10 Rahasia Ternak Bebek Petelur Tanpa Bau dan Lalat, Panduan Penting agar Kandang tetap Nyaman

3 weeks ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Ternak bebek petelur sering kali dipersepsikan sebagai usaha yang identik dengan bau menyengat, lingkungan kotor, dan kehadiran lalat dalam jumlah besar, terutama jika dilakukan di dekat rumah atau area pemukiman. Persepsi ini sebenarnya muncul bukan karena ternak bebek itu sendiri, melainkan akibat kesalahan dalam pengelolaan kandang, kebersihan, serta manajemen pakan dan limbah yang kurang tepat sejak awal.

Padahal, dengan penerapan sistem ternak yang benar, bebek petelur dapat dipelihara secara bersih, minim bau, dan ramah lingkungan tanpa harus menggunakan teknologi mahal. Kunci utamanya terletak pada pemahaman dasar tentang perilaku bebek, karakter kotorannya, serta cara mengelola kandang agar tetap kering, berventilasi baik, dan mudah dibersihkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap langkah-langkah praktis yang terbukti efektif untuk menjaga kandang bebek petelur bebas bau dan lalat sekaligus mendukung produksi telur yang stabil.

1. Pilih Sistem Kandang Kering sebagai Fondasi Utama

Sistem kandang kering merupakan metode paling efektif untuk mengurangi bau pada ternak bebek petelur karena mampu memisahkan kotoran dari air sejak awal. Tidak seperti sistem basah yang mengandalkan kolam atau genangan, kandang kering menggunakan alas penyerap seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami kering yang berfungsi menyerap kelembapan.

Dengan kondisi alas yang kering, proses pembusukan kotoran berlangsung lebih lambat sehingga gas amonia yang menjadi sumber bau menyengat dapat ditekan secara alami. Selain itu, kandang kering memudahkan peternak dalam melakukan pembersihan rutin karena kotoran tidak melekat pada lantai dan tidak menyebar ke seluruh area kandang.

Keuntungan lainnya, sistem kandang kering membuat lingkungan kandang lebih hangat dan nyaman bagi bebek, terutama saat musim hujan. Bebek yang merasa nyaman cenderung lebih sehat, tidak mudah stres, dan produktivitas telurnya lebih terjaga dalam jangka panjang.

2. Pastikan Drainase Kandang Berfungsi Optimal

Drainase kandang memiliki peran krusial dalam mencegah munculnya bau dan lalat yang sering berasal dari genangan air di sekitar kandang. Air hujan, air sisa minum, atau cipratan air saat membersihkan kandang harus memiliki jalur pembuangan yang jelas dan tidak mengendap.

Saluran drainase sebaiknya dibuat sedikit miring agar air mengalir secara alami menjauhi kandang. Posisi kandang yang lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar juga sangat dianjurkan untuk mencegah air masuk kembali ke area kandang saat hujan deras.

Drainase yang baik tidak hanya mencegah bau, tetapi juga menjaga alas kandang tetap kering sehingga bakteri pembusuk dan larva lalat tidak memiliki tempat ideal untuk berkembang biak. Dengan demikian, kandang akan tetap bersih meskipun bebek dipelihara dalam jumlah cukup banyak.

3. Bersihkan Kotoran Secara Rutin dan Konsisten

Kebersihan kandang adalah faktor penentu utama apakah ternak bebek akan berbau atau tidak. Kotoran bebek yang dibiarkan menumpuk dalam waktu lama akan mengalami fermentasi alami yang menghasilkan gas amonia dengan aroma sangat tajam dan menyengat.

Idealnya, pembersihan kotoran dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, tergantung pada kepadatan bebek dan kondisi alas kandang. Jika jumlah bebek cukup padat, pembersihan bisa dilakukan lebih sering agar kotoran tidak menumpuk berlebihan.

Konsistensi jauh lebih penting daripada pembersihan besar-besaran yang jarang dilakukan. Dengan jadwal pembersihan teratur, kandang akan selalu berada dalam kondisi terkendali, bau tidak sempat berkembang, dan lalat tidak mendapatkan media untuk bertelur.

4. Manfaatkan EM4 atau Probiotik Ternak Secara Rutin

Penggunaan EM4 atau probiotik ternak merupakan solusi modern yang sangat efektif untuk menekan bau kandang bebek. Probiotik bekerja dengan cara menyeimbangkan mikroorganisme di dalam kotoran sehingga bakteri pembusuk penyebab bau dapat ditekan.

Larutan probiotik biasanya disemprotkan langsung ke alas kandang, area kotoran, atau dicampurkan ke dalam air minum dengan dosis tertentu. Penggunaan rutin membuat proses fermentasi kotoran berlangsung lebih cepat tanpa menghasilkan bau menyengat.

Selain itu, probiotik juga membantu mengurangi populasi lalat karena lingkungan kandang menjadi kurang ideal untuk perkembangan larva. Dalam jangka panjang, probiotik menjadikan sistem ternak lebih ramah lingkungan dan hasil limbah lebih mudah diolah menjadi pupuk.

5. Atur Kepadatan Bebek agar Tidak Terlalu Padat

Kepadatan kandang yang berlebihan merupakan kesalahan umum yang sering dilakukan peternak pemula. Terlalu banyak bebek dalam satu kandang menyebabkan kotoran menumpuk lebih cepat, meningkatkan kelembapan, dan mempercepat timbulnya bau.

Idealnya, satu meter persegi kandang diisi oleh empat hingga lima ekor bebek petelur dewasa. Dengan kepadatan ini, bebek memiliki ruang gerak yang cukup untuk beraktivitas tanpa saling berdesakan.

Kandang yang tidak terlalu padat juga memudahkan sirkulasi udara, mempermudah proses pembersihan, dan mengurangi tingkat stres pada bebek. Semua faktor tersebut berkontribusi langsung terhadap kebersihan kandang dan kestabilan produksi telur.

6. Optimalkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara

Ventilasi yang baik berfungsi membuang udara kotor dan menggantinya dengan udara segar secara terus-menerus. Gas amonia yang dihasilkan dari kotoran bebek harus segera keluar dari kandang agar tidak terperangkap dan menimbulkan bau.

Ventilasi dapat dibuat dengan dinding terbuka menggunakan kawat ram, bilah bambu, atau jendela terbuka yang memungkinkan aliran udara silang. Posisi ventilasi sebaiknya memperhatikan arah angin agar sirkulasi berjalan optimal.

Sirkulasi udara yang baik tidak hanya mengurangi bau, tetapi juga menjaga kesehatan sistem pernapasan bebek. Bebek yang sehat dan tidak terganggu bau akan memiliki nafsu makan yang baik dan produksi telur yang lebih konsisten.

7. Gunakan Pakan Berkualitas dan Manajemen Pemberian yang Tepat

Kualitas pakan sangat memengaruhi bau kotoran bebek. Pakan yang mudah dicerna akan menghasilkan kotoran yang lebih padat dan tidak terlalu menyengat. Sebaliknya, pakan berkualitas rendah atau basi akan memperburuk aroma kandang.

Selain kualitas, jumlah pakan juga perlu dikontrol agar tidak berlebihan. Sisa pakan yang tercecer dan membusuk di kandang menjadi sumber bau tambahan serta mengundang lalat.

Manajemen pakan yang baik membantu menjaga kebersihan kandang, menekan biaya pakan, dan meningkatkan efisiensi produksi telur secara keseluruhan.

8. Pisahkan Area Minum dari Area Istirahat Bebek

Air merupakan faktor utama yang menyebabkan alas kandang menjadi lembap. Tempat minum yang berada di area istirahat sering menyebabkan air tumpah dan membuat alas kandang basah dalam waktu singkat.

Dengan memisahkan area minum dari area tidur, kelembapan kandang dapat dikontrol dengan lebih baik. Area minum bisa dibuat di bagian luar kandang atau di lantai khusus yang mudah dikeringkan.

Langkah sederhana ini sangat efektif dalam mengurangi bau dan sering kali diabaikan oleh peternak pemula yang belum memahami karakteristik kandang bebek.

9. Tanam Tanaman Pengusir Lalat di Sekitar Kandang

Tanaman seperti serai, lavender, kemangi, dan mint memiliki aroma yang tidak disukai lalat. Menanam tanaman ini di sekitar kandang membantu mengurangi populasi lalat secara alami tanpa bahan kimia.

Selain berfungsi sebagai pengusir lalat, tanaman tersebut juga membantu memperbaiki kualitas udara di sekitar kandang dan membuat lingkungan ternak lebih asri.

Pendekatan alami ini sangat cocok untuk ternak bebek rumahan karena aman, murah, dan bisa dikombinasikan dengan metode pengendalian bau lainnya.

10. Kelola Limbah Kotoran dengan Sistem Pengomposan

Kotoran bebek sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di sekitar kandang karena akan menjadi sumber bau berkepanjangan. Pengomposan atau fermentasi merupakan solusi terbaik untuk mengolah limbah secara higienis.

Dengan sistem kompos, kotoran bebek diubah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Proses ini juga secara bertahap menghilangkan bau menyengat.

Pengelolaan limbah yang baik menjadikan usaha ternak bebek petelur lebih bersih, berkelanjutan, dan diterima oleh lingkungan sekitar.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah ternak bebek petelur bisa benar-benar tanpa bau?

Bisa, jika kandang dikelola dengan sistem kering dan kebersihan rutin.

Apa penyebab utama lalat di kandang bebek?

Kotoran lembap, sisa pakan membusuk, dan drainase buruk.

Apakah probiotik wajib digunakan?

Tidak wajib, tetapi sangat membantu menekan bau dan lalat.

Berapa jarak aman kandang bebek dari rumah?

Sekitar 5–10 meter jika manajemen kandang sudah baik.

Apakah sistem ini cocok untuk pemula?

Sangat cocok karena mudah diterapkan dan minim risiko.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|