6 Jenis Ikan yang Tahan Banting untuk Akuaponik, Cocok untuk Pemula hingga Skala Bisnis

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Akuaponik semakin populer sebagai solusi pertanian dan perikanan modern di tengah keterbatasan lahan dan air. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu siklus yang saling menguntungkan. Limbah dari ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sementara tanaman berfungsi sebagai filter alami yang menjaga kualitas air bagi ikan.

Keunggulan akuaponik terletak pada efisiensi penggunaan air, kemudahan perawatan, serta hasil panen ganda berupa ikan dan sayuran. Tak heran jika sistem ini banyak diterapkan baik di skala rumah tangga maupun skala usaha. Namun, keberhasilan akuaponik sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis ikan yang digunakan.

Bagi pemula, memilih jenis ikan yang tahan banting untuk akuaponik menjadi langkah krusial. Ikan yang kuat, mudah beradaptasi, dan tahan terhadap fluktuasi kualitas air akan meminimalkan risiko kegagalan budidaya serta menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (15/1/2026).

Apa Itu Akuaponik dan Mengapa Pemilihan Ikan Sangat Penting?

Mengacu pada laman Dinas Pertanian serta berbagai sumber pertanian dan perikanan, akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan resirkulasi air antara kolam ikan dan media tanam. Limbah berupa kotoran ikan dan sisa pakan yang biasanya menjadi racun di kolam, akan diuraikan oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrat dan nitrit yang bermanfaat bagi tanaman.

Dalam sistem ini, ikan berperan sebagai penghasil nutrisi utama. Oleh karena itu, pemilihan ikan tidak boleh sembarangan. Jenis ikan yang tahan banting untuk akuaponik umumnya memiliki karakteristik seperti:

  • Tahan terhadap perubahan pH dan suhu air
  • Tidak mudah stres
  • Konsumsi pakan cukup tinggi
  • Produksi limbah yang mendukung pertumbuhan tanaman
  • Mudah dibudidayakan di lahan sempit

Berikut ini adalah ulasan lengkap beberapa jenis ikan yang tahan banting untuk akuaponik yang paling direkomendasikan berdasarkan praktik budidaya dan rujukan dari laman pertanian dan perikanan.

1. Ikan Lele

Lele merupakan jenis ikan yang paling sering digunakan dalam sistem akuaponik, terutama untuk pemula. Ikan ini dikenal sangat kuat, mampu bertahan dalam kondisi air yang kurang ideal, serta memiliki tingkat kelangsungan hidup tinggi.

Lele juga memiliki konsumsi pakan yang tinggi sehingga menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar. Hal ini sangat menguntungkan bagi tanaman akuaponik karena nutrisi yang dihasilkan melimpah. Selain itu, lele relatif tahan terhadap penyakit dan dapat hidup di kepadatan tinggi.

2. Ikan Nila

Ikan nila termasuk jenis ikan yang tahan banting untuk akuaponik dan populer sebagai ikan konsumsi. Nila mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk variasi suhu dan pH air. Pertumbuhannya cepat dan masa panennya relatif singkat.

Nila juga tergolong ikan omnivora sehingga tidak sulit dalam pemberian pakan. Limbah yang dihasilkan cukup stabil untuk mendukung pertumbuhan sayuran seperti selada, kangkung, dan sawi.

3. Ikan Mas

Ikan mas dikenal cukup fleksibel terhadap perubahan lingkungan, sehingga cocok digunakan dalam sistem akuaponik. Ikan ini mampu hidup di air dengan kadar oksigen rendah dan relatif mudah dipelihara.

Keunggulan lain dari ikan mas adalah nilai ekonominya yang stabil dan permintaan pasar yang tinggi. Dalam sistem akuaponik, ikan mas juga menghasilkan air yang lebih bersih dibandingkan budidaya konvensional di kolam tanah.

4. Ikan Patin

Patin merupakan ikan air tawar yang tidak membutuhkan arus air deras dan cukup responsif terhadap pakan buatan. Ikan ini tergolong tahan banting dan dapat hidup dengan baik di sistem akuaponik.

Selain menghasilkan limbah yang baik untuk tanaman, ikan patin juga memiliki nilai jual tinggi. Tekstur dagingnya lembut dan digemari konsumen, sehingga cocok untuk akuaponik skala bisnis.

5. Ikan Gurame

Gurame termasuk ikan yang relatif kuat dan tidak terlalu rewel dalam perawatan. Ikan ini menyukai perairan tenang dan dangkal, sesuai dengan karakteristik kolam akuaponik rumahan.

Sebagai ikan omnivora, gurame mudah diberi pakan dan tidak agresif. Meski pertumbuhannya lebih lambat dibanding lele atau nila, harga jual gurame cukup tinggi dan stabil.

6. Ikan Koi dan Ikan Mas Hias

Untuk akuaponik non-konsumsi atau hobi, ikan koi dan ikan mas hias juga sering digunakan. Keduanya cukup tahan terhadap perubahan kualitas air dan memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Meski tujuan utamanya bukan konsumsi, kotoran ikan koi tetap efektif sebagai sumber nutrisi tanaman. Sistem akuaponik dengan ikan hias juga memiliki nilai estetika tinggi.

Tips Menjaga Ikan Tetap Sehat dalam Sistem Akuaponik

Agar jenis ikan yang tahan banting untuk akuaponik dapat tumbuh optimal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  • Atur kepadatan ikan agar tidak berlebihan
  • Jaga kualitas air dan sirkulasi tetap lancar
  • Beri pakan secukupnya untuk menghindari penumpukan limbah
  • Gunakan media tanam seperti zeolit untuk membantu filtrasi
  • Lakukan pengecekan rutin terhadap kondisi ikan dan tanaman

Dengan perawatan yang tepat, sistem akuaponik akan berjalan seimbang dan menghasilkan panen ikan serta sayuran yang sehat dan berkualitas.

FAQ Seputar Jenis Ikan yang Tahan Banting untuk Akuaponik

1. Apa ikan paling mudah untuk akuaponik pemula?

Lele dan nila adalah pilihan paling mudah karena tahan penyakit dan cepat tumbuh.

2. Apakah semua ikan air tawar bisa digunakan untuk akuaponik?

Tidak semua, tetapi sebagian besar ikan air tawar yang tahan terhadap fluktuasi air cocok digunakan.

3. Berapa jumlah ikan ideal dalam akuaponik rumahan?

Tergantung ukuran kolam, namun kepadatan sedang lebih aman untuk pemula.

4. Apakah ikan hias bisa digunakan untuk akuaponik?

Bisa, seperti koi dan ikan mas hias, terutama untuk tujuan estetika.

5. Apakah akuaponik cocok untuk skala bisnis?

Sangat cocok, terutama jika menggunakan ikan konsumsi bernilai jual tinggi seperti lele, nila, dan patin.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|