Liputan6.com, Jakarta - Budidaya lele skala kecil semakin diminati karena bisa dilakukan di lahan sempit dengan modal yang relatif terjangkau. Salah satu metode yang sering digunakan oleh pemula adalah ternak lele menggunakan galon air bekas. Media ini mudah didapat, tidak memerlukan kolam besar, dan cocok untuk percobaan awal sebelum budidaya dalam skala lebih luas.
Namun, banyak pemula masih bingung mengenai kapasitas galon yang ideal untuk memelihara lele. Pertanyaan seperti “ternak lele 1 galon isi berapa?” sering muncul karena kesalahan jumlah tebar bisa berdampak besar pada pertumbuhan dan kesehatan ikan. Jika terlalu padat, lele mudah stres dan mati, sedangkan jika terlalu sedikit, hasil panen menjadi kurang maksimal.
Galon air memiliki keterbatasan volume dan sirkulasi oksigen yang berbeda dengan kolam konvensional. Oleh karena itu, jumlah lele yang ditebar harus disesuaikan dengan ukuran galon, sistem pergantian air, serta pola pemberian pakan. Pemahaman dasar ini sangat penting agar budidaya berjalan lancar dan minim risiko.
Berikut pembahasan seputar ternak lele dalam satu galon air khusus untuk pemula yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1). Mulai dari jumlah ideal benih, ukuran lele yang cocok, hingga cara perawatan agar lele tetap sehat dan tumbuh optimal. Dengan panduan ini, kamu bisa memulai ternak lele galon dengan lebih percaya diri.
Kapasitas Ideal Galon untuk Ternak Lele
Pertanyaan mengenai ternak lele 1 galon isi berapa menjadi kunci awal keberhasilan budidaya. Wadah berukuran 1 galon (sekitar 3,78 liter) sangat kecil dan umumnya tidak direkomendasikan untuk budidaya lele dalam jumlah signifikan. Keterbatasan ruang gerak dan volume air dapat memengaruhi kualitas air serta pertumbuhan ikan secara drastis.
Sebagai perbandingan, untuk ikan berukuran sedang seperti gurame, satu galon hanya ideal untuk satu ekor saja. Meskipun lele dikenal dapat dipelihara dengan kepadatan tinggi, wadah 1 galon tetap sangat terbatas untuk pertumbuhan optimal. Wadah yang lebih besar sangat disarankan untuk memastikan lele dapat tumbuh dengan baik dan sehat.
Pengalaman pembudidaya menunjukkan bahwa ember cat 20 kg (sekitar 5 galon) dapat diisi 10-12 ekor benih lele agar leluasa bergerak dan mendapatkan oksigen cukup. Untuk galon berkapasitas 20 liter, jumlah bibit lele yang ideal adalah 5-10 ekor. Ini memberikan gambaran bahwa semakin besar volume wadah, semakin banyak benih yang bisa ditampung dengan tetap menjaga kualitas hidup ikan.
Dalam skala yang lebih besar, ember berukuran 80 liter dapat menampung sekitar 60 ekor benih ikan lele. Ini setara dengan sekitar 0,75 ekor lele per liter. Penting untuk diingat bahwa kepadatan tebar yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan kualitas air cepat memburuk, bahkan memicu kanibalisme pada lele.
Persiapan Wadah dan Bibit Lele Unggul
Memulai budidaya lele di lahan sempit memerlukan persiapan wadah yang matang. Pilihlah galon plastik bekas berukuran 20 liter atau ember 80 liter yang sesuai dengan skala budidaya Anda. Pastikan wadah dibersihkan hingga steril dan bebas dari sisa bahan kimia yang berpotensi membahayakan ikan lele.
Isi wadah dengan air bersih hingga tiga perempat bagian, lalu biarkan air mengendap selama 24 jam. Proses ini penting untuk menguapkan klorin dan menstabilkan suhu air, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lele. Penambahan garam krosok juga disarankan untuk menyeimbangkan pH air dan mencegah pertumbuhan jamur.
Pemilihan bibit lele unggul adalah langkah krusial berikutnya. Pastikan bibit yang dipilih sehat, aktif bergerak, dan berukuran seragam tanpa cacat fisik. Disarankan untuk membeli benih dari hatchery yang telah tersertifikasi CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) dan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) guna meminimalisir risiko penyakit bawaan.
Ukuran ideal bibit lele unggul berkisar antara 5-7 cm. Perhatikan ciri-ciri bibit jantan dan betina: jantan memiliki perut ramping dan kelamin runcing, sementara betina memiliki perut lebih besar dan kelamin bulat. Pemilihan bibit yang tepat akan sangat mendukung pertumbuhan lele yang optimal.
Kunci Sukses Manajemen Air dan Pakan
Kualitas air memegang peranan vital dalam budidaya lele, terutama pada wadah terbatas seperti galon. Fluktuasi kualitas air dapat terjadi dengan cepat, sehingga manajemen yang cermat sangat diperlukan. Penggantian air dapat dilakukan jika tercium bau tidak sedap atau setelah hujan, namun maksimal 50% dari total volume air.
Penting untuk membuang air dari dasar kolam karena area tersebut cenderung menumpuk racun berbahaya. Sebelum melakukan penggantian air, puasakan ikan selama 12-24 jam untuk mengurangi stres. Pemasangan aerator juga sangat disarankan untuk meningkatkan pasokan oksigen dalam air, terutama jika kepadatan lele cukup tinggi.
Pemberian pakan yang tepat dan teratur juga merupakan kunci keberhasilan. Berikan pakan lele 2-3 kali sehari dengan interval waktu sekitar 8 jam. Gunakan pakan apung yang ukurannya disesuaikan dengan bukaan mulut ikan lele. Metode pemberian pakan secara ad libitum, yaitu memberi pakan perlahan hingga ikan kenyang, sangat direkomendasikan.
Untuk benih ikan lele kecil berukuran 3-8 cm, pakan mandiri yang lebih ekonomis dapat menjadi pilihan. Pastikan pakan yang diberikan berkualitas baik untuk mendukung pertumbuhan lele yang cepat dan sehat. Manajemen pakan yang baik akan meminimalkan sisa pakan yang dapat mencemari air dan memicu penyakit.
Strategi Kepadatan Tebar dan Pencegahan Penyakit
Kepadatan tebar yang tidak tepat dapat menjadi penyebab utama lele mudah terserang penyakit dan meningkatkan risiko kanibalisme. Lele dikenal sebagai ikan kanibal, terutama jika pemberian pakan tidak optimal atau tidak dilakukan grading secara berkala. Oleh karena itu, pengaturan kepadatan tebar harus diperhatikan dengan seksama.
Untuk kolam dengan ketinggian air 0,75 meter, kepadatan tebar ideal adalah 200 ekor per meter persegi jika menggunakan sirkulasi, atau 75 ekor per meter persegi tanpa sirkulasi. Sementara itu, kolam dengan ketinggian air 1,25 meter dapat menampung 300 ekor per meter persegi dengan sirkulasi, atau 150 ekor tanpa sirkulasi.
Dalam sistem bioflok, kepadatan tebar bisa jauh lebih tinggi, mencapai 1.000 ikan lele per meter kubik, dibandingkan sistem konvensional yang hanya 100 ekor per meter kubik. Meskipun demikian, untuk budidaya di galon, kepadatan harus disesuaikan agar tidak terlalu padat dan memicu stres pada ikan.
Pencegahan penyakit juga sangat penting. Lakukan grading atau penyeragaman ukuran lele minimal dua minggu sekali untuk mengurangi kanibalisme. Pastikan benih lele yang dibeli bebas dari penyakit bakterial, virus, dan parasit. Menjaga kebersihan kolam dan kualitas air secara konsisten adalah benteng utama melawan berbagai penyakit.
Waktu dan Cara Panen Lele yang Efisien
Salah satu keuntungan budidaya lele adalah siklus panennya yang relatif singkat, yaitu sekitar 2-3 bulan untuk budidaya di galon, atau 3-4 bulan untuk skala yang lebih besar. Ikan lele siap panen umumnya memiliki berat 8 hingga 11 ekor per kilogram. Ini memungkinkan perputaran modal yang lebih cepat bagi pembudidaya.
Sebelum melakukan panen, puasakan ikan selama sekitar 24 jam. Langkah ini bertujuan agar ikan dapat bertahan hidup lebih lama selama proses pengiriman atau distribusi. Puasa juga membantu membersihkan saluran pencernaan ikan, yang dapat memengaruhi kualitas daging.
Cara panen yang efisien adalah dengan membuang air hingga menyisakan ikan saja. Dengan demikian, ikan akan berkumpul di satu tempat sehingga memudahkan proses pengambilan. Jika jumlah ikan sedikit, Anda dapat menggunakan jaring untuk mengambilnya secara perlahan dan hati-hati.
Apabila biomassa ikan yang akan dipanen cukup banyak, penggunaan kain waring dapat menjadi solusi yang lebih praktis. Perawatan rutin pada galon atau wadah budidaya juga penting untuk menjaga keberlangsungan siklus panen berikutnya. Panen bertahap juga dimungkinkan, memudahkan manajemen pakan dan pemantauan pertumbuhan.
Potensi Keuntungan Budidaya Lele di Galon Bekas
Budidaya lele di galon bekas tidak hanya praktis, tetapi juga menawarkan potensi keuntungan yang menarik bagi pemula. Modal awal yang dibutuhkan per galon relatif terjangkau, berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Biaya ini mencakup pembelian galon, aerator, bibit lele, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Dalam waktu 2-3 bulan, dari sekitar 10 ekor bibit lele, Anda berpotensi memanen sekitar 2 kilogram lele. Dengan harga jual lele di pasaran yang berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, pendapatan kotor per galon untuk lele dapat mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000.
Meskipun angka pendapatan kotor per galon lele terlihat lebih kecil dibandingkan komoditas lain seperti gabus atau belut, kecepatan siklus panen lele menjadi keunggulan utama. Perputaran modal yang lebih cepat memungkinkan Anda untuk melakukan budidaya secara berkelanjutan dan meningkatkan volume produksi secara bertahap.
Metode ini sangat cocok untuk memulai bisnis skala kecil hingga menengah tanpa harus menunggu investasi besar atau lahan luas. Dengan manajemen yang baik dan pemanfaatan galon bekas secara optimal, budidaya lele dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Mengapa budidaya lele dalam galon bekas menjadi solusi menarik?
Budidaya lele dalam galon bekas menawarkan solusi praktis dan efisien bagi individu yang ingin membudidayakan ikan dengan modal terbatas dan lahan sempit, sekaligus berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dengan mendaur ulang limbah plastik.
Berapa ukuran galon yang direkomendasikan untuk kolam ternak lele?
Galon berukuran 20 liter umum digunakan, sementara beberapa sumber menyarankan galon 60 liter atau lebih besar untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan lele.
Berapa banyak bibit lele yang ideal untuk satu galon?
Untuk galon berkapasitas 20 liter, jumlah bibit lele yang ideal adalah 5-10 ekor agar lele leluasa bergerak dan mendapatkan oksigen yang cukup.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk ternak lele di galon?
Modal awal yang dibutuhkan per galon berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000, mencakup galon, aerator, bibit, dan perlengkapan lainnya.

4 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)