Liputan6.com, Jakarta - Menanam tomat di pot menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Namun, tidak sedikit yang mengalami masalah ketika tanaman tomat tumbuh subur dengan daun yang rimbun, tetapi buah yang dihasilkan justru sangat sedikit.
Kondisi ini sering membuat pemula berkebun merasa kecewa. Padahal, dengan teknik yang tepat, tomat yang ditanam di pot tetap bisa berbuah lebat. Kuncinya terletak pada pemilihan varietas yang sesuai, pemangkasan daun secara rutin, serta pemberian nutrisi yang seimbang agar pertumbuhan tanaman tidak hanya fokus pada daun.
Dalam artikel ini, Liputan6.com mengulas secara lengkap cara menanam tomat di pot agar tidak rimbun daun saja, mulai dari persiapan media tanam hingga perawatan harian, pada Selasa (6/1).
Langkah-Langkah Menanam Tomat di Pot untuk Hasil Optimal
1. Pemilihan Varietas Tomat yang Tepat
Langkah awal yang krusial adalah memilih jenis tomat yang cocok untuk budidaya dalam pot, agar tanaman tidak rimbun daun saja.
Varietas yang Direkomendasikan:
- Tomat Determinate (Tipe Kerdil/Bush): Jenis ini memiliki pertumbuhan terbatas dan sangat ideal untuk pot karena tidak tumbuh terlalu tinggi atau melebar. Contohnya termasuk tomat cherry bush atau roma determinate.
- Tomat Semi-Determinate: Menawarkan kombinasi antara tipe kerdil dan merambat, dengan pertumbuhan yang lebih terkontrol dan cocok untuk pot yang lebih besar.
- Hindari Tomat Indeterminate: Jenis ini terus tumbuh dan merambat sepanjang musim, sehingga cenderung menghasilkan banyak daun dan memerlukan penyangga yang sangat tinggi serta pemangkasan intensif.
Tips Memilih Bibit:
- Pilih bibit yang tampak sehat dengan batang kokoh dan daun hijau segar.
- Pastikan bibit bebas dari tanda-tanda hama atau penyakit.
- Beli dari penjual terpercaya yang dapat memberikan informasi jelas mengenai varietas bibit.
2. Persiapan Pot dan Media Tanam
Pot yang sesuai dan media tanam berkualitas adalah fondasi keberhasilan budidaya tomat di pot.
Spesifikasi Pot Ideal:
- Diameter minimal 30-40 cm dan kedalaman minimal 30 cm sangat direkomendasikan untuk satu tanaman tomat. Pot yang lebih besar akan menampung lebih banyak tanah dan air, serta menyediakan nutrisi lebih lama.
- Pot harus memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah untuk mencegah genangan air yang bisa menyebabkan busuk akar.
- Material pot bisa beragam, seperti plastik, tanah liat, atau fabric pot (pot kain) yang memiliki sirkulasi udara baik untuk akar.
Komposisi Media Tanam:
- Campuran tanah gembur, kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, dan arang sekam atau sekam padi bakar dengan perbandingan 1:1:1 sangat dianjurkan.
- Media tanam yang gembur, kaya humus, dan memiliki pH sekitar 5,5-7 sangat baik untuk pertumbuhan optimal tomat.
Cara Menyiapkan Media:
- Campurkan semua bahan media tanam hingga merata sempurna.
- Tambahkan kapur pertanian jika hasil uji menunjukkan pH tanah terlalu rendah.
- Isi pot hingga sekitar 3/4 bagian, sisakan ruang di atas untuk penyiraman dan penambahan media di kemudian hari.
3. Penanaman dan Pemasangan Penyangga
Proses penanaman yang benar dan pemasangan penyangga sejak dini sangat penting untuk pertumbuhan tomat yang sehat dan produktif.
Proses Penanaman:
- Buat lubang di tengah media tanam sedalam tinggi polybag bibit.
- Lepaskan bibit dari polybag dengan hati-hati agar sistem perakaran tidak rusak.
- Tanam bibit hingga daun pertama terpendam dalam tanah. Teknik ini mendorong pertumbuhan akar yang lebih kuat dan luas.
- Padatkan tanah di sekeliling batang secara perlahan dan siram dengan air secukupnya hingga lembap.
Pemasangan Penyangga (Ajir):
- Pasang ajir bambu atau tongkat kayu setinggi 1-1,5 meter segera setelah menanam.
- Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan sangkar tomat (tomato cage) yang terbuat dari kawat atau bambu berbentuk silinder.
- Ikat batang utama tanaman ke penyangga dengan tali rafia secara longgar. Ini mencegah tanaman roboh, terutama saat berbuah lebat.
4. Penyiraman dan Pencahayaan Optimal
Kebutuhan air dan sinar matahari yang terpenuhi adalah kunci agar tanaman tomat tidak hanya rimbun daun.
Teknik Penyiraman:
- Siram tanaman setiap hari, idealnya pada pagi hari (sekitar pukul 06.00-08.00) atau sore hari (pukul 16.00-17.00).
- Frekuensi penyiraman mungkin perlu ditingkatkan saat cuaca sangat panas atau selama musim kemarau.
- Siram hingga air keluar dari lubang drainase, namun pastikan tidak ada genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar.
- Selalu periksa kelembaban tanah dengan jari sebelum menyiram untuk memastikan tanah tidak terlalu basah atau kering.
Kebutuhan Sinar Matahari:
- Tanaman tomat membutuhkan minimal 6-8 jam paparan sinar matahari langsung per hari untuk pertumbuhan optimal dan produksi buah.
- Tempatkan pot di lokasi yang tidak terhalang oleh bangunan atau pohon besar.
- Sinar matahari penuh sangat penting untuk mendorong pembungaan dan pematangan buah.
- Jika tanaman kekurangan sinar matahari, ia akan cenderung fokus pada pertumbuhan daun untuk mencari cahaya, bukan berbuah.
Langkah Menanam Tomat di Pot Selanjutnya
5. Teknik Pemangkasan yang Efektif
Pemangkasan adalah salah satu teknik terpenting agar tanaman tomat tidak rimbun daun saja, melainkan berfokus pada produksi buah.
A. Pemangkasan Tunas Air (Sucker/Cabang Samping)
Tunas air adalah tunas kecil yang tumbuh di ketiak antara batang utama dan tangkai daun. Tunas ini menguras energi tanaman.
Cara Memangkas:
- Lakukan pemeriksaan rutin setiap 3-5 hari sekali untuk mengidentifikasi tunas air.
- Pangkas tunas air saat masih kecil (panjang sekitar 5-10 cm) menggunakan jari atau gunting tajam yang steril.
- Potong tunas hingga ke pangkal, hindari menyisakan bagian tunas agar tidak tumbuh kembali.
- Biarkan 1-2 batang utama saja untuk varietas determinate, dan 2-3 cabang utama untuk varietas semi-determinate.
- Lakukan pemangkasan pada pagi hari agar luka pada tanaman cepat mengering.
Manfaat Pemangkasan Tunas Air:
- Energi tanaman tidak terbuang untuk pertumbuhan cabang yang tidak produktif.
- Meningkatkan sirkulasi udara di dalam kanopi tanaman, mengurangi risiko penyakit jamur.
- Memastikan cahaya matahari dapat menembus hingga bagian dalam tanaman, penting untuk pematangan buah.
B. Pemangkasan Daun Bawah
Pemangkasan daun bagian bawah membantu menjaga kesehatan tanaman dan fokus pada buah.
Kapan dan Cara Melakukan:
- Mulai pangkas daun bagian bawah saat tanaman mencapai tinggi sekitar 30-40 cm.
- Singkirkan daun-daun yang menguning, layu, atau menunjukkan tanda-tanda serangan penyakit.
- Pangkas daun yang menyentuh tanah untuk mencegah penularan penyakit dari tanah.
- Gunakan gunting tajam dan steril untuk mendapatkan potongan yang rapi dan minim risiko infeksi.
- Pangkas daun hingga ketinggian sekitar 30 cm dari permukaan tanah.
Keuntungan Pemangkasan Daun Bawah:
- Mencegah penyakit yang berasal dari tanah menjalar ke tanaman.
- Meningkatkan sirkulasi udara di bagian bawah tanaman, mengurangi kelembaban.
- Memudahkan proses penyiraman dan pemupukan.
Pemangkasan selektif ini membantu buah mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
Teknik Pelaksanaan:
- Setelah bunga mulai berubah menjadi buah kecil, identifikasi daun yang menghalangi sinar matahari langsung ke tandan buah.
- Pangkas sebagian daun tersebut, namun sisakan beberapa daun untuk melindungi buah dari sengatan matahari berlebih yang bisa menyebabkan sunscald.
- Lakukan pemangkasan secara bertahap, jangan memangkas terlalu banyak daun sekaligus.
- Memastikan buah mendapat paparan sinar matahari yang cukup untuk proses pematangan.
- Membantu warna buah menjadi lebih merata dan cerah.
- Mengurangi kelembaban di sekitar buah yang dapat memicu busuk buah.
6. Manajemen Nutrisi dan Pemupukan
Pemberian nutrisi yang tepat akan mengarahkan energi tanaman untuk menghasilkan buah lebat, bukan hanya pertumbuhan daun berlebihan.
Fase Pertumbuhan Vegetatif (0-4 minggu setelah tanam)
Pada fase awal ini, fokus pada pembentukan struktur tanaman yang kuat.
Jenis Pupuk:
- Gunakan pupuk NPK seimbang, seperti NPK 16-16-16 atau 15-15-15.
- Dosis: Sekitar 1 sendok teh per pot setiap 2 minggu.
- Alternatifnya, gunakan pupuk organik cair dengan konsentrasi rendah setiap minggu.
Tujuan:
- Membangun sistem akar yang kokoh dan sehat.
- Mendukung pertumbuhan batang dan daun awal yang kuat.
Fase Pembungaan dan Pembuahan (4 minggu ke atas)
Pada fase ini, nutrisi harus difokuskan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah.
Jenis Pupuk:
- Beralih ke pupuk tinggi fosfor (P) dan kalium (K), seperti NPK 5-10-10 atau 10-20-20, atau pupuk khusus tomat yang diformulasi untuk fase ini.
- Pupuk dengan kandungan kalium tinggi sangat efektif merangsang pembungaan dan pembuahan, serta meningkatkan bobot dan kualitas buah.
- Unsur boron juga penting untuk germinasi bunga, sementara kalsium diperlukan untuk mengurangi kerontokan bunga dan menjaga kualitas buah.
- Dosis: Sekitar 1 sendok teh per pot setiap 1-2 minggu.
Cara Aplikasi:
- Larutkan pupuk dalam air sesuai dosis anjuran pada kemasan.
- Siram tanaman dengan air biasa terlebih dahulu sebelum aplikasi pupuk.
- Aplikasikan larutan pupuk pada pagi hari setelah penyiraman.
- Hindari pupuk mengenai daun dan bunga secara langsung untuk mencegah daun terbakar.
- Hentikan pemupukan nitrogen tinggi saat tanaman mulai berbunga untuk mencegah pertumbuhan daun berlebihan.
Pupuk Organik Pelengkap:
- Berikan pupuk kandang matang atau kompos setiap bulan sebagai top dressing di permukaan media tanam.
- Aplikasi teh kompos dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme menguntungkan di tanah.
Yang Harus Dihindari:
- Jangan memberikan pupuk nitrogen berlebihan saat fase berbuah, karena akan menyebabkan pertumbuhan daun berlebihan dan menghambat pembentukan buah.
- Hindari pemupukan saat tanah terlalu kering, karena dapat menyebabkan akar terbakar.
- Jangan aplikasi pupuk pada siang hari yang terik.
7. Perawatan Harian dan Monitoring
Konsistensi dalam perawatan adalah kunci keberhasilan panen tomat yang melimpah.
Rutinitas Harian:
- Periksa kondisi umum tanaman setiap pagi, amati adanya perubahan.
- Cek kelembaban tanah sebelum menyiram untuk menentukan apakah tanaman membutuhkan air.
- Amati tanda-tanda awal serangan hama atau penyakit.
- Periksa pertumbuhan tunas air yang perlu dipangkas.
Perawatan Mingguan:
- Lakukan pemangkasan tunas air dan daun yang diperlukan secara rutin.
- Periksa kekuatan ikatan pada penyangga, kendurkan jika terlalu kencang agar tidak melukai batang.
- Aplikasikan pupuk organik cair atau pestisida organik jika terdeteksi adanya hama.
Perawatan Bulanan:
- Tambahkan kompos atau pupuk kandang sebagai top dressing untuk memperkaya nutrisi media.
- Evaluasi pertumbuhan tanaman dan hasil panen yang sudah didapatkan.
- Ganti atau tambahkan media tanam jika permukaan media mulai menurun.
Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal
Untuk memastikan tanaman tomat Anda berbuah optimal dan tidak rimbun daun saja, pertimbangkan tips tambahan berikut:
Penyerbukan Manual
Di area dengan populasi serangga penyerbuk yang rendah, bantu proses penyerbukan. Goyang-goyangkan tanaman dengan lembut saat berbunga di pagi hari, atau gunakan kuas kecil untuk memindahkan serbuk sari antar bunga.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Semprotkan pestisida nabati dari bahan alami seperti bawang putih, cabai, atau daun nimba secara berkala. Jaga kebersihan area sekitar pot dari gulma dan sampah. Segera isolasi tanaman yang terserang penyakit untuk mencegah penyebaran.
Rotasi Posisi Pot
Putar pot 180 derajat setiap 3-4 hari agar semua sisi tanaman mendapat paparan sinar matahari yang merata. Ini juga mencegah tanaman tumbuh miring ke satu arah.
Mulsa Permukaan
Tutup permukaan tanah dengan mulsa organik seperti jerami, sekam, atau serbuk kayu. Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, mencegah pertumbuhan gulma, dan melindungi akar dari suhu ekstrem.
Jadwal Perawatan Lengkap Tomat di Pot
Berikut adalah jadwal perawatan yang dapat Anda ikuti untuk memaksimalkan hasil panen tomat:
-
Minggu 1-4 (Fase Vegetatif):
- Penyiraman: Setiap hari.
- Pemupukan: NPK seimbang setiap 2 minggu.
- Pemangkasan: Mulai pangkas tunas air dari minggu ke-3.
- Penyangga: Pasang dan ikat batang utama.
-
Minggu 5-8 (Fase Pembungaan):
- Penyiraman: Setiap hari, tingkatkan jika cuaca panas.
- Pemupukan: Beralih ke pupuk tinggi P dan K setiap minggu.
- Pemangkasan: Rutin pangkas tunas air dan mulai pangkas daun bawah.
- Penyerbukan: Bantu penyerbukan manual jika diperlukan.
-
Minggu 9-12 (Fase Pembuahan):
- Penyiraman: Konsisten setiap hari.
- Pemupukan: Lanjutkan pupuk tinggi P dan K.
- Pemangkasan: Pangkas daun yang menutupi tandan buah.
- Monitoring: Periksa buah yang sudah matang untuk dipanen.
-
Minggu 13+ (Panen Berkelanjutan):
- Panen buah yang sudah matang setiap 2-3 hari.
- Lanjutkan perawatan rutin untuk panen berikutnya.
- Untuk varietas determinate, produksi akan menurun setelah panen utama.
Mengapa Tanaman Tomat Cenderung Rimbun Daun Tanpa Berbuah?
Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan tanaman tomat lebih banyak menghasilkan daun daripada buah.
Faktor-faktor Penyebab Utama:
Kelebihan Nitrogen
Penggunaan pupuk dengan kadar nitrogen (N) yang terlalu tinggi dapat mendorong pertumbuhan vegetatif (daun) secara berlebihan, namun menghambat proses pembungaan dan pembuahan.
Kurang Cahaya Matahari
Tanaman tomat memerlukan setidaknya 6 hingga 8 jam sinar matahari langsung setiap hari untuk fotosintesis optimal. Kekurangan cahaya akan membuat tanaman berusaha mencari sinar dengan memperbanyak daun.
Pemangkasan Tidak Teratur
Tunas-tunas samping atau 'sucker' yang tidak dipangkas akan menyerap energi tanaman yang seharusnya dialokasikan untuk pembentukan buah.
Varietas Tidak Sesuai
Beberapa varietas tomat, terutama tipe indeterminate (merambat tak terbatas), cenderung menghasilkan banyak daun jika tidak dikelola dengan tepat.
Sirkulasi Udara Buruk
Daun yang terlalu rapat dapat menghambat aliran udara di sekitar tanaman, meningkatkan kelembaban, dan memicu risiko penyakit.
Pot Terlalu Kecil
Ukuran pot yang tidak memadai membatasi ruang gerak akar dan ketersediaan nutrisi, menyebabkan stres pada tanaman dan menghambat produktivitas buah.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari saat Menanam Tomat di Pot
Agar upaya Anda berhasil, hindari beberapa kesalahan umum ini:
- Terlalu Banyak Pupuk Nitrogen: Menyebabkan pertumbuhan daun berlebihan dan menghambat pembentukan buah.
- Jarang Memangkas: Energi tanaman terbuang untuk cabang dan daun yang tidak produktif.
- Pot Terlalu Kecil: Membatasi perkembangan akar dan produktivitas tanaman secara keseluruhan.
- Kurang Sinar Matahari: Tanaman tidak dapat berfotosintesis optimal, sehingga menghambat pembungaan dan pembuahan.
- Penyiraman Tidak Teratur: Stres air menghambat pembentukan buah dan dapat menyebabkan bunga rontok.
- Mengabaikan Drainase: Akar busuk akibat genangan air yang terus-menerus.
- Tidak Memasang Penyangga: Tanaman berisiko roboh saat berbuah berat.
Dengan mengikuti panduan lengkap ini, Anda akan berhasil menanam tomat di pot yang tidak hanya rimbun daun, tetapi juga menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam perawatan, terutama dalam hal pemangkasan rutin, pemberian nutrisi yang tepat, dan memastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (Q&A)
Q1: Berapa lama tomat mulai berbuah setelah tanam?
A: Tomat biasanya mulai berbunga pada usia 4-6 minggu setelah tanam, dan buah pertama bisa dipanen sekitar 8-12 minggu setelah tanam, tergantung varietasnya. Varietas determinate cenderung lebih cepat berbuah dibanding indeterminate.
Q2: Apakah boleh memangkas daun tomat terlalu banyak sekaligus?
A: Tidak disarankan. Pemangkasan sebaiknya dilakukan secara bertahap, maksimal 2-3 daun atau cabang dalam satu waktu. Pemangkasan berlebihan bisa menyebabkan stres pada tanaman dan menghambat pertumbuhan. Lakukan pemangkasan rutin sedikit demi sedikit setiap beberapa hari.

3 weeks ago
14
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5237319/original/015725500_1748590015-woman-wearing-gloves-while-putting-plant-ground.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487226/original/025370200_1769660228-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032453/original/007830200_1653389202-Piper_betle_plant.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485811/original/050025600_1769562142-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490543/original/019499100_1770015219-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_18.33.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488197/original/015306800_1769741063-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490922/original/076142100_1770031354-Alta_Ballah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466415/original/082739700_1767844447-kayu4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490663/original/005359900_1770019966-Black_Sapote.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490321/original/078762700_1770007386-TD-60-80-01.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487009/original/092544600_1769654070-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490639/original/026490800_1770019196-skin_barrier_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5374859/original/076690000_1759905895-lk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358421/original/059682900_1758604724-ChatGPT_Image_Sep_23__2025__12_08_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1540452/original/019429700_1489754718-bekicot_kawin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489887/original/026084000_1769944251-cover_perkebunan_melon.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)