliki nafsu makan yang tinggi dan sangat efisien dalam menyerap nutrisi pakan, menjadikannya menguntungkan untuk diternak di lahan terbatas dengan modal pakan yang terkontrol.

2. Kisaran Kebutuhan Modal Awal dan Biaya Operasional

Salah satu faktor yang langsung terasa dalam budidaya ikan adalah besarnya modal awal yang dibutuhkan. Biaya ini mencakup pembangunan kolam, pembelian bibit, pakan, serta pemeliharaan rutin.

Untuk mujair, ternak mujair dikenal lebih ramah modal. Harga benih lebih terjangkau. Dilansir dari kanal Youtube Bisnis Terbaru, 29 Januari 2026, harga bibit ikan mujair umumnya dibanderol dengan harga Rp700 hingga Rp1500 per ekor tergantung dengan besar tubuh ikan dan jenisnya. Selain itu kebutuhan pakan lebih fleksibel, dan mujair mampu memanfaatkan pakan alami di kolam dengan baik. Ini membuat biaya operasional mujair relatif lebih rendah, terutama untuk pembudidaya skala kecil.

Sementara modal awal ternak ikan mas umumnya lebih besar  namun masih terjangkau. Benih ikan mas baik hias maupun konsumsi yang berkualitas cenderung lebih mahal, sekitar Rp1000 hingga Rp2000 per ekor untuk ukuran 7-8 centimeter. Kebutuhan protein yang tinggi juga membuat biaya operasional meningkat.  Selain itu, ikan mas membutuhkan kualitas air yang relatif lebih terjaga untuk mencapai pertumbuhan optimal. Meskipun modal awal ikan mas dianalisis sedikit lebih tinggi, potensi omzetnya juga besar. Omzet dari panen ikan mas dapat mencapai belasan juta rupiah, dengan rata-rata 300–500 kg per 100 meter persegi kolam dan harga jual Rp 25.000 per kg.

3. Kecepatan Pertumbuhan dan Waktu Panen

Ikan mas memiliki laju pertumbuhan yang cepat, sehingga masa panennya relatif singkat. Untuk mencapai ukuran konsumsi ideal (300-400 gram per ekor), ikan mas umumnya membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan. Beberapa sumber lain menyebutkan waktu panen bisa mencapai 6 hingga 8 bulan, yang masih dianggap cukup singkat dibandingkan ikan air tawar lainnya, bahkan 5 kali lebih cepat.

Ikan mujair juga dikenal memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat, memungkinkan panen dalam waktu relatif singkat. Umumnya, ikan mujair siap panen setelah periode budidaya 3-4 bulan. Beberapa sumber juga menyebutkan panen dapat dilakukan dalam waktu dua sampai tiga bulan, mirip dengan ikan nila. Kecepatan panen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembudidaya yang menginginkan perputaran modal yang cepat.

Varietas dan target ukuran juga memengaruhi estimasi panen. Ikan mas merah, misalnya, memiliki estimasi panen sekitar 5-7 bulan, tergantung varietas dan target ukuran. Sementara itu, ikan mujair memiliki waktu panen yang relatif cepat dan perawatan yang tidak rumit, cocok bagi peternak yang menginginkan hasil efisien dengan risiko rendah.

4. Ketahanan Penyakit dan Risiko Kematian

Ikan mas, meskipun memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai kondisi lingkungan, dapat rentan terhadap penyakit tertentu. Salah satu penyakit yang pernah menyerang budidaya ikan mas adalah virus KHV (Koi Herpes Virus). Oleh karena itu, pengelolaan kualitas air dan sanitasi kolam menjadi sangat penting dalam budidaya ikan mas.

Berbeda dengan ikan mas, ikan mujair umumnya dikenal lebih kebal terhadap serangan hama, parasit, dan penyakit. Ketahanan ini menjadi keunggulan signifikan, terutama jika lingkungan kolam terjaga dengan baik. Kemampuan adaptasinya yang tinggi terhadap beragam lingkungan perairan juga berkontribusi pada risiko kematian yang lebih rendah akibat faktor eksternal.

Meskipun demikian, pencegahan tetap menjadi kunci dalam budidaya ikan mujair. Manajemen kolam yang baik, termasuk kontrol populasi dan pemberian pakan yang tepat, akan membantu menjaga ikan tetap sehat dan mengurangi potensi timbulnya masalah penyakit. Ketahanan mujair terhadap penyakit menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi pemula dalam budidaya.

5. Kebutuhan Pakan dan Efisiensi Konversi

Ikan mas sebagai ikan omnivora memiliki kebutuhan pakan yang bervariasi. Meskipun biaya pakan tidak murah, namun merupakan komponen penting dalam analisis usaha. Pemberian pakan yang cukup dan berkualitas menjadi kunci untuk pertumbuhan optimal ikan mas. Dalam sistem ternak terpadu, seperti di kolam bebek, ikan mas dapat memanfaatkan sisa pakan dan nutrisi air, membantu mengurangi jumlah pelet yang diberikan.

Ikan mujair juga merupakan ikan omnivora dengan pakan yang relatif fleksibel. Pakan mujair dapat berupa pelet hingga pakan alami seperti daun-daunan, yang dapat membantu menekan biaya produksi secara signifikan. Efisiensi mujair dalam menyerap nutrisi pakan sangat tinggi, menjadikannya pilihan yang menguntungkan jika diternak di lahan terbatas dengan modal pakan yang terkontrol.

Pengendalian pakan yang baik pada kedua jenis ikan ini akan berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional. Ikan mujair yang dapat diberi pakan tambahan dari sumber alami menawarkan keunggulan dalam menekan biaya pakan, sementara ikan mas membutuhkan pengelolaan air yang lebih terkontrol untuk memastikan nutrisi pakan terserap optimal dan pertumbuhan tetap terjaga.

6. Harga Jual dan Permintaan Pasar

Ikan mas memiliki permintaan pasar yang tinggi dan stabil di Indonesia. Harga jual di pasaran berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Namun, harga ini dapat bervariasi, dengan pengepul membeli dari pembudidaya seharga Rp 35.000/kg dan pengecer menjual di pasar hingga Rp 50.000/kg. Permintaan yang terus tumbuh menjadikan budidaya ikan mas sebagai peluang usaha yang menjanjikan, terutama saat momen-momen tertentu seperti bulan puasa atau hari raya.

Ikan mujair juga memiliki permintaan pasar yang stabil dan tinggi, terutama di pasar tradisional. Harganya yang terjangkau dan mudah dijual menjadi daya tarik utama. Harga jual ikan mujair dapat berkisar antara Rp 24.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, dan bisa naik hingga Rp 40.000 per kilogram saat permintaan tinggi, terutama saat libur atau perayaan hari besar.

Antusiasme pembeli terhadap ikan mujair dapat meningkat signifikan, dengan penjualan mencapai 50-100 kilogram per hari di pasar tertentu. Permintaan pasar yang stabil untuk kedua jenis ikan ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki basis konsumen yang kuat. Namun, ikan mas seringkali memiliki segmen pasar yang lebih luas, termasuk untuk acara-acara khusus, yang dapat memengaruhi harga jual di tingkat pengecer.

7. Tingkat Kesulitan Budidaya

Ikan mas dikenal mudah dibudidayakan karena memiliki adaptasi yang sangat tinggi. Ikan ini dapat hidup di berbagai kondisi lingkungan kolam, baik kolam tanah, semen, maupun terpal. Ikan mas tangguh dan dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi air dangkal dan mengalir dengan suhu 20-25°C dan pH air 7-8. Benih ikan mas juga mudah diperoleh dalam skala besar dan dengan harga yang tergolong murah, membuat proses budidayanya cukup sederhana.

Ikan mujair juga memiliki tingkat kesulitan budidaya yang rendah. Perawatannya sederhana dan dapat hidup di kolam dengan manajemen yang tidak terlalu rumit, menjadikannya pilihan aman untuk pemula. Ikan mujair memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat dan pakan yang relatif fleksibel. Kemudahan adaptasi di beragam lingkungan perairan dan proses budidaya yang tidak memakan waktu lama semakin menegaskan bahwa ikan mujair cocok untuk peternak dengan pengalaman terbatas.

Namun, dalam budidaya ikan mas, pengelolaan air yang lebih terkontrol mungkin diperlukan dibandingkan dengan ikan mujair. Meskipun demikian, daya adaptasi yang tinggi pada ikan mas tetap membuatnya menjadi pilihan yang relatif mudah untuk dibudidayakan secara massal. Keduanya menawarkan kemudahan, namun mujair sedikit lebih "forgiving" untuk pemula karena ketahanannya.

8. Analisis Keuntungan: Mana yang Lebih Cuan?

Jika dikelola dengan baik, ikan mas berpotensi memberikan keuntungan lebih besar per siklus karena harga jual yang lebih tinggi dan pertumbuhan cepat. Namun, risikonya juga lebih besar, terutama dari sisi penyakit dan biaya pakan.

Mujair menawarkan keuntungan yang lebih stabil dan risiko lebih rendah. Margin per siklus mungkin tidak sebesar ikan mas, tetapi tingkat keberhasilan panen yang tinggi membuat mujair lebih “aman” bagi pembudidaya pemula atau yang mengutamakan kestabilan arus kas.

Pilihan antara ternak ikan mas dan mujair sangat bergantung pada modal, pengalaman, dan toleransi risiko pembudidaya. Tidak ada jawaban pasti tentang yang paling cuan untuk semua orang, karena kondisi lapangan sangat menentukan hasil akhir.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Ikan Mas vs Mujair

1. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan mas?

Modal awal untuk budidaya ikan mas berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, cukup untuk kolam sederhana, bibit, dan pakan.

2. Berapa lama masa panen ikan mujair?

Ikan mujair umumnya siap panen setelah periode budidaya 3-4 bulan, bahkan ada yang bisa dipanen dalam 2-3 bulan.

3. Apakah ikan mas rentan terhadap penyakit?

Ikan mas dapat rentan terhadap penyakit seperti virus KHV (Koi Herpes Virus), sehingga pengelolaan kualitas air dan sanitasi kolam sangat penting.

4. Apa keunggulan ikan mujair bagi pemula?

Ikan mujair cocok untuk pemula karena perawatannya sederhana, tahan terhadap kondisi air, dan memiliki masa panen yang relatif singkat.

5. Bagaimana potensi keuntungan budidaya ikan mas dibandingkan ikan mujair?

Kedua jenis ikan memiliki potensi keuntungan tinggi. Ikan mas berpotensi lebih besar untuk skala intensif dan modal besar, sementara ikan mujair lebih efisien untuk modal terbatas dan cepat balik modal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|