Liputan6.com, Jakarta - Pakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam usaha ternak kambing. Namun, tingginya biaya pakan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi peternak, terutama saat ketersediaan rerumputan menurun di musim kemarau. Di sisi lain, limbah pertanian seperti jerami padi, batang jagung, kulit singkong, hingga dedak sering melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan pengolahan yang tepat melalui proses fermentasi, limbah-limbah tersebut dapat diubah menjadi pakan alternatif yang bernilai gizi dan lebih mudah dicerna oleh kambing.
Fermentasi pakan tidak hanya membantu meningkatkan kandungan nutrisi dan daya simpan bahan pakan, tetapi juga dapat mendukung kesehatan pencernaan ternak serta menekan biaya operasional peternakan. Di artikel ini, Liputan6 akan berbagi beberapa tips membuat pakan fermentasi dari limbah pertanian untuk kambing secara praktis, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi yang benar, hingga cara penyimpanan agar pakan tetap berkualitas. Dengan langkah yang tepat, limbah pertanian pun bisa menjadi solusi cerdas untuk pakan kambing yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Simak selengkapnya.
1. Pilih Limbah Pertanian yang Aman dan Bernutrisi
Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah memilih jenis limbah pertanian yang aman dan masih layak digunakan sebagai bahan pakan kambing. Beberapa contoh limbah yang umum dimanfaatkan antara lain jerami padi, batang dan daun jagung, kulit singkong, ampas tahu, dedak padi, hingga bonggol jagung. Pastikan bahan tidak berjamur, tidak busuk, dan bebas dari sisa pestisida berlebihan karena dapat berdampak buruk pada kesehatan kambing. Bahan yang segar dan bersih akan menghasilkan proses fermentasi yang lebih optimal serta pakan dengan kualitas nutrisi yang lebih baik.
Selain aman, perhatikan juga kandungan serat dan energi dari bahan yang dipilih. Limbah pertanian umumnya tinggi serat kasar, sehingga proses fermentasi berperan penting untuk melunakkan tekstur dan meningkatkan kecernaan. Kombinasi beberapa jenis limbah juga disarankan agar kandungan nutrisi pakan lebih seimbang. Dengan pemilihan bahan yang tepat sejak awal, pakan fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal perut, tetapi benar-benar mampu mendukung pertumbuhan dan produktivitas kambing.
2. Cacah Bahan agar Proses Fermentasi Lebih Optimal
Sebelum difermentasi, limbah pertanian sebaiknya dicacah atau dipotong kecil-kecil dengan ukuran sekitar 3–5 cm. Proses pencacahan ini bertujuan untuk memperluas permukaan bahan sehingga mikroorganisme fermentasi dapat bekerja lebih efektif. Bahan yang terlalu panjang atau utuh cenderung sulit terfermentasi secara merata dan berisiko menghasilkan pakan dengan kualitas tidak seragam. Selain itu, pakan yang dicacah juga lebih mudah dikonsumsi oleh kambing.
Pencacahan juga membantu mempercepat proses pelunakan serat kasar selama fermentasi berlangsung. Hal ini penting karena kambing akan lebih mudah mencerna pakan yang teksturnya lunak dan tidak terlalu keras. Jika memungkinkan, gunakan alat pencacah sederhana agar hasil potongan lebih rapi dan konsisten. Dengan bahan yang sudah dicacah dengan baik, proses fermentasi akan berjalan lebih stabil dan hasil pakan menjadi lebih disukai ternak.
3. Gunakan Starter Fermentasi yang Tepat
Starter fermentasi berperan sebagai sumber mikroorganisme yang akan menguraikan bahan pakan selama proses fermentasi. Beberapa starter yang umum digunakan antara lain EM4 peternakan, larutan probiotik, ragi tape, atau campuran molase dan air. Penggunaan starter yang tepat akan membantu meningkatkan kualitas fermentasi, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta memperkaya kandungan nutrisi pakan. Takaran starter harus disesuaikan dengan jumlah bahan agar proses fermentasi berjalan seimbang.
Starter fermentasi biasanya dicampurkan dengan air dan bahan tambahan seperti gula merah atau molase untuk menyediakan sumber energi bagi mikroba. Campuran ini kemudian disiramkan secara merata ke bahan pakan yang telah dicacah. Pastikan semua bagian bahan terkena larutan starter agar fermentasi berlangsung merata. Dengan starter yang tepat dan penggunaan yang benar, pakan fermentasi akan memiliki aroma asam segar yang menandakan proses berjalan dengan baik.
4. Perhatikan Kadar Air agar Tidak Terlalu Basah
Kadar air merupakan faktor penting dalam pembuatan pakan fermentasi. Bahan yang terlalu kering akan menghambat aktivitas mikroorganisme, sedangkan bahan yang terlalu basah berisiko menimbulkan bau busuk dan jamur. Idealnya, kadar air berada pada kondisi lembap tetapi tidak sampai menetes saat digenggam. Pengaturan kadar air yang tepat akan membantu menciptakan lingkungan fermentasi yang stabil dan aman.
Untuk mengontrol kadar air, peternak dapat menambahkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk bahan hingga tercapai kelembapan yang diinginkan. Jika bahan awal sudah cukup basah, penambahan air bisa dikurangi atau bahkan dihindari. Pemeriksaan sederhana dengan cara mengepal bahan dapat membantu memastikan kadar air sudah sesuai. Dengan kelembapan yang ideal, proses fermentasi akan berjalan optimal dan menghasilkan pakan berkualitas.
5. Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Setelah semua bahan tercampur dengan baik, pakan fermentasi harus disimpan dalam wadah yang kedap udara, seperti drum plastik, tong, atau kantong silase. Kondisi tanpa udara sangat penting untuk mendukung fermentasi anaerob dan mencegah pembusukan. Pastikan wadah tertutup rapat dan tidak bocor agar udara luar tidak masuk selama proses fermentasi berlangsung.
Pakan fermentasi umumnya membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari sebelum siap digunakan, tergantung jenis bahan dan starter yang dipakai. Selama proses ini, sebaiknya wadah tidak sering dibuka agar kondisi anaerob tetap terjaga. Setelah matang, pakan dapat disimpan lebih lama asalkan wadah tetap tertutup rapat. Penyimpanan yang baik akan menjaga aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi pakan fermentasi.
6. Uji Kualitas Sebelum Diberikan ke Kambing
Sebelum pakan fermentasi diberikan kepada kambing, lakukan pemeriksaan sederhana untuk memastikan kualitasnya. Pakan yang berhasil difermentasi biasanya memiliki aroma asam segar, tidak menyengat, serta tidak berjamur. Warna bahan umumnya masih alami dan tidak berubah menjadi hitam atau berlendir. Jika tercium bau busuk atau muncul jamur berlebihan, sebaiknya pakan tidak diberikan karena berisiko membahayakan kesehatan ternak.
Saat pertama kali diberikan, pakan fermentasi sebaiknya dikenalkan secara bertahap agar kambing dapat beradaptasi. Campurkan dengan pakan hijauan biasa dalam jumlah kecil terlebih dahulu, kemudian tingkatkan secara perlahan. Cara ini membantu mencegah gangguan pencernaan dan membuat kambing lebih mudah menerima pakan baru. Dengan pengujian dan pemberian yang tepat, pakan fermentasi dari limbah pertanian dapat menjadi solusi pakan yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa saja limbah pertanian yang bisa difermentasi untuk pakan kambing?
Jerami padi, batang dan daun jagung, kulit singkong, dedak padi, ampas tahu, serta bonggol jagung dapat digunakan selama masih bersih dan tidak berjamur.
2. Berapa lama proses fermentasi pakan kambing?
Umumnya fermentasi berlangsung selama 7–14 hari, tergantung jenis bahan, starter, dan kondisi penyimpanan.
3. Bagaimana ciri pakan fermentasi yang berhasil?
Pakan beraroma asam segar, tidak berbau busuk, tidak berlendir, dan tidak ditumbuhi jamur berlebihan.
4. Apakah pakan fermentasi aman diberikan setiap hari?
Aman, asalkan diberikan secara bertahap dan tetap dikombinasikan dengan pakan hijauan segar.
5. Apakah pakan fermentasi bisa disimpan lama?
Bisa, selama disimpan dalam wadah kedap udara dan tidak sering dibuka, pakan dapat bertahan hingga beberapa minggu.

3 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)